TDA Mulai Digugat
“Saya sudah ikut TDA hampir 2 tahun, kok bisnis saya masih gini-gini aja, jalan di tempat”.
“Saya sudah ikut semua program TDA, ikut seminar, training, take action, tapi kok tidak begitu berpengaruh terhadap bisnis saya?”
“Pak X, dulu aktif sekali di TDA. Sekarang ia menghilang. Kabarnya bisnisnya lagi menurun”.
Itu adalah beberapa penuturan yang sempat saya dengar dari member TDA.
Kemarin saya bertemu dengan salah satu member TDA yang cukup aktif yang juga mengutarakan keluhan serupa. Menurutnya, hal ini juga dialami oleh member-member lain seangkatan dengannya. Dari ceritanya, menyiratkan adanya penurunan semangat berbisnis, termasuk beraktivitas di TDA.
Saya pribadi tidak memungkiri fakta yang terjadi di lapangan saat ini.
Saya juga melihat ada semacam ‘gugatan’ terhadap efektivitas gerakan TDA ini. Ini yang menjadi perenungan saya cukup mendalam.
Pagi ini saya langsung diskusikan masalah ini dengan Pak Iim via YM. Kami berkesimpulan perlu adanya pembahasan menyeluruh terhadap masalah ini. Kita cari solusinya bersama.
Menurut Pak Iim, tidak ada yang salah dengan TDA. TDA sudah cukup efektif memberikan dorongan eksternal terhadap para membernya. Terlihat dengan banyaknya member yang mengklaim sudah merasakan manfaat konkrit dari kebersamaan di TDA ini.
Saya sendiri mendapat testimoni yang cukup banyak mengenai hal ini. Bahkan dari member yang tinggalnya jauh dari Jakarta dan hanya mengikuti pembelajaran melalui milis dan blog-blog member TDA saja.
Pak Iim sepakat dengan saya bahwa TDA hanya sebatas memberikan dukungan eksternal saja. Yang paling penting adalah sisi internal dari masing-masing member itu sendiri. Bagaimana semangatnya berbisnis, bagaimana kesiapan mentalnya, bagaimana daya tahannya terhadap kegagalan, bagaimana kesanggupannya menanggung risiko, dan sebagainya.
Saya membaca sebuah polling di Inggris mengenai hal tersebut di atas. Ternyata, dua per tiga respondennya mengatakan bahwa soal mental, keuletan, daya tahan terhadap risiko itu adalah ilmu tidak bisa diajarkan.
Saya suka mengacu kepada kurikulum TDA yang kita adopsi dari bukunya Adam Khoo: Master Your Mind Design Your Destiny itu. Rumus sukses utama itu adalah BDSA (Belief, Dreams, Strategy, Action). Mungkin teman-teman sudah bosan dengan pembahasan topik ini.
Tapi, kalau kita coba analisa, setiap permasalahan bisnis yang dihadapi oleh member TDA, selalu mengacu kepada BDSA itu. Nah, sisi S dan A bisa didapatkan dari TDA. Ilmu-ilmunya bertebaran dan gratis!
Tapi, soal B dan D, itu adalah urusan internal pribadi masing-masing. TDA hanya bisa memberikan motivasi dan pencerahan saja soal ini.
Ketika bisnis anda menghadapi benturan, faktor B dan D berperan penting untuk membangkitkannya. S dan A dikendalikan oleh B dan D.
Apa alasan anda untuk ‘take action’ memulai bisnis?
Apakah alasan itu cukup kuat?
Kalau bisnis anda mengalami masalah, apakah ALASAN anda cukup kuat untuk mempertahankan anda untuk tetap di jalur bisnis?
Apa dream anda ketika memulai bisnis?
Apakah ada belief (keyakinan) yang bertentangan ketika ada menjalankan bisnis?
Coba renungkan…
Saya mohon maaf dan terpaksa mengatakan hal ini. Saya menemukan bahwa banyak member yang masih TDB kurang kuat di sisi B dan D ini. Maklum, mindset TDBnya masih kuat menguasai pemikiran dan bawah sadarnya.
Saya sendiri adalah orang yang tidak pernah mencicipi manisnya dunia TDB itu. Jadi, buat saya, tidak ada pilihan kecuali berbisnis. Hidup saya di sini. Kalau saya gagal, saya akan cari bisnis lain. Tidak ada jaminan rasa aman. Tidak ada kepastian bulan ini saya untung atau rugi. Semuanya harus ditelan sebagai konsekuensi sebagai TDA.
So, mulai sekarang carilah alasan yang kuat itu….
Kalau tidak ada, saya pikir anda belum siap menjadi TDA.
Mohon maaf kalau ada kalimat yang kurang berkenan. Tulisan ini saya buat karena ingin melihat anda semua, sahabat-sahabat saya dapat merasakan manisnya buah TDA itu.
Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat
Wassalam,
Roni, Founder TDA
NB – Menyambut Milad ke-2 TDA, saya mengusulkan agar dibuat diskusi mengenai efektivitas TDA dan segenap permasalahan yang dihadapi para membernya. Bagaimana Pak Rosihan dari TDA Resources?
NB 2 – Kalau mau lihat cerita lain dan foto-foto halal bi halal TDA wilayah Jawa, silakan klik blognya Pak Adib di sini.
NB 3 – Nanti sore akan ada acara kumpul-kumpul di rumahnya Bu Ning Harmanto dalam rangka menyambut kedatangan Pak Adib. Alamatnya, Jl. Soka BB 16 Nyiur Melambai II Jakut tel. 08161991957.
NB 4 – Artikel mengenai TDA sudah terbit di Tabloid Nova terbaru. Silakan dibaca ya…
NB 5 – Saya mendapat pertanyaan mengenai bagaimana cara mendapatkan 11 Digit dalam 7 tahun itu. Alhamdulilah, saya temukan tulisan tersebut (thanks to wordpress). Caranya sangat sederhana dan masuk akal. Tinggal dicoba. Silakan baca di sini.