The Power of Thinking. Just Thinking, Not Doing

The Power of Thinking. Saya sudah sering mendengar istilah ini. Cuma belum ‘ngeh’ benar sampai suatu ketika saya mengikuti pelatihan Mind Management tahun 2002 lalu. Di pelatihan itu saya diajari bahwa kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan hanya dengan memikirkannnya saya. O ya?

Adalah Pak RB Sentanu yang membawa ilmu ini dan mengembangkannya di Indonesia. Pelatihan itu sendiri banyak mempraktekkan teknik meditasi visual didukung oleh audio. Tapi yang menarik sekaligus kontroversial menurut saya adalah, dia mengatakan bahwa kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan hanya dengan memikirkannya saja, tanpa usaha. Doing-less. What an idea!

Sebagai seorang yang selalu tertarik dengan ide-ide baru, apalagi yang berguna untuk pertumbuhan bisnis dan pribadi, saya pun mencoba mempraktekkannya. Dan alhamdulillah berhasil! Ternyata, tanpa saya sadari, saya telah mempraktekkan ilmu ini di masa lalu tanpa disengaja.

Berikut ini adalah beberapa cerita hasil dari mempraktekkan ilmu ini secara sengaja maupun tidak sengaja:
Waktu masih berdagang di Tanah Abang, saya dan istri ingin sekali dapat supplier dari salah satu produk dijual saat itu. Produk tersebut selama ini didapat dari tangan ketiga dengan harga mahal. Saya selalu memikirkan bagaimana caranya supaya dapat produk ini dari tangan pertama. Produk ini sendiri didistribusikan secara tertutup kepada jaringan tertentu yang sulit ditembus. Saya tidak tahu di mana sumbernya.

Suatu hari, datanglah seorang perempuan etnis Cina berusia setengah baya dengan bahasa Cina mendatangi toko saya. Dibantu oleh seorang penterjemah, dia menawarkan produk yang selama ini saya cari. Kaget dan setengah tidak percaya, saya minta dia mengulangi penawarannya. Ternyata benar. Dia membuat produk itu di Cina dan membawanya langsung ke Indonesia. Harganya? Setengah dari harga yang saya dapatkan selama ini. Singkat cerita saya ambil produknya. Penasaran, saya bertanya bagaimana dia bisa sampai di toko kami dan hanya menawarkan ke toko saya saja. Dia menjawab, begitu turun dari kendaraan umum langsung berjalan ke arah toko saya tanpa menoleh ke toko lainnya. Saya hampir tidak percaya, tapi ini adalah kenyataan. Saya hanya memikirkannya saja. Tiba-tiba, subhanallah, yang saya pikirkan selama ini datang begitu saja di hadapan saya.

Cerita kedua. Masih berhubungan dengan produk yang kami jual. Ada satu produk busana muslim yang ingin saya jual di toko. Tapi produk tersebut dipegang secara eksklusif oleh satu toko di Tanah Abang, sebut saja toko A. Kepada pemilik toko tersebut, kami menyatakan keinginan untuk menjadi mitra dalam mendistribusikan produk tersebut. Tapi ditolak. Mungkin, karena takut produk tersebut tidak eksklusif lagi.

Singkat cerita, suatu hari seorang lelaki mendatangi toko kami menawarkan produk persis seperti yang kami inginkan. Kembali kami terbelalak tak percaya. Ceritanya, dia ternyata adalah supplier dari toko A tersebut. Kebetulan saat itu dia baru saja putus hubungan dengan toko A. Oleh toko A dia diijinkan untuk menawarkan produk tersebut ke toko mana saja di Tanah Abang. Akhirnya si supplier ini berjalan berkeliling sampai menemukan toko saya. Waktu saya tanya, kenapa anda memutuskan menawarkan ke toko saya, bukan ke toko lain. Dia menjawab bahwa dia saat itu sedang bingung dan putus asa. Dia berjalan saja mengikuti arah matahari dan akhirnya berhenti di depan toko saya. Subhanallah.

Cerita ketiga. Waktu bisnis saya sedang mengalami kemunduran tahun 2003 lalu, sebagaimana saya ceritakan sebelumnya. Uang tidak ada. Yang ada uang tertanam di sewa toko selama 2 tahun di depan. Penjualan lewat internet sudah mulai dilakukan dan sedikit-sedikit mulai menghasilkan. Saya berkata kepada istri, bagaimana seandainya jika kita keluar dari Tanah Abang dan mulai bisnis di rumah saja. Istri setuju. Tapi, kendalanya sewa toko yang sudah dibayarkan dan tidak mungkin dikembalikan.

Tidak lama setelah itu datanglah seorang petugas dari PD Pasar Jaya. Dia memberikan surat perintah agar kami keluar dari toko tersebut karena keberadaan toko tersebut dalam sengketa antara PD Pasar Jaya dengan pihak yang menyewakan, dalam hal ini Koperasi Pedagang Pasar Tanah Abang (KOPPAS). Kami diberi waktu 4 hari untuk mengosongkan isi toko dan bila tidak dilakukan, mereka tidak bertanggung jawab bila terjadi sesuatu terhadap isi toko. Kami terancam! Saya lapor kepada KOPPAS. Saran KOPPAS, sebaiknya dituruti saja. Nanti sisa uang saya akan dikembalikan, karena toko tersebut baru terpakai 11 bulan dari masa sewa yang 2 tahun. Aha! Ini semacam blessing in disguise. Saya memang sedang mencari-cari alasan untuk mengembalikan toko tersebut. Alhamdulillah, alasan tersebut didatangkan begitu saja oleh Tuhan dan menjadi jalan keluar bagi bisnis saya yang sedang sekarat. Sampai sekarang saya masih tidak percaya dengan kejadian ini.

Masih banyak lagi sebenarnya cerita mengenai The Power of Thinking ini yang saya alami, seperti bagaimana saya memikirkan mendapatkan penghasilan setahun dalam sebulan, bagaimana bekerja dari rumah saja dengan hasil yang tidak kalah dengan di toko, bagaimana bekerja sedikit alias malas tapi hasil banyak. Semua itu terwujud dari keberanian saya memikirkan sesuatu yang saya inginkan. Itu saja. Dan saya tidak peduli bagaimana caranya. Itu kuasa Tuhan. Saya yakin Dia akan tunjukkan jalannya kepada saya. Saya percaya saja.

Supaya tidak salah kaprah dan menimbulkan kontroversi, tulisan saya tidak bermaksud untuk mempromosikan suatu ide yang mendewakan pikiran. Bukan sama sekali. Menurut saya pikiran itu adalah doa. Tuhan sangat terlibat dalam proses ini. Seratus persen!

Buku rujukan: Piece of Mind oleh Sandy MacGregor, Gramedia.

43 pemikiran pada “The Power of Thinking. Just Thinking, Not Doing

  1. ass.
    yup saya setuju dengan kebranian MENTAL ! sampe sekarang walaupun niat udah
    dari dulu mau pindah kwadran tapi selalu aja bimbang mungkin didasari dengan
    tanggungan yang saya py, selain keluarga saya juga ada bantu buat ortu. .
    dan kebranian mental saya utk pindah kwadran selalu drop akhirnya. mungkin
    jika saya selalu konsultasi nantinya dengan bapak akan sangat membantu
    mental saya utk segera pindah kwadran 🙂 . Kalau saya ada ke jkt dan bpk ada
    sedikit waktu mungkin kita bisa jumpa berbagi pengalaman.
    tks.

    Faisal

    Suka

  2. Kalau ‘thinking’ ini disertai ‘praying’ (berdoa) , saya pikir mungkin
    ini lebih tepat disebut “The Power of Positive Thinking about Alloh SWT
    (bahasa kerennya ‘chusnuzon’)”.

    Namun kalau sama sekali tanpa ibadah & doa, apa nggak jadi “The Power of
    Hypnotizing” ya?

    Mohon pencerahannya.

    Wassalam,
    Arief.

