Parenting

Cara Berpikir Masa Depan: Kemampuan Menyelesaikan Masalah

Menanggapi tulisan saya kemarin tentang “Anak Muda, Mau Bikin Apa?”, seorang teman mengirimkan artikel menarik dari sebuah sekolah Katolik di Arkansas, Amerika. Berita ini kabarnya menjadi viral di media sosial di sana.

Apa sebabnya? Di gerbang sekolah itu terpampang tulisan yang memancing komentar. “Jika anda mengantar anak dan lupa membawa makan siang, buku, PR, perlengkapan, dan lain-lain, mohon pulang saja, karena anak anda akan belajar menyelesaikan masalah tanpa anda.”

Ya, ini kritik untuk orang tua masa kini yang begitu “rempong” dengan semua tetek-bengek urusan sekolah anaknya. Semuanya diurusin, semuanya dibantu. Anak-anak jadinya tidak mandiri dan kalau ada masalah di hadapannya, ia gagap dan tidak mampu menyelesaikan sendiri. Karena sejak kecil semuanya serba dibantu.

Ini adalah fenomena over parenting. Dampaknya, mindset anak-anak jadi rusak. Kalau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapannya, ia akan mudah menyalahkan orang lain. Ketika ada masalah ia selalu mengadu dan minta bantuan orang tua.

Ke depan, kita tidak tahu perkembangan dunia akan seperti apa. Dengan cepatnya perkembangan ilmu dan teknologi, sosial budaya, dunia yang makin kompleks, yang diperlukan adalah cara berpikir yang tepat dalam menghadapinya. Sekarang  ada istilah VUCA (volatile, uncertain, complex, ambiguity) yang menggambarkan kondisi yang makin cepat berubah, kompleks, serba tidak pasti dan rapuh.

Yang pasti, masalah-masalah akan makin banyak dan perlu solusi. Bumi akan makin berat dengan segala bebannya. Perlu solusi-solusi tepat untuk menjaga keberlangsungannya. Anak-anak perlu dibekali cara berpikir yang tepat ketika melihat masalah di sekitarnya. Ia harus bisa membaca fenomena sekitar, melihat hubungan-hubungan sebab akibat dan potensinya. Ia harus diajari bagaimana menjadi bagian dari solusi, bukan sekedar mengkritik apalagi menyalahkan keadaan.

Dari mana mulainya? Saya rasa seperti pengumuman di sekolah di Arkansas itu. Mulai dengan membiarkan anak-anak menyelesaikan sendiri masalah pribadinya.

Standar