Business, Leadership

The Wisdom of T.P. Rachmat

Ini adalah daftar kesan para sahabat atau orang-orang terdekatnya mengenai figur yang dikenal rendah hati dan humanis ini. Semangat, sikap, gagasan dan kearifannya ini telah dibangunnya selama menakhodai Astra.

Nilai-nilai inilah yang kemudian ditebarkannya di perusahaan-perusahaan yang didirikannya:

– Sangat menjunjung profesionalisme, terlihat saat aktif sebagai eksekutif di Astra, Teddy tidak mau terlibat aktif di perusahaan yang didirikannnya, bahkan sebagai pemegang saham, ia tidak mau tercantum sebagai komisarisnya.

– Sangat loyal kepada perusahaan, terbukti dengan pengabdiannya sampai puluhan tahun di Astra.

– Konsisten dengan perkataan dan perbuatannya.

– Memegang teguh perkataan dan perbuatannya.

– Rendah hati dan tidak suka menonjolkan diri, terlihat dari penampilannya yang sederhana dan tidak mau mengutamakan uang.

– Sangat peduli dengan kesulitan orang lain dan lingkungan. Karena ia memiliki prinsip untuk mendapat berkah dari Tuhan, maka harus banyak berbagi kepada sesama.

– Sosok yang religius.

– Sikapnya sangat terbuka dan mau bekerja sama dengan siapa pun.

– Menghargai orang, termasuk karyawan.

– Berjiwa besar, termasuk memaafkan kesalahan orang lain.

– Penuh perhitungan dalam berbisnis dan berani mengambil risiko.

– Spirit kepemimpinannya luar biasa, mau mendengarkan dan mampu mengambil keputusan di saat tepat.

– Komitmennya sangat tinggi baik terhadap perusahaan maupun karyawan.

– Memiliki passion dalam bekerja sehingga tidak sekedar bekerja inovatif, tapi juga selalu menciptakan hal baru.

– Pribadi yang sangat tahu apa yang diinginkannya, dan bekerja keras untuk mewujudkannya dengan penuh dedikasi dan integritas. Gigih, teguh, ulet dan disiplin.

– Pribadi yang mau terus belajar.

– Positive thinking, semua dilihat dari kacamata baiknya yang kadang kala membuat ia terlihat terlalu baik dan tidak tegaan, tidak pernah marah.

– Memberikan keleluasaan kepada anak buahnya untuk melakukan yang terbaik.

Semoga bermanfaat bagi saya dan kita semua yang tengah meretas jalan menuju TDA.

Sumber: SWA

Salam FUUNtastic!

Wassalam,

Roni

NB – Masih ingat cerita saya tentang perjalanan slow traveling di Bandung yang terinspirasi dari buku In Praise of Slow karya Carl Honore? Ini ada cerita menarik dari Ed Gillespie, seorang slow traveler keliling dunia tanpa menggunakan pesawat. “We want to experience the benefits of international travel without causing massive carbon damage to the climate by flying. The journey is the reward and getting there is half the fun”, katanya.

Sambil mengetik blog ini, saya juga mendengarkan slow music dari Andrea Bocelli

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s