Business

Perubahan

Tidak ada yang tetap, kecuali perubahan.

“Mantra” di atas berlaku di mana saja, apa lagi di dunia bisnis.

Seorang tamu yang berkunjung ke rumah sakit tadi malam bercerita tentang perubahan yang terjadi di Tanah Abang, tempat yang telah saya tinggalkan sejak 2004 itu.

Ia bercerita tentang perubahan yang cukup besar telah terjadi di Tanah Abang saat ini.

Perubahan itu tidak berlangsung perlahan, melainkan sudah begitu cepatnya. Nyaris revolusioner.

Ini beberapa faktanya:

Para pedagang busana muslim di Blok F yang selama ini dikenal sebagai pusat busana muslim di Tanah Abang berbondong-bondong migrasi ke Blok A yang baru dibangun dan lebih modern.

Blok F yang selama ini dikenal ramai sekarang berangsur ditinggalkan.

Saya teringat saat itu harga jual dan sewa di sana begitu melangit. Tahun ini misalnya harga sewa Rp. 50 juta per tahun, tahun depan bisa naik sampai Rp. 200 juta!

Tapi itu tinggal kenangan. Bahkan sekarang para pedagang tidak lagi mau menyewa tahunan, melainkan bulanan. Dapat sewa Rp. 5 juta per bulan sudah bagus.

Ironisnya, di Blok A ternyata tidaklah seindah yang dibayangkan. Pembeli memang ramai, tapi kebanyakan adalah pembeli eceran. Bagaimana caranya menutup biaya sewa yang mencapai Rp. 120 juta per tahun itu?

Saya menggeleng-geleng kepala mendengar penuturan tamu yang juga adalah paman istri saya ini.

N***y, sebuah toko besar lain juga telah bermetamorfosis. Jaringan toko ini dikenal sangat unggul untuk produk busana muslim bordir model keranjang. Hampir bisa dikatakan tidak ada yang berani melawan toko ini. Produknya memiliki pelanggan loyal di seluruh Indonesia, bahkan ASEAN. Pengrajin bordirnya bertebaran dari Jakarta, Tasikmalaya sampai Kudus.

Sekarang, semuanya sudah berubah. Toko ini sekarang telah berganti kulit dengan menjual produk yang lebih murah dari China.

Sungguh, saya kaget mendengar cerita ini. Pemiliknya, seorang pengusaha wanita yang saya kagumi, kebetulan satu kampung juga dengan saya. Beliaulah salah satu inspirator yang membuat kami memutuskan berbisnis busana muslim setelah melihat rumahnya yang mewah dan berkolam renang itu.

Ada lagi cerita tentang sebuah jaringan toko busana muslim yang kuat bernama E**n. Toko ini adalah perintis bisnis busana muslim di Tanah Abang dan merajai pasar selama ini.

Hampir setiap sudut pasar dikuasai oleh grup toko ini. Bahkan di Mangga Dua, tidak ada yang berani melawan hegemoninya.

Sekarang toko ini telah mengubah seluruh bisnisnya menjadi hanya menjual jilbab saja. Ke mana produk pakaian yang selama ini menjadi trade mark-nya?

Semua informasi itu memang tidak terkait langsung dengan bisnis saya. Tapi saya menyimak dengan serius semua fenomena itu dan berupaya menarik benang merahnya dengan bisnis saya.

Saya percaya dengan adanya butterfly effect. Kepakan sayap kupu-kupu di Los Angeles dapat menyebabkan badai di India. Apa lagi kalau kepakan sayap kupu-kupu itu hanya terjadi beberapa kilometer dari lokasi bisnis saya.

Contoh di atas hanya salah satu contoh dari segmen bisnis yang kebetulan saya geluti. Saya yakin, gelombang perubahan itu juga terjadi di mana-mana, di bisnis apa pun.

Perubahan itu terus berjalan. Namun yang perlu digaris bawahi, perubahan itu sekarang terjadi begitu cepatnya dan tanpa ampun, menggilas siapa pun yang tidak siap atau tidak waspada.

Semoga bermanfaat.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni,
Ruang Carnation lantai 2, RS MMC

MONEY – Mau tahu 8 rahasia tentang uang dari Warren Buffet, orang terkaya nomor 2 di dunia? Silakan baca di sini.

NB – Terima kasih kepada Bu Ning Harmanto (owner jamu Mahkota Dewa) yang telah menjadi nara sumber TDA Conference via Yahoo!Mesenger Jumat kemarin. Mudah-mudahan bermanfaat dan menginspirasi kita semua untuk take action mengikuti jejak beliau.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s