    Suka

  3. Pak Faisal,
    Saya perhatikan di beberapa milis yang saya ikuti, banyak yang berbagi
    cerita sukses meskipun mereka masih di kuadran 1. Jadi, untuk sukses tidak
    harus pindah kuadran menjadi pengusaha. Meskipun saya termasuk orang yang
    sangat mendorong orang lain untuk berwirausaha.

    Tapi, hidup ini pilihan. Kita harus merasa nyaman dengan pilihan kita.
    Pilihan kita itu artinya benar-benar pilihan kita, bukan ‘dipilihkan’ untuk
    kita. Ini yang masalah. Kita menjalani kehidupan yang orang lain pilihkan
    untuk kita.
    Terima kasih,

    Wassalam

    Roni

    Suka

  4. Pak Arief,
    Sebenarnya cerita saya mengenai hal ini cukup panjang daftarnya. Yang saya
    sharing hanya beberapa saja.

    Saya setuju dengan istilah anda. Allah terlibat 100% dalam hal ini. Jangan
    sampai kita terjerumus dengan mengatakan kesuksesan itu dicapai karena saya
    begini, karena saya menggunakan teknik ini, atau kiat itu. Karena itu akan
    menjerumuskan kita kepada kesombongan dan ketakaburan. Allah-lah yang
    menyediakan ilmu-ilmu atau jalan tersebut kepada kita, cuma caranya bisa
    melalui perantara orang-orang atau kejadian2 yang kita alami tanpa sengaja.
    Dia lah yang menyediakan semuanya untuk kita. Kita hanya disuruh meminta dan
    berusaha saja.

    Wassalam,

    Roni,

    Suka

  5. salam kenal

    nice artikel pak roni
    sy jadi tertarik dgn “ide” the power of thinking itu,..
    Anda menyebut RB Sentanu,..
    apakah beliua masih mengadakan pelatihan demikian?

    untuk sekarang siapa trainer yg baik bisa dipercaya untuk
    mengajarkan hal2 yg Pak Roni sebutkan

    Menurut pak Roni, rejeki itu datang dari pikiran atau dari Tuhan,.
    saya memikirkan ingin memiliki laptop tapi sampai sekarang belum
    memiliki nya,..

    terima kasih atas pendapatnya..

    Andi

    Suka

  6. Menarik sekali cerita yang disampaikan oleh pak Roni tentang Power of Thingking. Di mana kita bisa dapatkan pelatihan Mind Management seperti yang pernah Pak Roni terima. Memang di SEU 14 beberapa hari lalu telah dijelaskan oleh Pak Je, tapi saya masih belum benar2 faham dengan caranya. Semoga bermanfaat. Terima Kasih

    Salam

    Siswanto

    Suka

  7. pengalaman yang luar biasa gak masuk akal tapi kadang2 terjadi dari apa yg kita pikirkan. ada yang cepat ada pula yang lambat. siapa punya ide untuk mempercepat? atau mungkin faktor nasib/keberuntungan pak Roni sangat besar..bagi bagi lagi dong pak pengalamannya!
    terima kasih

    Ali

    Suka

  8. hehehhehehehe
    uda….gaya bahasanya OK bgt…
    kisah nyata perjalanan yang apik ditata dalam suatu wadah yang bisa menimbulkan ide baru…
    nice read it
    salam buat ely
    m e y

    Suka

  9. Setuju dengan ulasan Pak Roni.

    Tapi harus diikuti dengan tindakan yang mengarah ke afirmasi yang kita
    lakukan.

    Kesempatan hanya akan mendatangi mereka yang siap menerimanya. Dan pada saat
    kita sudah siap, mintalah maka itu akan diberikan.

    Saya pernah minta promosi jabatan dan juga minta kenaikkan gaji, tentunya
    setelah saya sudah siap dan benar-2 siap untuk menerima semua itu. Dan, coba
    tebak….permintaan saya dikabulkan.

    Mantan Bos saya yang orang Amerika keturunan India, selalu mengatakan,” If
    you want it then ask for it”.

    Tapi percayalah, alam semesta selalu akan merespon gelombang yang kita
    pancarkan. Ketuklah maka pintu akan dibukakan, mintalah maka engkau akan
    diberi.

    Sebelum saya mulai bisnis jual beli mobil, saya terus memikirkan (ya
    thinking)…mau seperti apa ke depannya, dengan siapa partnernya, cari modal
    kemana, dst. Perlahan tapi pasti satu per satu jawaban itu datang.

    Berpikir tanpa bertindak tidak akan menghasilkan apa-apa.

    Contoh yang Pak Roni utarakan, walaupun beliau sadar bahwa beliau tidak
    hanya berpikir dan semua itu datang sekonyong-konyong. Karena kebaikkan dan
    kebajikan yang telah dilakukan Pak Roni selama inilah yang membuat gelombang
    alam semesta menggerakkan orang untuk menemui Pak Roni.

    Tidak percaya ? Anda bisa buktikan….anda hanya “maaf” berpikir…dan
    berpikir…dan berpikir……tetapi tidak melakukan satu langkah kecil-pun.
    Saya berani jamin hidup anda tidak akan berubah. Rejeki tidak akan
    menghampiri anda.

    “If you don’t change on what you are doing then it will not change on what
    you are getting”….atau simple-nya seperti yang Ibu Lisa Nuryanti katakan
    pada saat gathering MLC ke-4…..”If you do what you always do, then you
    will get what you always get”.

    Salam MLC,
    ronald

    Suka

  10. Pak Ali,

    Ada yang baru berusaha…. bisa langsung sukses….
    Ada yang sudah bertahun2 berusaha…. belum sukses
    juga….

    Kenapa…???? Saya ga tahu jawabannya…..

    “…tentang tujuan yang di bawa zikir untuk
    menyeimbangkan alam sadar dan taksadar…”
    >>>>>>>>>>>>>
    Apa yang saya kerjakan…. kurang-lebih sama dengan
    apa yang ditulis pak Roni

    Budi Rahmat

    Suka

  11. Pak Ronald,
    Saya setuju dengan anda, thinking yang dilanjutkan dengan action. Mengenai
    hal ini sudah jelas pasti ada hasilnya, sesuai dengan action tersebut.

    Tapi cerita yang saya sampaikan ini benar-benar thinking, tanpa action. Anda
    benar, mungkin ini terjadi sebagai balasan dari kebajikan yang kita lakukan
    selama ini. Dan juga saya sangat yakin sekali dengan adanya doa dari orang
    banyak. Ini uniknya, sebagai pengusaha yang baik kita akan didoakan oleh
    orang banyak. Oleh orang tua (tentu saja), karyawan, supplier, investor,
    yatim piatu dan fakir miskin yang kita bantu, dll. Kebetulan karyawan saya
    banyak yang yatim piatu. Seorang supplier saya pernah cerita, ” Pak Roni,
    semua karyawan saya setiap habis shalat selalu mendoakan usaha Pak Roni
    supaya maju dan lancar terus”. Saya kaget, dan saya katakan ini berlebihan.
    Tapi memang itulah yang terjadi, katanya.

    Jadi, doa dari orang banyak ini juga saya yakini sebagai salah satu kunci
    sukses. Menurut agama saya, doa dari orang tua, anak yatim, orang yang
    kesusahan, langsung dikabulkan oleh Tuhan.

    Mungkin itu yang saya tahu mengenai “misteri’ the power of thinking ini.
    Selebihnya, itu adalah rahasia Tuhan.

    Salam,

    Roni

    Suka

  12. Kata orang, kesuksesan itu bertemunya antara kesempatan dan persiapan. Persiapan tentunya harus berasal dari usaha manusianya itu sendiri. Namun kesempatan, ya seperti cerita pak roni itu. Coba kalau orang yang menawarkan produknya itu (“kesempatan”) datang ke tokonya pak roni saat pak roni “belum siap”/belum memikirkan untuk menjual produk tersebut, tentunya peluang itu akan terbuang percuma.

