Life

Making A Masterpiece

Untuk membunuh kesuntukan di tengah kemacetan Jakarta, saya memutuskan untuk menyetel album dari Rafi, seorang drummer cilik Indonesia.

Terdengar sebuah lagu berjudul Masterpiece yang disuarakan oleh Vann Johnson.

Making a masterpiece….Making a masterpiece…Make each day a masterpiece…

Hmmm, dalem juga maksud lagu ini, batin saya.

Liriknya sih nggak banyak. Cuma kata-kata ‘making a masterpiece’ aja yang diulang-ulang. Maklum, ini adalah album jazz instrumental.

Saya jadi termenung. Mulai membayangkan apa maksud dari lirik itu.

Saya teringat cerita dua orang tukang bangunan, yang sama-sama tengah memasang batu bata di sebuah tembok.

Ketika ditanya apa yang mereka lakukan, kedua tukang bangunan itu memberikan jawaban yang berbeda.

Tukang bangunan pertama menjawab ia sedang memasang batu bata.

Tukang bangunan kedua menjawab ia sedang membangun masjid terbesar dan termegah di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal.

Tukang bangunan yang kedua, membuat sebuah masterpiece, menurut saya.

Kisah ini bisa mencerminkan diri kita. Apakah kita termasuk kelompok tukang bangunan pertama atau kedua?

Saya sendiri dalam perjalanan mengantarkan disainer Manet untuk membeli bahan di Mangga Dua. Bahan itu akan diolahnya menjadi sebuah baju. Sebuah masterpiece. Manet sendiri adalah masterpiece buat saya.

Saya juga akan membeli sebuah kamera digital pengganti kamera yang hilang sebelumnya. Hasil foto itu salah satunya akan digunakan untuk mengisi blog ini. Blog ini adalah masterpiece bagi saya.

Dari blog ini lahirlah Komunitas TDA. Sebuah komunitas luar biasa dengan orang-orang yang luar biasa. Komunitas TDA adalah masterpiece bagi saya.

Setiap hari, apa pun yang saya lakukan adalah membuat masterpiece bagi kehidupan saya.

Masterpiece tidak hanya milik Michael Angelo, Da Vinci, Rembrandt atau para seniman yang punya maha karya saja.

Kita semua adalah pembuat masterpiece, minimal bagi diri kita sendiri. Kita adalah masterpiece bagi orang-orang yang kita cintai. Apa pun yang kita lakukan adalah membuat masterpiece.

Making a masterpiece…Making a masterpiece…Make each day a masterpiece…

Hari ini saya mau membuat masterpiece lagi…

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni,
Owner, Manet Busana Muslim (my masterpiece)

NB – Perkenalkan blog-blog milik member TDA. Di antaranya blog Pak Parvidia Pakaya (internet marketer), Pak Adib Munajib (praktisi ritel), Pak Asep Erwin (pemenang disain logo TDA), Pak Anugerah Perdana (TDA Bandung) dan Pak Hatta Adhy Noor (aktivis TDA Joglo). Insya Allah isinya bermanfaat.

Selain itu juga ada web bisnis milik member TDA yang mungkin bisa menjadi mitra anda: Pak Dawud, Pak Ahmad Sarifudin, Pak Ramdhan dan Pak Budi Prakoso.

IKLAN: Saya lagi bantuin adik saya nih. Bisnisnya adalah spesialis kaos promosi. Kalau anda butuh kaos promosi atau seragam, Silakan klik di sini. Blognya baru saya buatkan.

Iklan
Standar

2 thoughts on “Making A Masterpiece

  1. dawud abd berkata:

    Terima kasih pak Rony, atas mmperkenalkannya webstore sy moslem-shop.com; dr statistic tracker sy, bnyk visitor dtg dr link blog pak Rony

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s