Komunitas TDA

TDA Disambut dengan Rasa Syukur dan Suka Cita

Masih ingat cerita saya tentang amanah yang diberikan kepada saya itu?

Nah, ini kelanjutan ceritanya.

Kemarin, dalam rapat setelah pengajian bersama para pengurus organisasi itu, saya dimintai pendapat oleh Ibu Aisyah Aminy (mantan anggota DPR) tentang bagaimana menggerakkan organisasi generasi muda yang saat ini vakum.

Beliau meminta pendapat saya, karena saya adalah pendiri organisasi itu. Saat ini organisasi itu non aktif sepeninggal saya, meskipun telah berganti ketua beberapa kali.

Saya menjawab dengan analisa saya selama ini bahwa organisasi itu tidak jalan karena tidak ada lagi kepentingan yang mengikat para anggotanya.

Di awal berdirinya, organisasi itu begitu disambut meriah. Para orang tua mendorong anak-anaknya untuk bergabung. Saat itu kepentingannya jelas: ingin saling kenal, bersilaturahmi dan…. mencari jodoh. Hahaha….

Sekarang, setelah para pendiri dan pengurusnya masing-masing sudah berkeluarga dan sibuk dengan urusannya masing-masing, kepentingan itu menjadi tidak relevan lagi.

Jadi, pertanyaan Ibu Aisyah yang diusianya yang sepuh namun masih aktif ini saya jawab karena tidak adanya lagi kepentingan yang menjadi magnet untuk berkumpulnya para generasi muda itu.

Kemudian, saya menawarkan sebuah solusi yang juga berkaitan dengan bidang yang saya pimpin di organisasi para perantau Minang asal Nagari Magek ini, yaitu Ketua Bidang Kewirausahaan.

Setelah bingung memikirkan program apa yang bisa saya buat untuk kepedulian terhadap para pengusaha di desa saya ini, tanpa sengaja muncullah TDA yang berawal dari blog ini.

Lalu saya ceritakanlah perihal Komunitas TDA ini di depan para pengurus itu. Saya cerita dari awal berdirinya, jumlah anggotanya, dan program-program TDA yang tak terhitung jumlahnya itu, termasuk keberhasilan saya meraih penghargaan Enterprise 50 dari Majalah SWA.

Para hadirin terlihat begitu senang dan antusias mendengar cerita saya ini. Bahkan, Bu Aisyah mengucap syukur atau prakarsa ini. H. Musdir – ketua organisasi ini – menyampaikan sebuah paradox, “Memang begitu Ron, di luar Roni dihargai, tapi di kampung sendiri belum tentu”. Saya hanya nyengir aja.

Beberapa hadirin menanyakan alamat situs dan nomor HP saya. Mungkin mereka ingin agar anak-anak atau anggota keluarganya bergabung dengan TDA.

Akhirnya, solusinya ketemu juga. Para anak muda itu ingin sesuatu yang menarik buat mereka saat ini, seperti dunia kerja atau bisnis. Bagi yang tertarik dengan bisnis, bergabung di TDA bisa menjadi pilihannya.

Sayang Haji Ali yang juga adalah inspirator TDA tidak hadir saat itu. Kalau hadir, tentu lebih seru lagi.

Pada saat itu, ada seorang anak muda yang tertarik bergabung dan langsung saya submit saat itu juga, karena saya memang membawa laptop.

Di akhir pertemuan, Bu Aisyah “menodong” saya untuk pulang kampung bersamanya selepas lebaran nanti. Wah….

Acara pengajian dan rapat pengurus kali ini diisi dengan ceramah mengenai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan oleh Ustadz Ferry Nur yang juga adalah ketua dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA).

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni,
Owner, Manet Busana Muslim
Founder, Komunitas TDA (webnya masih down)

NB – Simak juga, tulisan saya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris di Asia Blogging Column.

QUOTE:
Your network is your net worth (Adam Khoo)

Ibrahim dari Bengkulu, beli kerang di dermaga
Silaturahim memang perlu, agar kita masuk surga (Ustadz Ferry Nur)

NB 2 – The power of story telling. Saya ketemu dengan member TDA di seminar Adam Khoo yang mengatakan bahwa ia telah membeli ketiga novel tetralogi Laskar Pelangi. Padahal ia tidak pernah membaca novel sastra sebelumnya. Hari itu juga saya menerima SMS dari seorang member yang sedang berada di Gramedia menanyakan judul dari buku yang saya ceritakan di blog ini. Luar biasa.

NB 3 – Alhamdulillah, domain http://www.roniyuzirman.com/ dan http://www.manetvision.com/ sudah kembali aktif.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s