Wealth

Pak Jonru Telah Menemukan Wealth Profile-nya. Bagaimana dengan Anda?

Saya baru saja membuka statistik blog ini dan menemukan beberapa pengunjung berasal dari blognya Pak Jonru, seorang penulis.

Apa yang diceritakan Pak Jonru di blognya?

Pak Jonru menyampaikan pernyataan maaf karena tidak lagi menerima pesanan tulisan, pembuatan buku dan sebagainya.

Kenapa?

Karena bekerja sebagai penerima pesanan itu membuatnya tidak nyaman. Membuatnya stres karena dikejar-kejar deadline terus.

Padahal, ia adalah seorang penulis kreatif yang hidup dari ide-ide kreatifnya, bukan penulis ‘tukang’.

Saya senang membaca postingannya ini. Akhirnya Pak Jonru memutuskan untuk menjadi orang yang ‘merdeka’ dari tekanan dan deadline itu.

Dalam kesempatan TDA Business Conference melalui Yahoo! Messenger hari Kamis pekan lalu, saya memang mengangkat topik Wealth Profile ini.

Pak Jonru, berulang kali bertanya perihal persoalan yang dihadapinya saat ini.

Dari ceritanya, saya berkesimpulan bahwa ia adalah seorang Creator, bukan Mechanic atau pun Supporter yang selama ini dilakukannya.

Melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan selamat kepada Pak Jonru yang telah menemukan jalan hidupnya yang alami dan menjadi orang yang merdeka. Insya Allah, rezeki akan mengalir juga secara alami.

Salam FUUUNtastic!
Sudahkah anda menemukan Wealth Profile Anda?

Wassalam,

Roni,
Owner, Manet Busana Muslim
Founder, Komunitas TDA
——————————

Tulisan ini mendapat tanggapan langsung dari Pak Jonru di milis. Dan menarik sekali jika disimak cerita lengkapnya:

Assallamualaikum,
Rasanya surprise sekali ketika pagi ini online, saya membaca ucapan selamat dari Pak Roni.

Terima kasih banyak Pak Roni. Saya juga merasa bahwa business conference tanggal 16 Agustus lalu merupakan sebuah SEJARAH BESAR bagi perjalanan hidup saya. Karena dari uraian Pak Roni, saya akhirnya mengetahui wealth profile saya yang sebenarnya. Alhamdulillah, saya harus bersyukur pada Allah atas karunia ini.

Sekadar sharing, beberapa bulan lalu saya sebenarnya cukup stress. Hal ini antara lain disebabkan gagalnya proyek-proyek pesanan yang saya kerjakan. Selain itu, saya juga hampir tak punya sumber penghasilan lagi. Terpaksa saya pinjam sana pinjam sini alias berhutang. Kartu kredit yang sudah lama saya hindari, pun terpaksa digunakan lagi.

Alhamdulillah, titik cerah mulai ada ketika Allah memberikan saya ide untuk menyelenggarakan sekolah-menulis online lewat situs www.belajarmenulis.com. Dari kegiatan inilah rezeki mulai mengalir, dan stress saya hilang tak berbekas.

Sewaktu mendirikan sekolah-online tersebut, saya sebenarnya belum tahu apa wealth profile saya. Saya bahkan belum pernah mendengar istilah itu. Tapi saat itu saya sudah mulai punya ide untuk meninggalkan semua job yang berbau pesanan.

Kenapa? Sebab saya mulai sadar mengenai kecenderungan saya selama ini. Bayangkan saja: Ketika saya sedang DIBURU DEADLINE untuk menyelesaikan sebuah proyek pesanan bernilai jutaan rupiah, saya malah asyik mengutak-atik situs PenulisLepas.com yang jelas-jelas cuma hobi dan tidak mendatangkan uang (setidaknya saat ini). Saya sebenarnya tahu bahwa saya sedang diburu deadline, dan saya bisa kehilangan sumber rezeki dengan jumlah yang amat besar. Tapi saya sama sekali tidak peduli. Itulah salah satu keanehan saya!

Dulu saya belum pernah kepikiran untuk meninggalkan semua proyek pesanan, karena:1. Saya masih berpikir bahwa SAYA BISA mengerjakannya.2. Saya belum menemukan wealth profile saya.3. Saya belum punya gambaran mengenai sumber penghasilan lain.

Namun setelah mendirikan sekolah-menulis online, dan rezeki mulai mengalir, alhamdulillah…. saya merasa lebih percaya diri. Selain itu, sejak 1 Agustus lalu saya juga mulai menekuni internet marketing dan bergabung dengan Asian Brain. Sebab saya merasa bahwa internet marketing cocok dengan orang seperti saya. Saya membayangkan, suatu saat nanti saya bisa mendapatkan banyak rezeki dari bisnis online (google adsense, affiliate programs, dst), sehingga saya tak perlu repot-repot lagi menggarap proyek-proyek pesanan yang hanya membuat stress.

* * *
Saya ingin mengutip definisi “membangun kekayaan” yang dijelaskan oleh Pak Roni di blognya:
“Membangun kekayaan berbeda dengan menciptakan penghasilan (income). Membangun kekayaan adalah membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya.”

Saya sangat setuju dengan definisi ini, karena saya pun sudah membuktikannya:
Ketika saya masih TDB, saya punya kinerja yang sangat buruk. Banyak tugas kantor yang terbengkalai selama BERTAHUN-TAHUN. Bayangkan! Bertahun-tahun!