    Wassalam, Yudi

    Suka

  13. Pak Badroni yang baik,

    Apa yang bapak katakan benar sekali karena saya pernah baca buku karangan Lilian Too, katanya isi otak kita yang terpakai untuk kehidupan sehari hari itu baru 2,5%. Jadi kebayang engga potensi yang hanya 2,5 % saja sudah bisa berbuat begitu banyak apalagi 100%. Kalau ingin meningkatkan potensi dari 2.5% katanya kita harus aktif menggunakan otak kita untuk berpikir, visualisasi mau jadi apa kita nantinya dan biasanya jika kita melakukannya dengan niat yang teguh, setiap hari melakukan visualisasi dari apa yang kita inginkan insyaallah itu akan tercapai. Saya sendiri sudah membuktikannya bahwa kalau kita menginginkan sesuatu dan keinginan itu sangat bulat maka otak kita akan bekerja mewujudkannya, oleh karena itu kita harus selalu SMP (SIKAP MENTAL POSITIP) karena kalau sebaliknya SMN (SIKAP MENTAL NEGATIP) maka otak kitapun akan bekerja untuk mewujudkannya.

    Salam,

    Lies Sudianti

    Suka

  14. Assalamu’alaikum
    Saudaraku apa kabar? Saya gak sengaja membuka email dari ama pas kebetulan ngeliat tulisan anda…bagus. Saya dapat ide mengapa antum gak bukukan aja tulisan-tulisan anda nanti saya yang terbitkan. Kapan yang saya bisa main ke tempat antum untuk tuker pikiran? Salam u keluarga

    Valentino Dinsi

    Suka

  15. Ibu Lies,
    Saya setuju sekali dengan sharing anda. Begitu kita memikirkannya dengan bersungguh-sungguh dan sikap mental positif, maka Tuhan akan membimbing kita ke titik yang kita inginkan itu. Dia akan gerakkan alam semesta untuk membantu kita, melalui kejadian2 yang tidak disangka-sangka, peristiwa-peristiwa kebetulan (serendipity). Kita harus mengaktifkan kepekaan kita untuk menangkap sinyal-sinyal dari langit tersebut.

    Salam,
    Roni

    Suka

  16. Pak Yudi,
    Anda betul, PERSIAPAN juga faktor penentu keberhasilan yang mutlak kita miliki. Ketika kesempatan yang diberikan Tuhan itu datang, bagaimana bisa dimanfaatkan kalau kita tidak siap? Saya setuju sekali dengan anda. Tanpa kesiapan yang matang, peluang itu akan terbuang. Jadi, meskipun kesempatan itu belum datang saat ini, kita tetap harus terus mempersiapkan diri bila kesempatan itu datang.

    Salam,
    Roni

    Suka

  17. Saudaraku Valentino,
    Akhirnya kita dipertemukan Allah lagi melalui media virtual ini. Alhamdulillah kabar saya baik-baik saja, dan Dahsyat, tentunya. Terima kasih atas apresiasi anda thd tulisan saya. Sebenarnya itu hanya sharing pengalaman saya yang serba sedikit ini, tapi menurut saya mungkin bisa bermanfaat bagi orang banyak. Saya lihat banyak orang yang pernah mengalami kegagalan seperti saya dan bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan.

    Untuk diterbitkan, apakah memenuhi syarat? Itu hanya tulisan2 lepas tanpa konsep. Tapi kalau bisa memberikan manfaat lebih luas lagi kalau dibukukan, itu harus dilakukan. Insya Allah ana akan lakukan perbaikan dan penyempurnaan, dengan bantuan dan bimbingan anda tentunya.

    Waktu saya bebas. Kita janjian aja. Terserah, mau di tempat saya atau janjian di suatu tempat.

    Salam juga untuk anda dan keluarga.

    Terima kasih,

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Roni

    Suka

  18. Pak Roni, kekuatan pikiran ini apakah sama dengan keinginan yang kuat ??
    Saya juga punya pengalaman mengenai ini (walaupun simple-simple), tapi
    tepatnya kekuatan keinginan.

    Dulu waktu SMP akhir, saya ingin sekali punya yang namanya
    “Pager”……..kakak saya punya, sehingga sering saya bawa-bawa dan
    ditaruh di sabuk, walaupun bukan punya saya. Tapi saya yakinkan bahwa,
    saya pasti punya.
    tren pager dengan cepat beralih ke handphone…..pada waktu itu, HP
    masih barang yg sangat wah…….dan keinginan saya tetap sama, saya
    ingin sekali punya HP……..tak disangka-sangka, ternyata kakak saya
    telepon dari Jakarta menawarkan HP bekasnya perusahaan yang sudah ga
    kepake lagi……..jadilah saya punya HP saya yg pertama….
    Tapi itu tetap saja bukan punya saya sendiri, ternyata 1 bulan kemudian,
    HP tersebut diminta balik oleh perusahaan……wah…..gimana donk ???
    padahal pada waktu itu, saya abis mengadakan acara (event organizer),
    dan rugi habis2an……..tapi kembali lagi, karena keinginan yang kuat,
    akhirnya saya mampu membeli HP saya yang pertama.
    dan diantara teman-teman yg lain, dengan bangga saya adalah pemilik HP
    yg pertama diantara mereka (walaupun akhirnya HP saya menjadi yang
    terjelek :)) )

    Kemudian waktu kuliah, saya ingin sekali sebuah Laptop (kuliah saya
    Komputer), tp harganya sangat mahal, tidak terjangkau rasanya. Namun
    kembali lagi, karena keinginan yang kuat, akhirnya toh saya bisa
    mendapatkan Laptop tersebut, dan kembali lagi, saya menjadi yang pertama
    memiliki laptop di antara teman-teman saya, dan saya 100% menggunakan
    uang hasil keringat saya sendiri. Walaupun…….kembali lagi, akhirnya
    sekarang laptop saya yg terjelek diantara yang lain…he..he.h.e..)

    Trus lagi, pernah saya menginginkan sebuah PDA, sering sekali melihat
    pameran PDA ataupun alat2 seperti itu……..kekuatan keinginan,
    sehingga akhirnya benar-benar Tuhan memberikan sebuah PDA kepada saya….

    saat ini saya masih punya beberapa keinginan yg belum terwujud, yaitu
    sebuah mobil dan rumah dan bisnis yg bisa ditinggal2…….dan saya
    yakin, tidak lama lagi karena kekuatan pikiran ini hal2 tersebut akan
    SEGERA MENDATANGI saya. Nanti kalau udah terjadi saya ceritakan lagi deh :))

    Stefanus Wardoyo

    Suka

  19. Pak Roni,

    Menarik sekali cerita pak Roni….. terutama karena
    cerita tsb adalah apa yang pak Roni alami
    sendiri…… suatu pengalaman pribadi…….
    benar2 luar biasa…..!!!

    orang lain boleh percaya, boleh tidak….

    Saya belum baca buku “Piece of Mind oleh Sandy
    MacGregor” tapi saya percaya dan mengalami sendiri
    “The Power of Thinking. Just Thinking, Not Doing”

    Saya pernah dengan kesadaran penuh mencoba “mengasah”
    kemampuan “The Power of Thinking”, yang saya tafsirkan
    sebagai “kekuatan KEMAUAN”.

    Cerita PERTAMA;
    Tahun 1975 saya pernah sakit tipes sampai ga masuk
    sekolah selama 1 bulan. 2 minggu di rumah sakit, 2
    minggu di rumah untuk recovery (saya belajar jalan
    lagi, karena ototnya udah “lemes/loyo”). Dari gemuk
    seperti b*b* sampe kurus seperti lidi.

    Nah… 2 minggu sebelum sakit, pakde saya pamitan
    dengan orang tua saya untuk tugas DEPLU ke Wina,
    Austria selama 3 tahun. Saat itu pakde cerita mengenai
    musim salju di Eropa. Saya sangat tertarik….
    ngebayangi klo mo makan es sirop…. tinggal bawa
    macam2 sirop…. keluar rumah…. sekelilingnya es
    serut semua…..

