Uncategorized

Disiplin adalah Keajaiban

“Jangan remehkan datangnya pagi sebagai sebuah rutinitas biasa. Itu adalah keajaiban”, tulis Mas @Prie_GS di akun Twitter-nya kemarin.

Seminggu belakangan ini saya sedang semangat lagi “berolah raga”. Tapi anda jangan berpikiran saya berolah raga yang hebat-hebat ya. Saya hanya berjalan kaki dan bersepeda :)

Rutinitas ini sebenarnya sudah saya lakukan sejak lama, tapi terhenti “beberapa waktu” (sesungguhnya saya malu mengakui karena telah terhenti beberapa bulan) karena beberapa alasan yang ujungnya adalah ke satu kata: “malas”. Bahasa diplomatis saya adalah “inkonsisten”.

Rasa malas itu memang berbahaya. Kalau sudah terserang, berat untuk bangkit lagi.

Kenapa saya bisa kembali berolah raga? Tentu ada titik baliknya. Perut saya semakin membuncit. Saya sangat tidak nyaman dengan kondisi ini.

Saat berdiri tegak, mungkin tidak terlalu kelihatan. Saat duduk, “lipatan” perut itu mulai terasa mengganjal. Tidak nyaman. Saya tidak tahu berapa ukuran lingkar perut saya. Yang saya ketahui adalah lingkar perut laki-laki jangan sampai lewat 90 cm.

Implikasi dari besarnya lingkar perut ini banyak sekali. Mulai dari penyakit-penyakit degeneratif (jantung, diabetes, darah tinggi) dan fungsi seksual. Sereem.

Dalam bisnis kita bisa menyelesaikan pekerjaan melalui pendelegasian. Untuk hidup sehat, kita tidak bisa meminta orang lain berolah raga untuk kita.

Seminggu terakhir saya sudah kembali rutin setiap pagi berjalan kaki minimal 30 menit. Hadirnya sepatu baru ternyata bikin tambah semangat juga :)

Kadang saya naik angkot ke kantor Manet yang jaraknya sekitar 20 menit dari rumah. Di bawah jembatan layang Kebayoran Lama saya turun dan melanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 1 km.

Bersepeda juga menjadi selingannya. Jalan mendaki adalah favorit saya, karena banyak menguras keringat. Ulujami – Bintaro – Ulujami sering saya jelajahi, sambil mencari suasana baru atau sekedar sarapan pagi.

Ke depan saya akan mulai lagi berenang dan berlari. Daily fitness plan saya menjadi: walking, cycling, swimming dan running. Sederhana dan murah meriah.

Oya, pola makan yang mulai berantakan juga mulai saya disiplinkan. Sarapan pagi sudah kembali dengan bubur Quaker yang berserat. Makan malam saya usahakan tanpa atau sedikit nasi, karena dari sebuah jurnal yang saya baca, karbohidrat itulah yang harus dikurangi. Seminggu terakhir saya sudah tidak makan malam dgn nasi. Nasi hanya dikonsumsi saat makan siang.

Disiplin itu tidak mudah. Disiplin itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan hasil. Makanya, saya terkesan dengan Twit Mas Prie GS itu. Rutinitas adalah keajaiban. Disiplin adalah keajaiban, maksudnya jalan untuk menciptakan keajaiban.

About these ads
Standar

2 thoughts on “Disiplin adalah Keajaiban

  1. Everything is magic ya pak sebeneranya, emang twitnya kang Prie maknyus2.
    Oia utk sarapan udah coba bubur gandum Talbinah pak, patut dicoba untuk mengatasi segal macam masalah pencernaan dan anjuran nabi.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s