Life

Pembenci Akan Terus Membenci

Seorang teman curhat kepada saya tentang dirinya yang dibully oleh para haters.

Ini membuatnya kesal dan tak habis pikir, kok ada ya orang yang kerjaannya selalu mencari kesalahan orang lain dan menyebarkannya ke mana-mana?

Saya berpendapat, seorang pembenci sulit diubah untuk menjadi sebaliknya, menjadi pencinta.

Saya pernah iseng mengamati beberapa orang yang statusnya di media sosial selalu membenci orang atau pihak lain.

Temuan saya, memang postingannya didominasi dengan kebencian dan hal negatif lainnya seperti kemarahan, kekecewaan, komplain, dan sejenisnya.

Saya berpikir, jangan-jangan orang-orang seperti ini memang ada masalah dengan dirinya sendiri.

Saya ingat betul ceramah Aa Gym soal teko. Katanya, teko hanya mengeluarkan apa yang ada di dalamnnya.

Jika yang didalamnya adalah teh, maka yang keluar adalah teh. Jika di dalamnya adalah kopi, maka akan keluar kopi. Sangat logis.

Seseorang yang membenci dirinya sendiri, maka ia akan membenci orang lain. Jadi orang yang selalu melontarkan kebencian kepada pihak lain, sebenarnya ia sedang mengungkapkan kepada publik bahwa ia ada masalah dengan dirinya sendiri. 

Mungkin ia merasa kecewa, gagal,  kalah, tertekan, atau merasa hidupnya begitu-begitu saja.

Sebaiknya seseorang yang hidupnya bahagia, tidak mungkin melontarkan hal-hal yang berkebalikan dengan yang ada di dalam dirinya.

Note: Mohon maaf jika mendapatkan postingan yang aneh dari blog ini karena beberapa waktu lalu blog ini telah diretas dan saya belum menemukan solusinya.

Standar