    Seminggu pertama di RS, panas saya 42C…. saya perlu
    dikompres dengan es batu…. saudara2 pada sibuk
    nyari/beli es batu…. saya dalam keadaan “trance”
    (?)…. antara sadar dan tidak sadar (karena panas
    yang tinggi)…. bilang ke mereka…. koq pada bingung
    sich….. bawa aja ember…. isi air…. taruh
    diluar….. khan nanti jadi es….. (saya merasakan
    bahwa saya berada di Wina)…. Dalam keadaan
    trance/mengigau saya banyak cerita mengenai Wina (dan
    musim saljunya)….. katanya sich “lucu”…. karena
    saya dapat berkomunikasi….. tapi ga “nyambung”……
    udah itu ceritanya tentang Wina dan musim saljunya….
    cerita tentang luar negeri….. padahal saya belum
    pernah ke luar negeri, saat itu.
    Sayangnya ga direkam….. he…he…he…

    APA yang sebetulnya sedang TERJADI….
    Bahwa tanpa sadar saya telah “berhasil” memasukan
    impian/KEMAUAN saya, untuk kerja/tinggal diluar
    negeri, kedalam otak kanan atau kedalam “alam bawah
    sadar” saya.

    Tahun 1981…. saya masuk sastra Cina UI…. saya ga
    gitu ngerti kenapa saya pilih fak sastra UI….
    mungkin karena keterimanya disitu aja kali….. 2
    tahun kemudian ada penawaran bahwa lulusan sastra Cina
    UI bisa bekerja di DEPLU…. dan ditempatkan di luar
    negeri…. wah kerja di luar negeri nich…..!!!

    APA yang sedang TERJADI….
    Bahwa “alam bawah sadar” saya sedang bekerja
    mempertegas/menguatkan KEMAUAN saya untuk
    tinggal/kerja di luar negeri.

    Tahun 1988…. saya baru lulus UI (angkatan saya udah
    pada lulus 2 tahun sebelumnya)…. tapi saya ga masuk
    ke DEPLU…. karena “kalah umur”…. ada 4 orang yang
    masuk ke DEPLU pada saat itu…. dan semuanya usianya
    lebih muda dari saya…… well, it’s OK. Life is
    going on….

    Nah ini dia kejadiannya……
    Tahun 1990, 2 minggu setelah resepsi pernikahan
    saya…. tanpa ba, tanpa bi, tanpa bu….. saya
    dipanggil boss saya….. “Budi, kamu dan istri mau
    kerja di Singapore ga…??? klo mau kalian harus pergi
    minggu ini karena…..”

    Akhirnya kami tinggal dan bekerja di Singapore selama
    3 tahun…..
    seperti impian/KEMAUAN saya 15 tahun yang lalu…..
    yaitu tinggal dan kerja diluar negeri…. walaupun
    bukan di Wina, Autria…. walaupun bukan di negara
    yang bersalju….
    (tapi…. itu khan impian 15 tahun yll….. lama
    bener…?!?!?! liat “keterangan” saya di bawah).

    Cerita KEDUA;
    Tahun 1993 kami kembali dari Singapore…. waktu itu
    saya sangat suka dengan mobil volvo 740 Turbo
    Intercooler tahun 1990-1991, warna putih…. begitu
    sukanya…. sampe suka saya bayang2in…. (mungkin
    bayangan ini masuk ke “alam bawah sadar” saya).

    Tahun 2003 saya ketemu mobil volvo persis…. sama
    dengan yang saya bayangkan 10 tahun yll…. tapi tidak
    saya beli karena istri tidak suka dengan
    warnanya…… 3 bulan kemudian saya dapatkan volvo
    dengan tipe dan tahun yang saya inginkan dengan warna
    yang berbeda….. saya beli dech….

    Akhirnya saya punya mobil volvo 740 Turbo
    Intercooler…………..
    seperti impian/KEMAUAN saya 10 tahun yang lalu…..
    yaitu memiliki volvo 740 Turbo Intercooler tahun
    1991….. walaupun bukan berwarna putih.
    (tapi…. itu khan impian 10 tahun yll….. lama
    bener…?!?!?! liat “keterangan” saya di bawah).

    KETERANGAN saya sbb;

    Saya baru memahami “kekuatan KEMAUAN” ketika mendapat
    pencerahan dari pak Purdie di Enterprise University
    (beliau bercerita tentang OTAK KIRI dan OTAK KANAN –
    tentang insting dan logika)

    Saya mempelajari dan merasakan cara meningkatkan
    “kekuatan KEMAUAN” dari pak Ndung (EU) dengan cara
    ber-ZIKIR. Saya rasakan hal ini pada TEMNAS III EU di
    Yogyakarta yll.

    Saya, saat ini, sedang baca buku “Awaken The Giant
    Within” oleh Anthony Robbins, yang isinya kurang-lebih
    cara memahami dan mengarahkan “kekuatan KEMAUAN”.

    Pemahaman2 yang saya peroleh itu saya tafsirkan sbb;

    OTAK KIRI, yaitu berpikir mengenai angan2, impian,
    pemandangan, kemauan, cita2, rasa, senang, bahagia,
    visi dst.dst. (disebut juga “bawah sadar”).
    Intinya, berpikir mengenai KEMAUAN.

    OTAK KANAN, yaitu berpikir mengenai ilmu, ukuran,
    kenyataan, fakta, pengalaman, pendidikan, nalar/urutan
    dst.dst. (disebut juga “atas sadar”).
    Intinya, berpikir yang LOGIS.

    CATATAN: Saya lupa mana yang Kiri dan mana yang Kanan
    (tapi intinya terbagi 2 seperti itu)…. jadi klo
    salah, ya dibalik aja…. yang kiri menjadi kanan,
    kanan menjadi kiri….. maaf ya….

    Dalam kehidupan se-hari2, dalam keadaan sadar, umumnya
    kita lebih sering “memberi makan” otak Kanan kita
    (misalnya: belajar, untung, rugi, ngukur,
    memperkirakan, menghitung dsb.dsb.dsb)….

    Otak Kiri jarang “diberi makan” (misalnya: menghayal,
    mimpi, membayangkan, imaginasi, bacaan motivasi, doa,
    zikir, mengagumi alam semesta, dsb.dsb.dsb)….
    Padahal Otak Kanan ga pernah tidur (istirahat).

    Klo kita tidak bisa menyelaraskan (mengontrol)
    interaksi kedua otak tersebut, akan/dapat berakibat
    kurang-baik….. misalnya, Otak Kanan menjadi sangat
    dominan…. bahkan ketika Otak Kiri bekerja (mempunyai
    impian/KEMAUAN)…. Otak Kanan secara otomatis
    langsung tanpa disuruh (dikontrol) segera bekerja…..
    yaitu “menghitung/menganalisa/mempelajari” impian
    kita.

    AKIBATnya, impian/KEMAUAN kita yang awalnya “setinggi
    langit” (dream high, sky is the limit)….. per-lahan2
    “diturunkan” sebatas logika kita….. per-lahan2
    “diturunkan” sebatas kemampuan kita…..
    karena kita lebih sering menggunakan logika, daripada
    insting…. ya, ga?

    Padahal impian/KEMAUAN tidak perlu logis…… logis
    atau logika adalah urusan/kerjaan Otak Kanan…. jadi
    klo mo ngimpi…. ngimpi aja setinggi langit.

    BAGAIMANA cara MEMPERKUAT KEMAMPUAN otak Kiri
    saya….. persis seperti yang diajarkan oleh pak
    Ndung….. yaitu ber-DOA…. kemudian ber-ZIKIR…..
    sebut nama NYA…. terus sampai “bergetar” didalam
    hati…. kemudian bayangkan…. visualisasikan
    impian/KEMAUAN anda.

    Ketika hendak tidur malam…. kerjakan hal itu….
    ber-zikir…. visualisasikan impian/KEMAUAN anda….
    terus sampe ketiduran….
    Saat kita tidur….. otak Kiri bekerja (khan “dia” ga
    pernah tidur/istirahat) dengan leluasa (ga “diganggu”
    oleh otak Kanan/Logika, yang sedang tidur)…. dia
    terus mencoba untuk men-visualisasi-kan impian/KEMAUAN
    kita yang hakiki….

