The Secret: Hukum Ketertarikan

2007 Februari 26
by roniyuzirman




Two thumbs up!!! Must see movie!!! Hilarious!!! Five Stars!!! Komentar Pak Rony Anggono.

“Tadi saya nangis, lho Pak!” Kata Pak Frengky.

Demikian penuturan dari para Action Member TDA setelah menyaksikan pemutaran film The Secret hari Minggu 25 Februari 2007 di Ruang Flamboyant, Jakarta Design Center, Jakarta.

Ya, saya sendiri tidak ingin banyak komentar lagi soal film ini. Saya anggap film ini sebagai salah satu hadiah terbesar bagi TDA di awal tahun ini.

Film ini mengungkapkan “rahasia” yang selama ratusan tahun terpendam dan hanya diketahui oleh segelintir orang saja. Henry Ford, Albert Einstein, Michael Angelo, Thomas A. Edison, Rockefeller, Andrew Carnegie adalah beberapa orang yang mengetahui rahasia tersebut. Hanya 1% saja orang yang tahu rahasia ini.

Sekarang, rahasia itu bisa kita ketahui. Rahasia itu adalah The Law of Attraction atau hukum ketertarikan. Ya, inti dari keseluruhan film ini adalah hukum ketertarikan ini.

Hukum ini berlaku universal. Hukum ini kedudukannya sama dengan hukum-hukum lain yang telah dikenal, seperti hukum gravitasi dan sebagainya.

Hukum ini berlaku di mana saja, dan kapan saja. Hukum ini berlaku universal, selaras dengan ajaran agama mana pun.

Dan…. semua itu berawal dari pikiran kita.

Pikiran kita dapat “menarik” apa yang kita inginkan. Pikiran kita bisa menciptakan “dunia” kita sendiri. Pikiran kita bisa menentukan takdir kita.

Hukum ini berlaku saat kita “menarik” apa yang kita inginkan: uang, hubungan, kesehatan, dan dunia yang lebih baik.

Hukum ini berlaku pada saat anda membaca blog ini.

Hukum ini berlaku saat TDA “menarik” membernya untuk nonton bareng yang dihadiri oleh sekitar 130 orang itu.

Hukum ini berlaku di TDA, di mana berkumpul hampir 800-an orang yang, alhamdulillah semuanya adalah orang-orang yang baik, orang-orang yang positif, orang-orang yang saling mendukung satu sama lain. Kenapa? Karena orang baik akan “menarik” orang-orang baik di sekitarnya.

Hukum ini telah terbukti berlaku dalam kehidupan saya, dalam bisnis saya dan sebagainya.

Hukum ini berlaku kepada Pak Purnomo, Pak AR. Junaedi, Pak Zaki, Pak Arman dan Action Member lain yang kemarin sharing menceritakan pengalamannya.

Saya dan kami anggota TDA bersikap untuk “memilih” mempercayai hal ini dan akan mempraktekkannya dalam kehidupan kami sehari-hari.

Setelah nonton bareng, kemudian Pak Fauzi Rachmanto memberikan sedikit pengantar untuk pemahaman lebih mendalam mengenai film ini dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hadir juga Pak Ahmad Faiz dari SEFT yang berbagi pengalaman mengenai berlakunya hukum ketertarikan dalam kehidupannya.

Pak Yusef Hilmi yang sedianya hadir sebagai pembicara dalam bedah buku The Attractor Faktor tidak bisa hadir karena ayah beliau meninggal di Bogor dini hari tanggal 25 itu.

Saya atas nama teman-teman TDA menyampaikan rasa duka sedalam-dalamnya atas wafatnya ayahanda Pak Yusef. Innalillahi wa inna ilaih roji’un. Semoga arwahnya mendapat tempat yang mulia di sisi Allah. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketawakalan dalam menghadapi ujian ini.

Kepada para panitia dari tim TDA EO, terima kasih, selamat dan sukses atas kerja samanya ini.

Salam FUUUNtastic!
Thoughts become things…

Wassalam,
Roni

Satu Tanggapan leave one →
  1. 2009 Mei 25
    Rio The Man permalink

    Bagus.,!! Emang sistem kerjanya gimana sich,dari dulu saya praktekin kok hasil realnya malah kebalikan nya ya.,.????

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS