Business

Ikut MLM Lagi?

Teriakan yes! yes! yes! membahana begitu seorang pembicara sukses mengucapkan sesuatu yang membangkitkan semangat para hadirin.

Musik motivasi penuh semangat pun menghiasi acara yang berlangsung meriah ini.

Ya, tadi sore saya baru saja menghadiri sebuah pertemuan para distributor dari sebuah perusahaan MLM Lampe Berger.

Saya hadir karena diajak oleh seorang teman. Saya memang biasanya selalu open minded terhadap peluang apa pun yang datang. Jadi, ketika ditawari dan kebetulan ada waktu, saya ikut aja.

Suasana seperti ini mengingatkan saya sewaktu masih kuliah dulu. Ketika itu saya ikut sebuah perusahaan MLM, Amway.

Meski pun tidak sukses, tapi saya belajar banyak darinya. Dari sinilah saya mulai kenal buku-buku pengembangan pribadi dari Dale Carnegie, David Schwartz, Denis Waitley dan Stephen Covey. Saya jadi kenal banyak orang. Mental pun jadi lebih kuat, karena tak sedikit orang yang mendemotivasi saya ketika itu.

Kondisi saya sekarang ini, saya akui juga banyak dipengaruhi oleh tempaan ketika mengikuti perusahaan network marketing tertua itu.

Saat ini saya ikut tidak hanya satu perusahaan, melainkan banyak perusahaan. Beberapa di antaranya adalah Amway, Tianshi, K-Link, HPA, Sophie Martin, IFA, Oriflame, Capriasi. Itu yang saya ingat. Hehehe…

Kok banyak amat?

Ya. Saya ikut karena beberapa alasan, di antaranya:

1. “Dipaksa” join. Ya sudah, saya join aja karena nggak enak. Saya join Amway lagi karena bujuk rayu dari Pak Iim.

2. Karena saya menyukai produknya. Contohnya adalah K-Link. Produk klorofil cairnya saya gunakan sampai sekarang. Klorofil cair itu saya minum karena rekomendasi dari guru saya, Pak Tung. Suplemen cair itu katanya lebih cepat larut dibandingkan kapsul.

3. Karena membantu dan memudahkan keluarga yang sakit. Contohnya HPA. Saya ikut karena orang tua saya sering berobat di sebuah klinik herbal yang merekomendasikan suplemen dari perusahaan tersebut. Ya sudah, saya ikut aja, supaya dapat harga distributor.

4. Karena saya berbisnis di bidang fashion dan berhubungan dengan konsumen wanita. Perusahaan seperti Sophie Martin, Oriflame dan Capriasi menjadi rujukan saya.

5. Karena ingin mempelajari sistimnya. Beberapa perusahaan itu mempunyai sistim yang baik dan teruji. Apa salahnya kalau ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) sistim mereka?

Dari sekian perusahaan itu, manakah yang saya aktif menjalankannya? Tidak ada. Saya hanya mengkonsumsi saja.

Ikut MLM adalah salah satu rekomendasi dari Robert Kiyosaki dan Robert Allen dalam rangka meraih financial freedom dan multiple sources of income. Banyak orang yang sudah membuktikannya.

Tapi, memang tidak semuanya sukses. Hukum pareto juga berlaku di bisnis ini. Mungkin hanya 5% saja membernya yang berhasil, sementara sisanya sebagai penggembira.

Anda tertarik ikut MLM? Atau, kenapa tidak bikin perusahaan MLM sendiri aja? Isn’t that interesting?

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni,
Owner, Manet Busana Muslim

NB – Akhirnya saya daftar juga internet broadband dari Indosat M2. Untuk saat ini, hasilnya memuaskan. Ngacir!…

Iklan
Standar

One thought on “Ikut MLM Lagi?

  1. mantugaul berkata:

    Tak ada juara di dua bidang. Susi Susanti bisa sukses di badminton tapi tidak di tenis. SBY bisa sukses jadi presiden tapi tidak jadi penyanyi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s