    2 cerita (PERTAMA dan KEDUA) di atas…. adalah cerita
    yang sengaja saya cari…. saya gali kedalam ingatan
    saya…. apa ya yang pernah saya
    inginkan/impikan/idam2kan……… yang pada akhirnya
    terjadi.
    Saya sengaja mencari, sengaja menggali…. untuk
    memotivasi saya sendiri…..

    Cerita selanjutnya….. adalah cerita setelah saya
    secara sadar mencoba memperkuat KEMAUAN saya.

    Cerita KETIGA;
    Berdirinya Alfa ke-2 saya (dengan kredit bank) pada
    bulan Maret 2004…. persis seperti impian/KEMAUAN
    saya.

    Ini adalah gabungan impian/KEMAUAN dan ACTION.

    Cerita KEEMPAT;
    Bulan Juni tahun 2005 ini…. istri saya bilang….
    dia pengen dech punya 1 unit biz lagi (targetnya
    dibulan Agustus 2005)……. dan kira2 perlu modal
    100jt. Saat itu kita berdua tahu bahwa kita hanya
    punya 10jt yang “free”.

    Saya terangkan apa yang saya pelajari dan apa yang
    saya percayai mengenai cara memperkuat KEMAUAN…..
    oke, kita sepakat….
    Istri…. ber-zikir dan membayangkan unit biz
    dimaksud….
    Saya….. ber-zikir dan membayangkan mendapatkan modal
    yang diperlukan….

    Awal Sept…. saya “ketiban durian rutuh”…. properti
    keluarga dijual, uangnya di-bagi2kan (bagi
    warisan)…. saya terima 200jt…. 2x lebih besar dari
    impian/KEMAUAN saya.

    Ini adalah murni kekuatan KEMAUAN.

    Apakah rejeki itu berhubungan dengan zikir yang saya
    lakukan…. wallahu’alam… ini diluar logika saya….
    serahkan saja pada NYA.

    AKIBATnya…. sekarang saya jadi takut…. takut klo
    sampe2 saya lupa memimpikan dan ber-zikir…. terhadap
    apa2 yang benar2 saya inginkan.

    ADA 2 yang sedang saya pikirkan/mimpikan/inginkan akan
    terjadi pada tahun 2006 yad…..;
    1. saya memiliki 1 unit properti sewaan lagi (nilainya
    -+ 500jt).
    2. saya memiliki 1 unit Alfa lagi, target Nov’06
    (nilainya -+ 700jt).

    Sedang modal/uang yang “free” saat ini adalah -+
    150jt.

    Bagaimana caranya dari 150jt menjadi 1,2M
    (500+700jt)…..
    Klo hanya pake otak Kanan….. ini kemauan yang tidak
    logis….
    Jadi pakelah otak Kiri……. kemudian ber-DOA…. dan
    ber-ZIKIR…..
    insya Allah dikabulkan……

    mungkin ini yang disebut sebagai VISI….????

    Boleh percaya, boleh tidak….

    mohon maaf……… jika cerita pengalaman pribadi di
    atas kurang berkenan.

    Semoga bermanfaat.

    Salam,
    Budi Rahmat

    Suka

  20. Pak Roni yang baik,
    Assalamaualaikum, wr. wb.,
    perkenalkan nama saya Meta. Saya dari Makassar. Saya salah satu member di penulis bestseller. Saya sebenarnya beberapa hari yang lalu telah memberikan komentar ke mail Anda tentang website Anda. Tapi nggak tau kenapa kok mail saya nggak terposting ya…Jadi saya langsung email ke pak Roni.
    Terus terang, saya sangat terkesan dengan kisah-kisah yang pak Roni tulis di blog tersebut. Menurut saya sangat inspirasional dan juga banyak manfaat yang bisa kita petik. Saya yakin kalau seandainya tulisan tersebut bisa dikemas secara menarik, saya sangat yakin bisa menjadi sebuah buku best seller di suatu waktu. Percaya deh.
    O, ya saya ini hanya pegawai negeri alias dosen di Unhas, Makassar. Saya mengajar bahasa Jepang di fakultas Sastra. Tapi hobi saya adalah menerima tantangan yang baru. Jadi browsing sesuatu yang menarik juga menjadi hobi saya.
    Ada satu hal yang saya ingin tanyakan dan minta tolon! g ke pak Roni, nih kalau boleh. Seperti di blog Anda yang ditulis bahwa jangan segan-segan meminta tolong, maka dengan ini saya juga nggak akan segan untuk meminta tolong ke Bapak. Eh, kok saya manggilnya Bapak ya….Padahal tuaan saya 2 tahun…Atau mas aja deh, ya. Biar nggak terlalu formal. Kalau boleh.
    Saya baca dalam blog mas Roni, saya lihat kalau mas Roni ini merupakan salah seorang muridnya pak Tung Desem Waringin. Jujur saja, saya juga salah satu pengagum beliau sejak lama. Saya juga sangat gembira waktu muncul bukunya makanya saya ngotot membelinya dan juga dengan harapan dapat bertemu muka dengan beliau. Cita-cita ini berhasil saya dapatkan. Dan pada bulan Ramadhan yang lalu sebagai salah satu pembeli buku Financial Revolution 60 orang pertama saya berhak untuk hadir di seminar pak TDW. Saya sangat antusias. Sebagai pegawai negeri, saya memerlukan sebuah kemandirian finansial. Saya sangat sedih dan merasa tidak adil ketika saya ingin mendatangkan pembicara dari luar d! aerah Makassar untuk dapat berbagi ilmu kepada masyarakat di sini tidak bisa. Kalau pun bisa dengan prosedur yang berbelit-belit. Saya punya impian kalau seandainya saya cukup punya dana akan saya undang orang yang punya kemampuan untuk datang ke Makassar untuk berbagi ilmu (kalau perlu bung Roni juga saya undang). Tapi yang terjadi adalah, selama ini saya masih terus merugi kalau mengadakan berbagai seminar. Saya juga pernah mencoba berbisnis menjual sprei dengan mengambil barang dari seorang teman. Nyatanya, saya memang tidak berbakat (bukannya tidak berbakat tapi bidang ilmu saya memang lain). Saya rugi cukup besar. Saya hanya berpikir dan berharap semua itu ada hikmahnya. Jujur saja, keuangan saya jadi kacau setengah mati untuk membayar kerugian yang saya alami tersebut. Tapi okelah, mungkin itu sudah jalan saya.
    Kembali bicara tentang pak TDW, sesudah acara seminar selesai ditawarkan pelatihan-pelatihan termasuk pelatihan financial revolution. Saya sangat tertarik untuk mengikutinya. Meski sebenarnya harganya cukup tidak masuk akal untuk seorang CPNS dengan keadaan keuangan seperti saya (5,2 juta). Tapi kalau mendaftar pada saat itu, saya akan mendapat diskon yang cukup berarti dan 200 pendaftar pertama mendapatkan kesempatan untuk tiket gratis ke Jakarta. Saya ngotot untuk ikut dan mendaftar dengan memberikan uang deposit sebesar 200 ribu. Sesudah itu saya berpikir keras dari mana saya mendapatkan uang sebesar itu dengan sisa tabungan saya. Akhirnya setelah telepon kanan kiri saya berhasil mendapatkan beberapa tambahan dana. Namun sayangnya karena pada waktu itu adalah hari Jum’at dan transaksi tidak bisa dilakukan pada hari Sabtu karena bank tutup. Akhirnya, saya kontak dengan Bima (staf pak TDW) untuk minta ijin transfer pada hari Senin. Saya mendapatkan ijin darinya. Nah, hari Senin, saya tergopoh-gopoh ke BCA terdekat untuk memasukkan uang untuk ditransfer ke rekening pak TDW. Namun ternyata, saya ternyata belum beruntung. Bulan puasa! bank tutup lebih cepat 30 menit. Dan saya tidak berhasil mentransfer uang itu untuk ikut dalam pelatihan. Saya jengkel sedih dan bercampur aduk. Saya SMS ke Bima kalau bank sudah tertutup. Apakah bisa saya transfer besok hari. Ternyata tidak ada respon, mungkin saya dianggap menipu karena sudah terlalu sering meminta penundaan mentransfer uang. Saya sangat sedih dan kecewa. Meski demikian, saya berpikir positif bahwa kemungkinan besar ini ada hikmahnya. Saya belum diijinkan Allah untuk memanfaatkan uang sebesar itu untuk tujuan tersebut, lagian saya memang belum ijin ke suami saya waktu itu……Yang lebih mengesalkan lagi, saya menambah daftar hutang saya…….
    Nah, waktu saya membaca kalau bung Roni adalah salah satu muridnya pak TDW, dan bahkan pernah memintanya sebagai konsultan bisnisnya, saya jadi bertanya-tanya. Apakah mungkin saya meminta tolong pak Roni untuk menyampaikan masalah saya ke beliau. Juga, apakah saya bisa juga meminta tolong ke beliau untuk menja! di konsultan saya. Tapi saya ini tidak punya apa-apa. Apakah beliau mau membantu saya untuk meraih cita-cita saya sehingga saya dapat bebas dan mandiri secara finansial??? Saya tidak tahu saya harus mengadu ke siapa. Tapi saya pikir, saya kontak bung Roni untuk bisa mendapatkan sekedar masukan apakah keinginan saya tersebut dapat tersalurkan.
    Maaf ya saya menulis email yang panjang lebar seperti ini. Saya tahu ini mungkin kurang sopan, kok ada orang yang belum kenal dengan baik menulis surat semacam ini. Maaf kalau saya lancang dan merepotkan bung Roni.
    Biar tidak terlalu berkepanjangan, sekian dulu uneg-uneg saya. Semoga bung Roni berkenan membalas saya.
    Wassalam,
    Meta

