R.I.P Kodak

Satu lagi perusahaan dan merek legendaris dunia “lempar handuk” alias menyatakan bangkrut.

Kodak, siapa yang tak kenal merek yang berusia 133 tahun ini. Merek ini menghiasi memori rumah-rumah tangga di Amerika dan dunia, termasuk Indonesia.

Saya sendiri mengoleksi beberapa kamera digital pocket merek Kodak. Entah mengapa, setiap ganti selalu memilih Kodak. Warna dan ketajamannya cocok di mata saya.

Salah satu kesalahan fatal Kodak adalah terlambat berputar arah atau mengubah bisnis intinya di saat era foto dan cetak digital mulai menggeser yang manual.

Ketika berubah, apa daya, sudah terlambat. Pasarnya sudah keburu dikangkangi oleh HP, Canon, Nikon dan Epson.

Di Indonesia, perubahannya sudah memakan banyak korban, di antaranya adalah Fuji Image Plaza. Dulu jaringan cetak foto ini begitu gagah. Sekarang, meski masih eksis, tapi hanya bertahan dan mengecil.

Untung saja, manajemennya langsung dapat ide out of the box, melakukan turning dan fight back dengan membuka 7 Eleven yang sekarang jadi ajang nongkrong anak muda.

Saya juga pernah membaca bahwa Nokia juga sedang mengalami masalah yang sama. Salah satu kesalahannya menurut pengamat adalah terlambat mengadopsi Android.

Bisnis ke depan makin ganas. Perubahan datang dari arah tak disangka-sangka. Bahkan perusahaan berusia seratusan tahun pun bisa tumbang dibuatnya.

R.I.P Kodak.

Who’s next?

Tentang roniyuzirman

Entrepreneur, blogger, book and jazz lover, founder of TDA Community

Ditulis dalam Business

Permalink 7 Komentar

7 responses to “R.I.P Kodak

  1. untuk itu kita harus selalu mengikuti perkembangan/trend yang sedang dimaui pasar.
    jangan hanya berpikir idealis, tapi lihatlah kenyataan yg ada di market.

    Bagi siapapun yang saat ini sudah/sedang dan akan membuka usaha, era penjualan online sudah suatu keharusan bagi setiap perusahaan untuk memilikinya

  2. Nokia segera menyusul….kalo blackberry tidak segera berubah juga akan tergerus oleh trend…skrg boleh gagah…

  3. Pingback: Bisnis Online Yang PROSPEK di Tahun 2012

  4. Akankah orang hidup di puncak terus, Bukankan kah bila sudah puncak sudah diraih, perlahan-lahan ia akan turun

    salam kenal

  5. @ pak Henry,
    Blackberry jangan dulu pak. saya belum pakai blackberry. hehehehe

  6. tragis ya pak, bisnis memang kejam bagi mereka yang tak siap

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Twitter

Arsip

Masukkan alamat email anda

Bergabunglah dengan 11.756 pengikut lainnya.