Cara Menangkap Kupu-Kupu

Menyambung tulisan kemarin, kali ini saya mau melanjutkan lagi cerita mengenai building wealth dari Roger Hamilton.

Tujuan cerita ini adalah ingin membedakan antara income dan kekayaan melalui analogi menangkap kupu-kupu.

Ada 2 cara menangkap kupu-kupu:

Cara pertama adalah dengan menggunakan jaring. Semakin piawai menggunakan jaring ini, semakin banyaklah kupu-kupu yang tertangkap.

Bagaimana kalau jaringnya diperbesar? Tentu semakin banyak lagi kupu-kupu yang tertangkap.

Apalagi kalau dilengkapi dengan seminar, membaca buku dan training mengenai menangkap kupu-kupu, semakin lengkaplah persenjataannya.

Tapi, lama kelamaan dirasakan ada salah dengan cara seperti ini. Sipenangkap harus bangun setiap hari dan bekerja dari pagi sampai malam untuk mengumpulkan kupu-kupu itu sepanjang hidupnya. Satu hari saja dia libur atau absen, maka hari itu jaring ikut kosong melompong.

Dia mulai berpikir, bahwa menangkap kupu-kupu dengan cara ini dirasakan tidak lagi efektif dan melelahkan. Dia mencari cara lain yang lebih efektif, mudah dan tidak menghabiskan waktu dan tenaga seumur hidupnya. Dia ingin menikmati hidupnya.

Akhirnya, ditemukanlah cara kedua.

Cara kedua adalah dengan membuat taman. Taman yang penuh ditumbuhi bunga semerbak dan wangi. Taman yang dirawat, disiangi dan diairi dengan baik itu akhirnya menarik banyak kupu-kupu untuk hinggap di sana.

Sejalan dengan waktu, usaha untuk memelihara taman pun semakin sedikit. Namun kupu-kupu tetap saja hinggap semakin banyak di sana.

Si pemilik taman pun tidak pernah khawatir lagi bila taman itu ditinggalkan untuk berapa lama pun. Kupu-kupu tetap senang berkoloni di sana. Bahkan binatang lain pun mulai hinggap, seperti burung, kumbang dan serangga lainnya.

Analogi jaring itu menggambarkan orang yang mencari uang atau mengumpulkan income, baik dari bisnis atau pun dari gaji.

Sedangkan analogi taman, menggambarkan orang yang membangun kekayaan yang bagaikan sungai besar yang tidak pernah kering airnya.

Anda pilih yang mana? Menangkap kupu-kupu dengan jaring atau dengan membangun taman?

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni,
Owner, Manet Busana Muslim
Managing Partner, Quantum Business and Investment
Founder, Komunitas TDA

NB – Kemarin telah disepakati untuk dilakukan penandatanganan akte pendiri TDA Finance akan dilaksanakan pada hari Sabtu 21 Juli 2007, jam 8-12 WIB di lantai 6 gedung Arthaloka (PNM).

NB 2 – Malam ini insya Allah saya akan menghadiri malam penganugerahan The Indonesia Small & Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA) 2007 di Hotel Sahid Jaya. Sebuah penghargaan bagi para TDA yang berprestasi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s