    Suka

  21. Pak Stefanus,
    Benar, yang anda alami itu adalah bukti dari the power of thinking itu.
    Teruskan saja. Coba buat goal yang lebih tinggi, yang lebih menantang. Yang
    mungkin selama ini belum berani anda pikirkan. Bukankah anda sudah sering
    mengalaminya secara tak sengaja. Bagaimana kalau dibuat sengaja dan lebih
    sering?

    Salam,

    Roni,

    Suka

  22. Ibu Meta,

    Terima kasih atas apresiasi anda terhadap tulisan2 saya. Target saya tidak muluk2. Bila ada orang yang terinspirasi oleh tulisan saya, mempraktekkannya, dan kemudian kehidupannya menjadi lebih baik, itu sudah sangat menggembirakan saya.

    Saya sangat terkesan dengan cerita anda. Saya yakin anda akan sukses. Tinggal menunggu waktunya saja. Langkah2 yang anda jalani saat ini insya Allah akan menuntun anda ke arah sana.

    Mengenai kesulitan dalam bertransaksi dengan staf Pak Tung, mungkin bisa dimaklumi karena banyaknya calon peserta dan sepertinya banyak staf baru di kantornya.

    Sebenarnya kendala jarak dan biaya bisa diatasi. Saran saya, kenapa tidak dicoba dulu membeli vcd Financial Revolution. Isinya sama dengan yang di training. Yang penting, ilmu itu dipraktekkan. Dulu orang bilang Knowledge is Power, sekarang tidak lagi. Yang benar adalah APPLIED Knowledge is Power. Ilmu yang dipraktekkan adalah kekuatan. Saya ada teman yang mempraktekkan ilmu2 Anthony Robbins, padahal dia tidak pernah ikut seminarnya. Dia hanya belajar dari buku dan kaset. Sekarang dia sudah sukes. Namanya Valentino Dinsi, penulis buku best seller Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian. Banyak orang yang sudah ikut seminar A. Robbins, tapi kehidupannya biasa2 saja, malah menurun. Karena ilmunya tidak dipraktekkan.

    Semoga terjawab. Kurang lebihnya saya mohon maaf.

    Wassalam,

    Roni

    Suka

  23. Pak Budi,
    Sharing yang menarik sekali. Tajam dan lugas, seperti biasa. Tulisan anda
    juga berbahaya. Karena menyebarkan virus. Saya termasuk yang kena virus
    anda.

    Langkah-langkah yang anda lakukan sangat terencana dan sistematis. Anda
    punya impian yang tinggi. Dan anda sudah tahu bagaimana mewujudkannya.

    Maju terus, pak.

    You are my real life inspiration …

    Salam,

    Roni,

    Suka

  24. Assalamu’alaykum Wr Wb

    Nama saya Dwi,saya anggota milist EU juga pak,saya juga sudah mengunjungi blog pak rony.Terus terang saya sudah lama mengikuti jejak langkah manet,sejak tahun 2002.Kebetulan kita juga bergerak di bisnis yang sama yaitu garment,hanya saja bedanya saya di busana muslim anak pak (yang utama)
    Kita kelihatannya sama dari sisi pandangan terhadap income,buat saya income tidak ekivalen dengan kerja,saya juga berprinsip kalo duit bisa datang sendiri kenapa harus mengejar-ngejar.
    saya amat ingin bersilaturahim dengan pak rony,buat belajar ….bisa jadi business coach saya pak?
    Apa trik praktisnya kok manet malah bisa sukses setelah tanah abang tutup?—-langkahnya apa saja.

    Busana muslim pada umumnya,sebagaimana kita tahu penuh dengan kompetisi,produsen yang buanyak,harga yang amat variatif,sebagai pemula, kadang saya agak keder lihat semisal merk “Dannis”,yang begitu kuat di pengiklanan,yang tentunya butuh modal tidak sedikit…sedang saya mana kuat beriklan dengan budget puluhan juta sementara modal yang dibutuhkan untuk penyediaan barang aja kadang masih kurang…
    Atau mau bikin sistem katalog kaya’ Toyusin,juga nggak murah…apalagi pasca kenaikan BBM,semua biaya naik tak terkira…

    Tolong dong pak,saya dikasih ide-ide baru,….apalagi busana muslim selalu boom hanya di 4 bulan menjelang lebaran,sementara 4 bulan pasca lebaran,penjualan menurun drastis…apa pak Rony punya rumus/resep jitu bagaimana tetap mempunyai cashflow bagus di waktu pasca lebaran…

    Atau mungkin saya bisa dapat info peluang/kerjasama baru yang menarik dengan bapak,saya kan juga ingin sukses seperti pak rony.

    Salam
    Dwi

    Suka

  25. Ibu Dwi,
    Terima kasih atas apresiasinya terhadap Manet. Kalau dibilang sukses, itu relatif. Kalau dari segi omset atau uang, mungkin belum apa-apa dibandingkan yang lain. Usaha saya ini baru bangkit lagi dari kegagalan di Tanah Abang. Alhamdulillah saya belajar dari kegagalan itu.

    Ibu tinggal di mana? Kalau di Jakarta, insya Allah kita bisa ketemu. Tapi sebelumnya buat janji dulu ya.

    Menjadi business coach? Rasanya saya belum punya kualifikasi untuk itu. Saya ini mantan ‘pasien’ yang baru sembuh. Namun pada prinsipnya saya bersedia membantu sebisa saya.

    Mengenai pengembangan bisnis. Dannis atau Toyusin itu bisa berhasil karena masing-masing punya strategi yang jitu. Strategi tersebut mereka temukan dari proses trial error yang panjang tentunya. Dannis kuat di iklan, mungkin karena selama ini mereka rasakan keberhasilannya berasal dari iklan yang masif itu. Toyusin mungkin merasakan sukses dari katalognya. Itu mungkin ‘resep’ sukses mereka. Bagaimana dengan ibu? Ibu tentunya juga punya rahasia sukses yang tidak dimiliki oleh merk lain. Mungkin kualitas bahan, harga yang murah, model yang banyak, pelayanan, dll. Bila ibu sudah dapat mengidentifikasi resep suksesnya selama ini, jadikan itu sebagai faktor diferensiasi dari produk lain. Jadi, konsumen akan merasakan perbedaan itu dibandingkan dengan yang lain. Untuk sukses, kita harus tampil beda.