Saya bahkan sudah pernah mendapat SP1, dan nyaris mendapat SP2. Dan sejujurnya, salah satu pemicu utama saya untuk resign dari kantor ketika itu, saya ingin “memecat diri sendiri” sebelum pihak perusahaan yang memecat saya. Saya sangat yakin, PHK bagi saya tinggal menunggu waktu yang tepat. Jika saya masih bertahan sebagai TDB, sekitar bulan September 2007 Insya Allah saya sudah kena PHK dan tidak mendapat pesangon sepeser pun (ini sudah dijelaskan dengan amat jelas dalam SP1).

Ketika masih menerima proyek-proyek pesanan dan hampir semuanya molor dikerjakan, tentu saja para klien kecewa pada saya. Mereka marah-marah dan kehilangan kepercayaan terhadap saya.

Kesimpulan:Ketika masih TDB dan menggarap proyek-proyek pesanan, saya SANGAT SULIT “membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya.” Boleh dikatakan, reputasi saya di mata teman-teman kantor saya dulu, juga di mata para klien yang memberikan saya proyek-proyek pesanan, SANGAT BURUK.

Apakah saya tidak punya reputasi sama sekali? Alhamdulillah ada! Dan baru tanggal 18 Agustus 2007 lalu saya MENYADARI bahwa reputasi dan nama baik yang saya miliki saat ini ternyata berasal dari pekerjaan-pekerjaan dan proyek-proyek saya sebagai CREATOR. Saya membangun dan mengelola www.penulisLepas.com, termasuk milis penulislepas. Saya menulis di internet. Saya menerbitkan buku (atas kemauan sendiri). Dari kegiatan-kegiatan inilah, banyak orang yang akhirnya percaya pada saya. Saya punya reputasi tersendiri di mata mereka. Saya berhasil MEMBANGUN KEKAYAAN dari kiprah saya selama ini sebagai seorang CREATOR.

Fakta inilah yang membuat saya percaya pada definisi yang ditulis Pak Roni.

* * *
Saya memang sempat berpikir bahwa saya seorang MECHANIC. Pikiran seperti inilah yang – antara lain – membuat saya punya ide untuk mencari rezeki dengan cara menerima proyek-proyek pesanan. Tapi setelah kegagalan demi kegagalan menghampiri, saya akhirnya sadar:
Ternyata saya hanya cocok menjadi mechanic bagi DIRI SENDIRI.Saya tidak bisa menjadi mechanic bagi orang lain.

Bila memaksakan diri, maka bukan hanya kegagalan yang saya dapatkan. Saya juga akan sulit MEMBANGUN KEKAYAAN. Saya akan sulit mendapatkan reputasi dan nama baik dari bidang yang satu ini.

Jika demikian faktanya, lebih baik saya tinggalkan semua proyek pesanan itu, bukan? Memang nilainya besar, bisa jutaan rupiah. Tapi reputasi dan nama baik kita jauh lebih penting, karena hal-hal seperti ini tak bisa dinilai dengan uang.

* * *
Sekarang, setelah menemukan wealth profile saya yang sebenarnya, saya merasa lebih tenang. Saya sudah berniat untuk berkonsentrasi pada bidang yang benar-benar sesuai dengan JATI DIRI saya.

Alhamdulillah…. Puji syukur ke hadirat Allah. Dan sekali lagi terima kasih banyak buat Pak Roni atas pencerahannya yang luar biasa.

(Btw… saat ini saya sebenarnya masih “berhutang” 3 proyek pesanan. Saya masih harus menyelesaikannya dalam waktu dekat. Ya, memang terasa berat. Tapi saya berharap semoga ini adalah proyek pesanan terakhir yang saya kerjakan).

Cilangkap, 20 Agustus 2007

Jonru

Iklan
Standar

6 thoughts on “Pak Jonru Telah Menemukan Wealth Profile-nya. Bagaimana dengan Anda?

  1. Ali Auza Rusitadi berkata:

    Pak, sy mau tanya.. Wealth Profile seseorang itu bisa berupa kombinasi gak? Maksud saya spt konsep Personality Plus (Florence Littauer kalo gak salah). Seseorang bisa dominan satu karakter tertentu, namun juga memiliki karakter lainnya (dalam porsi yg lebih sedikit). Kalo wealth profile seseorang juga bisa demikian? Creator (misal) tapi ada sedikit mechanics disana dan mungkin sedikit deal maker disini atapun kombinasi yg lain… Nuhun sebelumnya. Ali-Bdg

    Suka

  2. Annisa berkata:

    Saya baru mengetahui ternyata saya jg seorang Creator.. Dan itu menjawab “semua hal”. Mengapa saya lebih enjoy utak atik blog saya dan nulis di CustomerLadder.. daripada mengerjakan proyek konsultan dari Klien. Saya selama ini jg sering loncat dari satu ide bisnis ke ide bisnis lainnya.. (dan sering jengkel sendiri, krn ide blm sepenuhnya tereksekusi, kok sy sudah mau lompat ke eksekusi ide yg lainnya lagi.. hiks..)

    Saya memang baru saja habis tuntas membaca buku “Your Life you Legacy” by Roger Hamilton. Saya penasaran setelah baca sekelumit “Wealth Profile” dari buku Financial Revolution pak Tung Desem. Seharian akhirnya saya telusur di internet dan akhirnya nemu juga ebook Roger Hamilton itu.

    Suka

  3. Annisa berkata:

    Terima kasih atas artikelnya:) memberanikan saya untuk mulai menolak (sedikit demi sedikit) proyek konsultansi dari klien.. hehe.. dan fokus di kreasi project2 yg saya benar-benar cintai.. Amin..

    Suka

  4. MySelf berkata:

    Saya pun sedang gelisah seperti Jonru. Membaca tulisan ini semakin memantapkan saya untuk mengakhiri kegelisahan saya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s