Business, Komunitas TDA, Wealth

Ada Apa Antara TDA dengan Entrepreneur University?

Pertanyaannya bikin penasaran ya?

Jawabannya adalah: tidak ada. Secara kelembagaan TDA tidak ada hubungan dengan Entrepreneur University (EU) milik Pak Purdi E Chandra.

Tapi, kenapa sebagian dari member TDA adalah berasal dari EU?

Pertama, karena beberapa founder TDA adalah dari EU, seperti Pak Hasan, Pak Joseph, Pak Budi Rachmat dll.

Makanya, dari awal berdiri, milis TDA banyak anggota dari EU.

Begitu pula terjadi dalam pertemuan TDA 11 Digit tadi malam. Sebagian besar yang hadir berasal dari EU. Bahkah beberapa di antaranya adalah mentor di sana.

Saya perhatikan memang para member dari EU memang adalah orang-orang yang haus akan ilmu dan pengembangan diri.

Saya pernah beberapa kali menghadiri kelas EU di kafe Time Out, Pasar Festival yang selalu diadakan malam hari. Saya mengamati bahwa peserta yang hadir adalah mereka yang haus akan pengembangan diri dan rela berkorban uang dan waktu demi tujuan itu.

Dalam pertemuan TDA 11 Digit tadi malam, banyak anggota baru yang hadir. Bahkan di antaranya ada yang dari Padang dan Surabaya.

Pak Ulki, adalah member dari Padang yang selama ini memang pasif. Namun ia selalu mengamati dan mengikuti perkembangan TDA. Ia bergerak di bidang distribusi produk consumer goods.

Pak Hendi Setiono, yang lebih dikenal sebagai pemilik franchise Kebab Turki Baba Rafi yang telah memiliki 140-an cabang di seluruh Indonesia. Pak Hendi ini adalah orang muda yang luar biasa prestasinya, bahkan sudah go international.

Pak Jojo, adalah pemilik kafe Time Out, Mangkok Putih dan fitness center. Ia ternyata adalah adik dari Pak Boy, teman kuliah saya di Trisakti dulu.

Pak Wingki, adalah pemilik beberapa cabang Primagama, LP3I dan ILP.

Pak Ahmad, adalah pengusaha di bidang disain grafis.

Pak Widoyo, pengusaha di bidang IT.

Pak Wasis, pemilik Kafe Omah Sendok, perusahaan content provider, konsultan manajemen dan salah satu moderator dari milis Jalansutra.

Dari profil-profil tersebut, terlihat bisnisnya begitu beragam. Ini jadi menarik.

Makanya, dalam setiap pertemuan kami tidak membahas bisnis para anggota secara detil. Kami tidak membahas bagaimana cara mengurus bisnis day to day. Tidak.

Pertemuan ini lebih banyak membicarakan beyond business. Lebih kepada bagaimana me-leverage bisnis itu ke arah yang diinginkan, yaitu menciptakan net worth 11 digit itu.

Ibarat iklan teh botol Sosro, makan boleh beda, tapi minumnya teh botol Sosro. Begitu juga di TDA 11 Digit ini. Meski pun bisnisnya beda-beda, tapi kami sepakat dalam satu hal, yaitu investasi di bidang properti. Makanya, topik mengenai properti ini juga menjadi daya tarik. Apa lagi ada Pak James yang menggeluti dunia properti.

Di pertemuan kali ini juga ada kejutan, yaitu hadirnya Pak Agung Kuswanto. Meskipun masih bekerja alias amphibi, Pak Agung meminta kepada saya agar diikutkan dalam klub ini dengan alasan-alasan yang sulit saya tolak.

Akhirnya, permintaannya saya luluskan. Keputusan ini juga menjadi pembahasan dalam pertemuan tadi malam. Apakah keanggotaan TDA 11 Digit ini bisa diperluas kepada anggota yang telah memenuhi syarat secara bisnis namun masih amphibi?

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami mencabut syarat keanggotaan yang harus full TDA. Tapi syarat yang lain tetap. Harus punya bisnis dengan skala tertentu.

Targetnya, tahun depan member TDA 11 Digit mencapai 200 orang. Apakah anda termasuk di dalamnya? Insya Allah.

Salam FUUUNtastic!
TDA 11 Digit Club, The Real TDA Challenge

Wassalam,

Roni,
Owner, Manet Busana Muslim
Founder, Komunitas TDA

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s