    Mengenai ide-ide, mungkin sudah banyak saya tulis di blog saya. Itu semua bukan sekedar teori, tapi sudah saya praktekkan. Melalui tulisan tersebut, saya ingin berbagi resep sukses versi saya. Saya harap ada manfaatnya bagi yang membaca. Bila dipraktekkan, tentunya.

    Cashflow pasca lebaran. Ada beberapa cara untuk mengatasinya, misalnya dengan membuat produk yang tidak musiman sifatnya. Untuk busana anak, mungkin ibu bisa buat model untuk dipakai sehari-hari. Misalnya bahan kaos yang bisa dipakai anak-anak agar tidak membatasi gerakannya. Saya dengar Dannis sudah mulai produksi kaos juga. Mungkin itu yang bisa diterapkan.

    Untuk kerja sama, insya Allah bila ada kecocokan bisa kita lakukan. Kalau boleh tahu produk ibu merk-nya apa?

    Semoga terjawab. Kurang lebihnya saya mohon maaf.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb,

    Roni

    Suka

  26. Bung Roni,
    Terima kasih atas emailnya. Saya sangat senang akan tanggapannya. Maaf
    saya juga menyela waktu kesibukan Anda.

    Juga terima kasih atas saran dan pemberian semangatnya kepada saya. Saya
    berharap bung Roni tidak akan bosan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
    atau email saya di kemudian hari.

    Omong-omong kapan Anda akan tulis dalam draft buku. Betul, saya yakin
    kalau Anda tulis dalam buku akan sangat menarik. Hanya mestinya formatnya
    beda antara yang di blog dan buku. Nanti kalau semuanya Anda keluarkan di
    blog, bukunya nggak laku dong. Karena semuanya bisa akses di internet.

    Saya ingin menanggapi tulisan Anda di blog Anda mengenai kekuatan ‘daya’
    pikiran. Ya, kadang saya juga pernah mengalami seperti yang Anda
    ceritakan. Hanya, ada beberapa yang bersifat instan dan ada yang kadang
    ada jeda waktunya. Contohnya misalnya, wah saya ngiler nih makan steak eh,
    dalam beberapa jam ada orang yang traktir steak. Dan beberapa kejadian
    begitu itu. Dulu, pas tahun 1996 ketika saya baru saja lulus S1 saya
    tiba-tiba punya ide, eh, gimana kalau aku jadi dosen aja ya? Gara-gara
    sebel karena dosen saya tidak suka dengan saya dan hampir tidak meluluskan
    saya. Eh, kok dalam setahun kemudian saya jadi dosen betulan. Tapi menjadi
    dosen tetapnya 8 tahun kemudian sih. Atau pernah saya punya ide (gila) pas
    pad waktu itu, wah nanti saya pengennya ambil S2 di Amerika aja. Saya
    bosan dengan sesuatu yang menyangkut Jepang. Dan saya sangat tidak
    menyangka ide itu terwujud tahun 2001. Padahal, secara akademik saya
    biasa-biasa saja. Bahkan, saya tidak punya koneksi dengan Amerika apapun
    dari sisi akademik. Saya tidak tahu apakah ini sebuah kebetulan atau
    sebuah ‘power’ dari pemikiran kita? Wallahuallam. Bagaimana menurut bung
    Roni?

    Bicara mengenai pikiran saya punya cerita menarik. Dua hari yang lalu,
    kebetulan saya menonton program National Geographic yang menceritakan
    mengenai otak Einstein. Ternyata otak Einstein ini disimpan oleh seorang
    dokter bernama Thomas Harvey yang mengotopsi mayat Einstein. Dia mengambil
    otaknya dan menyimpannya dengan rapi. Kemudian banyak orang ingin
    menyelidiki faktor apa yang membuat Einsten sangat jenius. Ada 2 orang
    peneliti yang tertarik untuk menyelidikinya. Seorang neurolog dan seorang
    lagi ahli apa saya lupa. Si neurolog punya keyakinan bahwa otak Einstein
    secara biologis sangat bagus karena memang begitu dari ‘sono’nya.
    Sementara peneliti satunya punya keyakinan bahwa Einstein jenius karena
    ide dan imajinasinya. Ternyata, kedua teori tersebut mendukung
    kedua-duanya. Secara fisik, otak Einstein memang berbeda dari manusia
    biasa. Otaknya lebih besar 15 persen dan sel glial (sel penghubung) lebih
    banyak dibanding otak orang biasa. Nah, yang menariknya adalah imajinasi
    Einstein juga luar biasa. Dia mengatakan bahwa imajinasi lebih penting
    daripada pengetahuan karena imajinasi tanpa batas dan pengetahuan ada
    batasnya. Kemudian juga waktu ditanya kenapa dia jenius dibandingkan
    dengan orang lain, dia menjawab apa yang membedakannya dengan orang lain
    karena dia menganalisa dan menjawab soal lebih lama dibanding dengan
    lainnya. Mungkin berjam-jam, berhari-hari atau bertahun-tahun. Kekuatan
    pikiran memang luar biasa!

    Saya sangat tertarik dengan kekuatan pikiran. Saya berharap bung Roni
    jangan bosan-bosan untuk menjawab email atau pertanyaan-pertanyaan saya di
    kemudian hari. Salam untuk keluarga. Sukses selalu.

    Wassalam,
    Meta

    Suka

  27. Benar, Bu Meta. Seperti yang tertulis dalam blog pribadi saya di
    http://www.roni-journey.blogspot.com: to know is nothing at all, to imagine is
    everything. Banyak orang pintar, tapi sebatas skill atau teknis saja.
    Padahal otak kita kalau dirangsang untuk berimajinasi, hasilnya luar biasa.
    Banyak catatan sejarah pencapaian umat manusia karena ada segelintir orang
    yang punya imajinasi tinggi, tidak sekedar pintar. Wright bersaudara, Thomas
    Edison, Galileo, Da Vinci, Bill Gates, mereka semua digerakkan oleh
    imajinasi pikiran mereka.

    Bagaimana dengan kita? Pada dasarnya kita semua punya daya imajinasi. Waktu
    kecil saya suka baca komik dan novel petualangan. Imajinasi saya
    melayang-layang bebas. Rupanya setelah dewasa, kenal pendidikan, doktrin2,
    pengaruh lingkungan, tuntutan hidup, imajinasi saya jadi sempit. Terjebak
    oleh rutinitas harian. Padahal rutininas itu belum tentu membawa kita ke
    arah yang kita inginkan.

    Marilah berimajinasi.

    Demikian tanggapan dari saya. Senang sekali bisa bertukar pikiran dengan
    anda.

    Wassalam,

    Roni

    Suka

  28. Assalamualaikum wr wb.
    Salam Kenal, Pak Roni terhormat, Nama saya M Fahmi Tri W, dari
    Yogyakarta, saya sudah sering baca weblogsnya pak roni yang sangat
    membantu saya untuk belajar berbisnis, anyway dalam email yang bapak
    kirim kepada orng yg konsultasi ttg bisnis HPnya bapak bilang kalo bpk
    punya e-book yang bisa membantu dlm melancarkan bisnisnya, yang saya
    ingin tanyakan bisa ga saya mendapatkan e-book yang serupa dari pak
    roni..??
    saya berharap pak roni bersedia untuk membagikan e-book tersebut kepada
    saya, terimakasih atas kesediaan dan waktunya…,wassalam
    Alamat email saya el_tonyon21@ayahoo.com

    Regard.
    Fahmi

    Suka

  29. Pak Fahmi, untuk mendapatkan e-book Instant Cashflow, anda bisa dapatkan di
    alamat email yang sengaja saya buat untuk keperluan ini. Alamatnya di
    millionsideas@yahoo.com. ID nya: millionsideas, Passwordnya: cobalagi. Buka
    folder BULK.

