2012601, 344516, Indonesiaku

Sharing TDA dan Manet di MM-CSR Universitas Trisakti

“Yang Pak Roni lakukan dengan Komunitas TDA ini bukanlah CSR, tapi PSR atau Personal Social Responsibility”, demikian kesimpulan salah seorang mahasiswa MM-CSR Usakti yang mengikuti presentasi saya semalam di Menara Batavia.

Saya pun tersenyum dan mengamininya. Ya, yang saya berikan kepada TDA adalah keterlibatan diri saya sendiri, bukan dana CSR yang berasal dari Manet. TDA lahir sebagai wujud dari rasa syukur saya sebagai founder Manet yang ingin berbagi dan berkontribusi bagi orang banyak.

Jujur, sejak awal memang saya tidak percaya diri dengan materi yang akan saya bawakan. Saya tidak merasa melakukan CSR. Bisnis saya pun belumlah menjadi sebuah corporate besar. Selama ini yang menjadi nara sumber studi kasus adalah perusahaan-perusahaan besar seperti Freeport, Antam, Telkom dan sebagainya.

Beberapa hal yang saya sampaikan adalah mengenai visi TDA, yaitu membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban.

Misi TDA:

1. Menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan.
2. Membentuk 10.000 pengusaha miliader yang tangguh dan sukses sampai tahun 2018.
3. Menciptakan sinergi diantara sesama anggota & antara anggota dengan pihak lain, berlandaskan prinsip high trust community.
4. Menumbuhkan jiwa sosial & berbagi di antara anggota.
5. Menciptakan pusat sumber daya bisnis berbasis teknologi.

Nilai dan Budaya TDA:

1. Silaturahim (Saling mendukung, Sinergi, Komunikasi, Kerja sama, Berbaik sangka, Team work, Sukses bersama)
2. Integritas (Kejujuran, Transparansi, Amanah, Win-win, Komitmen, Tanggungjawab, Adil)
3. Berpikiran Terbuka (Continuous learning, Continuous improvement, Kreatif, Inovatif)
4. Berorientasi Tindakan (Semangat solutif, Konsisten, Persisten, Berpikir dan bertindak positif, Give and take, Mindset keberlimpahan)
5. Fun (Menjaga keseimbangan dalam hidup)

Ketika seorang mahasiswa bertanya bagaimana TDA bisa membentuk membernya menjadi sukses, maka saya sampaikan kurikulum RBDSAPP yang disarikan dari beberapa sumber dan kasus yang dialami member TDA, yaitu:

1. Reason (alasan)
2. Belief (keyakinan)
3. Dreams (impian)
4. Strategy
5. Action
6. Persistence (ulet, pantang menyerah)
7. Pray (doa, ikhlas, tawakal)

Para mahasiswa juga menilai bahwa keberadaan TDA ini cukup penting dan strategis sebagai salah satu solusi bagi perekonomian bangsa. Mereka mengingatkan agar TDA tidak terjebak dengan besarnya jumlah anggota dan menjadi birokratis dengan adanya TDA Management.

Seorang mahasiswa bahkan mampu menjabarkan siklus perjalanan yang akan dilialui oleh TDA berikut kendala dan tantangannya. Rupanya ia adalah seorang aktivis LSM yang cukup berpenglaman. Ternyata para mahasiswa MM-CSR Trisakti ini diisi oleh para aktivis LSM dan pengambil keputusan di corporate. Menjadi lucu, di kelas mereka berkawan di luar bisa saja menjadi ‘lawan’. Tapi inilah yang menjadi menarik, di mana mereka yang concern soal sosial kemasyarakatan dan lingkungan bersatu dalam satu kelas.

MM-CSR Universitas Trisakti ini adalah yang pertama didirikan di Indonesia dan didukung oleh lembaga funding seperti Ford Foundation dan British Foundation. Kabarnya, beberapa perguruan tinggi juga berencana mendirikan program serupa. Good point buat Trisakti, sebagai pionir.

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

About these ads
Standar

2 pemikiran pada “Sharing TDA dan Manet di MM-CSR Universitas Trisakti

  1. Hehehe saya pikir betul juga mengenai PSR yg dijelaskan oleh mahasiswa MM tersebut . Justru kekuatan TDA adalah komitmen kuat para pribadi yang membuat TDA menjadi besar . Sukses terus Pak .
    Kapan2 saya ingin berdiskusi dengan PAk Roni yah via email cukuplah , tentunya yang berkaitan dengan TDA dan entrepreneurship . maklumlah masih Amfibi tp porsinya lebih byk jadi TDB nya hehehe

    Salam
    Teddy

  2. Bila saya mampir ke blog ini, serasa ada sesuatu yang menggebu-gebu dalam diri saya, sungguh sebuah blog yang sangat besar pengaruhnya dengan diri saya. Inspirasi dan Motivasi pasti saya dapatkan.

    Luar biasa, maju terus pak. Sayang saya jauh tinggal di Papua jadi kalau ada acara kopi darat tidak bisa ngikut. Tapi alhamdulillah walaupun saya hanya member TDA milis tapi manfaatnya sangat terasa, untuk mengembangkan diri saya.

    Pak Masukkan Blog saya dong di link bapak, Blog bapak sejak saya ngikut gabung di TDA (Awal 2008) sudah nempel terus tuh di blog saya, soalnya jika perlu motivasi pasti sy klik deh link blog bapak…

    Terima Kasih pak, semoga saya bisa sukses seperti bapak, Amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s