Uncategorized

Berusaha Tidak Tergantung dengan Teknologi

Hari ini saya telah menerima laptop yang telah diservis. Namun, entah mengapa akses internet masih belum bisa. Modem broadband masih belum bisa dikenali. Begitu juga dengan modem wireless untuk mengakses Speedy. Otomatis, meskipun virusnya sudah dibersihkan, laptop masih tetap tak bergeming untuk mengakses internet.

Saya pun bingung. Saya merasa kesepian. Terkucilkan dari dunia maya. Tidak bisa mengakses internet beberapa hari dari rumah, membuat saya tersiksa.

Sebagai pengganti, saya pun berusaha menulis blog di kantor saat komputer tidak dipakai oleh staf saya. Tapi rasanya tidak seleluasa dengan laptop pribadi. Seperti dikejar-kejar waktu. Ide pun tidak keluar dengan lancar sebagaimana mengetik di laptop pagi hari ketika pikiran masih fresh.

Saya desperate…

Ketergantungan terhadap teknologi, dalam skala tertentu berdampak negatif. Seperti saya alami sekarang ini. Begitu tidak bisa online, saya pun bingung mau ngapain di depan komputer.

Sempat gagap beberapa saat.

Akhirnya saya putuskan. Saya tidak boleh tergantung dengan benda ini. Saya tidak boleh tergantung dengan teknologi. Saya harus tetap produktif dan enjoy tanpa kehadiran laptop.

Seperti beberapa waktu lalu saya kehilangan kamera digital dan PDA. It’s okey. Itu cuma gadget. Data hilang? Tidak masalah… Learn to forgive and to forget.

Saya ambil sisi positifnya aja sekarang. Nggak bisa online, membuat saya lebih rajin baca buku. Lebih rajin baca novel. Lebih banyak waktu untuk berpikir. Lebih banyak waktu untuk kontemplasi. Lebih banyak membuat rencana dan sebagainya…

Look at the bright side…

Kalau tidak gara-gara laptop bermasalah, mana sempat saya baca novel Laskar Pelangi yang begitu dahsyat itu?

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni

NB – Malam ini saya akan bertemu dengan seorang teman yang cukup lama tidak bertemu. Terakhir dia mengabari bahwa bisnisnya lumayan sukses. Profitnya mencapai Rp. 10 M setahun. Sepuluh M? Bisnis apa nih? Wah, saya jadi penasaran. Malam ini saya akan ketemu dia di Citos.

Iklan
Standar

2 thoughts on “Berusaha Tidak Tergantung dengan Teknologi

  1. Jennie S. Bev berkata:

    Pak Roni, salam dari seberang. Emang iya kita generasi wired ya. 🙂 But I’m also learning not to be attached to anything. Thanks for this posting.

    Suka

  2. Christiono berkata:

    :), saya juga pernah merasakan hidup hampa tanpa adanya akses internet dan komputer pak.

    btw, kenapa komputernya? jika hanya kena virus dan bukan rusak hardware mungkin saya bisa bantu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s