    Semoga bermanfaat. Saya tunggu sharing cerita suksesnya.

    Salam,

    Roni

    Suka

  30. bPK. rONI, Yth :

    Terima kasih atas kesediaannya selama ini membantu
    saya.
    Saya diakan juga semoga Alloh Selalu melindungi bapak
    dan Keluarga, sehingga selalu dapan menjalanka
    aktivitas sehari-hari, semoga Bapak dan keluarga sehat
    wal afiat. Dan semoga Bisnis Bapak Lancar dan tidak
    mendapat halangan suatu apapun. Juga semoga dengan
    kelancaran bisnisnya Bapak bisa membantu orang lain.
    Amiin.

    Wassalam,

    Ade

    Suka

  31. Pak Purwoko,
    Terbukti, tulisan saya tidak bohong. Anda sendiri telah membuktikannya. Anda telah dibimbing untuk bertemu dengan saya, meskipun hanya melalui blog.

    Kita bisa bertemu. Asal buat janji sebelumnya. Alamat saya ada di http://www.manetvision.com/info. Untuk menjadi business coaching, mungkin saya belum memenuhi kualifikasi seorang coach. Saya masih perlu belajar banyak lagi. Tapi sekedar bantu memberi saran, insya Allah saya bersedia, semampu saya.

    Salam,

    Roni

    Suka

  32. assalamualaikum wr wb.

    semoga pak roni dan keluarga dalam keadaan sehat, selalu dalam lindungan dan kasih sayang allah swt. hari ini saya surfing internet, dan tanpa sengaja menemukan http://roniyuzirman.blogspot.com/. saya mebaca usaha bapak disebut-sebut oleh tung desem waringin dalam bukunya: financial revolution.

    bersama ini saya mengajukan permohonan agar pak roni berkenan kiranya menjadi mentor saya. sebagai perkenalan, saya purwoko widodo, pria 27 tahun. dulu saya sempat kuliah di universitas negeri padang, dan belum tamat. saat ini saya bekerja sebagai operator warnet dan forex trader di internet. posisi saya sekarang di jakarta barat, dekat dengan kampus mercu buana.

    saya ingin menjadi pengusaha sukses seperti pak roni, pak tung desem waringin, purdi e chandra, dan pengusaha2 sukses lainnya. baru2 ini saya berkesempatan mengikuti seminar pak purdi e chandra. saya sangat menyukai buku2 yang bernuansa sukses dan menjadi kaya, diantara buku yang pernah saya baca: berpikir dan berjiwa besar, buku2 robert t kiyosaki, financial revolution, buku2 ary ginanjar, dan lain-lain. saya sangat ingin mengaplikasikan ilmu2 yang saya peroleh dari buku2 tersebut dalam kehidupan. untuk itulah saya sangat membutuhkan seorang mentor seperti pak roni.

    saya juga mempunyai teman kuliah yang berasal dari bukittinggi, yang sama2 mempunyai minat ingin jadi pengusaha sukses. nama teman saya tersebut khairul yanis. saya berencana mengajak teman saya tersebut untuk bersilaturahim ke tempat bapak. untuk itu mohon penjelasan kira2 kapan waktu yang tepat kami bisa berkunjung ke tempat bapak.

    demikian perkenalan singkat saya.

    terima kasih

    purwoko widodo

    Suka

  33. Pak Widodo,
    Amin. Terima kasih atas doanya. Demikian juga dengan anda hendaknya.

    Untuk membantu memberi saran atau nasihat, insya Allah saya bisa, semampu saya. Tapi, untuk menjadi mentor, mungkin belum tepat. Saya belum banyak pengalaman dan ilmu pun masih sedikit. Saya baru bangkit dari kegagalan. Jadi, pengalaman suksesnya belum panjang, sebagaimana syarat untuk menjadi seorang mentor.

    Bila anda berencana untuk bersilaturahmi, saya tunggu di tempat saya. Alamat saya ada di http://www.manetvision.com/info. Saya ada di sana selama jam kerja. Sebelum berkunjung, mohon buat janji dulu. Soalnya saya kadang2 ada di luar.

    Terima kasih. Salam utk teman anda.

    Wassalam

    Roni

    Suka

  34. Saya setuju dan percaya dengan cerita ini karena saya juga selalu berpikir
    sesuatu yang saya inginkan dengan cara atau jalan yang positif. Kekuatan
    pikirian dan keinginan dibarengi dengan usaha dan doa INSYAALLAH akan cepat
    terkabul.

    mcb

    Suka

  35. Saya juga sepakat.

    Setiap kata dan pikiran bagi saya mewakili energi. Dan energi bisa
    mewujud. Energi bisa kita minta kepada sang pemilik energi: Tuhan
    penguasa Alam, Allah SWT.

    Ada jaringan energi yang tak tampak, dan ada Tangan Tuhan yang
    mengatur semua ini, yang diberikan kepada manusia, untuk menyelesaikan
    bab2 kehidupannya, bab kehidupan yang pada hakikatnya mereka minta
    sendiri.

    Sewaktu saya ingin jadi penulis, tiba-tiba di lift saya di tanya Pak
    Rhenald,”Sis, kamu pembimbingnya siapa?” “Belum dapat, Pak”. “Mau, nda
    saya bimbing”. “Wah, mau dong, Pak”. Dan …akhirnya saya pun mengerti
    teknis menulis, sempat diberi kesempatan untuk menulis di berbagai
    media pula.

    Anehnya, saya sekarang dekat sekali dengan Mas Bondan, yang diakui
    oleh Rhenald dan Hermawan, sebagai guru tulisan manajemen di
    Indonesia.

    Saya suka sekali penyembuhan alternatif dari sejak SMU. Sampai
    sekarang, salah satu cita-cita saya adalah untuk membantu/mengobati
    orang lain pakai teknik penyembuhan alternatif.

    Dan, tiba-tiba…sekarang saya sudah punya klinik kesehatan, yang jual
    berbagai macam obat china.

    Banyak lagi contohnya.

    salam,

    wasis

    Suka

  36. doa akses
    energi. Ada Iqra. membaca pola dan momentum

    Ilmu baru buatku dari pak Wasis Gunarto,
    bisa dijelaskan lebih lanjut pak tentang prakteknya dalam dunia usaha di forum ini dan belum bisa sempat ke jakarta karena jauh, saya yakin bermanfaat sekali buat yang semangat belajar dan tentu bermanfaat terutama buatku yang masih minim ilmu.

    Terima kasih,
    Salam

    Ali Sumarna

    Suka

  37. Boleh, Pak Wasis. Saya tertarik. Mungkin kita bisa saling belajar dan
    sharing. Bagaimana dengan teman-teman yang lain?

    Salam,

    Roni

    Suka

  38. Ass.wr.wb
    Ketika tadi mengikuti acara qurban di rmh nenek,tiba-tiba saya ingin sekali ke warnet,setelah di warnet saya langsung membuka situs favorit saya(www.purdiechandra.com),saya tertarik dg tulisan Pak Roni mengenai mind Power,karena sudah lama saya memiliki buku piece of mind dan ingin sekali mengikuti pelatihannya.
    Ketika asyik membaca tiba-tiba saya menerima sms yg isinya tawaran utk mengikuti pelatihan Mind Fokus(The Efectife Prayer),Subhanallah…Allah telah menuntun saya..

    Salam Sukses dari bdg.

    Suka

  39. salam uda roni,
    sungguh luar biasa inspirasi n semangat blog anda pak,sudah sebulan lebih saya trus membaca update blog anda.jiwa interpreneur saya makin nambah.Fokus n konsisten!! Go…Sukses!

    Suka

  40. Maha Kuasa Allah yg Telah menganugrahkan kita pikiran, Ia telah Menciptakan hukum causalias (law of causality) yg salah satunya disebut dgn law of attraction (hukum tarik menarik) dimana apa2 yg kita pikirkan akan MENARIK alam untuk mewujudkannya, entah itu positif atau negatif..
    Jadi, isi lah otak kita dgn pikhran2 yg positive saja!
    salam Knal!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s