Mindset, Wealth

Less Action, More Attraction

Dalam sebuah seminar, seorang pembicara bertanya kepada para peserta: “Apa yang membedakan antara orang kaya dan orang yang biasa-biasa saja?”

Hampir semua peserta menjawab: “Take action!”

“Betul. Tapi tidak tepat”, jawab si pembicara.

“Yang tepat adalah, orang kaya tidak melakukan action, tapi mereka melakukan attraction (menarik)”, jawabnya.

Lho, kok ada teori baru lagi nih, batin saya. Dan mungkin juga sebagian besar peserta merasa bingung dengan pernyataannya.

Selama ini kita selalu diminta untuk “take action” supaya sukses. Take action miracle happen, no action nothing happen.

“Ya, itu benar. Tapi buat orang kaya, tidak ada istilah take action lagi”, tukas si pembicara.

“Mereka levelnya sudah beda. Cara mereka memperoleh kekayaan adalah dengan attraction”.

Hmmm… Interesting idea…

Pikiran saya melayang. Membayangkan orang-orang sukses yang menerapkan attraction ini.

Saya bayangkan Pak Tung. Dalam sebuah seminar ia pernah menyatakan ingin membuat sebuah sekolah.

Setelah seminar, serta merta berdatangan banyak penawaran kerja sama dengannya.

Ada orang yang sudah punya sekolah menawarkan agar Pak Tung tidak usah membuat sekolah sendiri. Pak Tung tinggal masuk saja ke sekolahnya dan otomatis menjadi pemilik atau komisarisnya.

Pak Tung telah melakukan attraction dengan less action. Tanpa keluar uang, sekolah pun dapat.

Ada juga ceritanya Aa Gym.

Dalam sebuah ceramah, Aa bercerita mengenai rencananya membua komplek perumahan.
Luar biasa, seluruh rumah itu habis dipesan oleh jamaah selepas ceramah itu.

Aa Gym membuat rumah itu nyaris tanpa modal. Hanya berbekal attraction saja.

Ada orang yang punya tanah, tapi tidak punya modal untuk membangun. Ia meminta tolong Aa untuk membangunkannya.

Ada perusahaan kontraktor yang ingin membangun tapi tidak punya lahan.

Ada lembaga keuangan yang mencari peminjam yang amanah.

Ada calon pembeli yang ingin bertransaksi hanya dengan orang yang bisa dipercaya.

Kemudian Aa ‘mengawinkan’ saja semua kepentingan itu. Maka jadilah sebuah komplek perumahan yang laris manis.

Aa juga telah mempraktekkan attraction itu.

Pertanyaannya:

Apakah Pak Tung dan Aa Gym melakukan take action?

Ya, tapi sedikit. Yang lebih banyak adalah ‘attraction’.

Less action, more attraction. Itulah permainannya orang kaya.

Tapi, dari mana mereka bisa melakukan attraction itu. Jelas, awalnya adalah dari action dulu. Sekian lama mereka ‘take action’ melakukan berbagai hal untuk membangun nama dan kredibilitas. Kemudian nama besar itu menjadi ‘attraction’ alias magnet bagi kekayaan.

Ide ini semalam juga saya share dalam pertemuan kelompok mastermind saya.

Isn’t that interesting?

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni,
Owner, Manet Busana Muslim
Founder, Komunitas TDA

NB – Ikuti TDA Business Conference at Yahoo! Messenger bersama saya hari ini jam 14-16 WIB. Topiknya adalah Wealth Profile. Silakan daftar ke Y!M: irfan_andriana.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s