Batu, Kerikil dan Pasir

Cerita ini sudah lama saya baca di buku First Thing First-nya Stephen Covey.

Pagi ini sebuah tulisan di blog mengingatkan saya lagi dengan cerita sederhana namun sangat penting ini.

Ada sebuah akuarium yang di sekitarnya teronggok batu berukuran sekepalan tangan, kerikil dan pasir.

Batu besar menggambarkan hal-hal yang sangat penting dalam hidup kita: keluarga, kesehatan, Tuhan.

Kerikil menggambarkan hal-hal penting, tapi di bawah batu besar, seperti: rumah, pekerjaan.

Pasir menggambarkan hal-hal yang tidak penting dalam hidup tapi sering menyedot energi kita seperti: benda-benda materi yang kita miliki, segala remeh-temeh tidak penting.

Jika kita lebih dulu memasukkan semua pasir ke dalam akuarium, niscaya tidak ada lagi tempat untuk batu dan kerikil.

Namun jika kita masukkan batu besar dulu, kemudian kerikil dan terakhir pasir yang akan mengisi sela-selanya, pasti semuanya akan tertampung dengan pas.

Begitulah hidup. Jangan sampai energi kita habis untuk urusan “pasir” ketimbang “batu” dan “kerikil”. Jangan pula kerikil mengalahkan batu.

First thing first, kata Covey. Utamakan yang utama.

Saya teringat dengan seorang kerabat, seorang ibu yang juga dosen, yang akhirnya memutuskan untuk tidak jadi mengambil kuliah beasiswa S3-nya di Jepang demi anak-anaknya yang masih kecil dan suaminya.

Menurut saya, pilihan kerabat ini sesuai dengan prioritas utama hidupnya.

Tentang roniyuzirman

Entrepreneur, blogger, book and jazz lover, founder of TDA Community

Ditulis dalam Life

Permalink 2 Komentar

2 responses to “Batu, Kerikil dan Pasir

  1. Terkadang kita sangat sibuk dengan urusan usaha/pekerjaan/tugas/rekanan bisnis/pengembangan usaha/dll, yang beralasan demi keluarga/perbaikan ekonomi/tuntutan/dsb.

    Kita hrs pandai mengatur irama kehidupan ini, untuk bisa melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab lebih baik, utamakan terlebih dahulu Tuhan.

    Kata Yusuf Mansyur :
    - Allah Dulu
    - Allah Lagi
    - Allah Terus

    Insya Allah kita akan mendapatkan kemudahan/kelancaran/keberkahan/kelimpahan/dsb…

  2. Terkadang kita sangat sibuk dengan urusan usaha/pekerjaan/tugas kantor/bertemu rekanan bisnis/pengembangan usaha/dll, yang beralasan demi keluarga/perbaikan ekonomi/tuntutan/dsb nya.

    Kita hrs pandai mengatur irama kehidupan ini, untuk bisa melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab lebih baik, utamakan terlebih dahulu Tuhan

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Twitter

Arsip

Masukkan alamat email anda

Bergabunglah dengan 11.756 pengikut lainnya.