Books and Learning, Business

Wisdom dan Legacy Para Pebisnis Senior

Majalah SWA terbaru mengangkat topik utama sangat menarik. Tentang peninggalan nilai-nilai berharga dari para pebisnis senior kawakan Indonesia yang dapat ditiru dan diikuti jalannya oleh para pebisnis seperti kita.

Mereka membangun bisnis tak semata mencari untung. Beyond business.

Menurut SWA, mereka ini telah mewariskan nilai-nilai luhur itu yang ditorehkan dan didedikasikan secara berkesinambungan. Keberadaan perusahaan akhirnya menjadi lebih berarti ketimbang sekadar entitas bisnis.

Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan apa? Pertanyaan ini yang sering menggelayut di benak saya sampai saat ini.

William Soeryadjaya, Gobel, Julius Tahija, Jacob Oetama, Dick Gelael, Joe Kamdani, Martha Tilaar, Sukamdani S. Gitosardjono. Teddy P. Rachmat, Soedarpo, Hasjim Ning, Tirto Utomo, Hari Darmawan dan Leo Chandra adalah beberapa nama yang dipilih SWA untuk ditampilkan.

Hari Darmawan (founder Matahari Dept Store) dan Leo Chandra (founder Columbia Kredit) adalah 2 orang yang pernah saya temui secara pribadi.

Sekitar tahun 2003-an saya beberapa kali bertemu Pak Hari, bahkan sempat makan malam di rumah beliau di daerah Lippo Karawaci. Waktu itu saya dan Pak Haji Ali tengah membicarakan kerja sama pemasaran properti Pak Hari di daerah Cilegon dan Sukabumi.

Saya melihat beliau adalah orang sudah sepuh namun tetap penuh semangat dan energi tinggi. Berada dekat beliau seperti bersama seorang anak muda umur 20-an yang lagi semangat-semangatnya dengan ide-ide bisnis brilian. Terus terang, energi positif itu terasa menyihir dan menulari saya.

Belakangan saya membaca perjalanan bisnis beliau banyak menemui onak dan duri. Beberapa bisnisnya tumbang. Namun ibarat bayi yang belajar berjalan, beliau terus bangkit dan mencoba berjalan lagi.

Kegetiran, memang terasa dari beberapa pernyataan beliau. Ya, lepasnya Matahari yang dibangunnya puluhan tahun ke tangan Lippo adalah kenyataan berat yang harus diterimanya.

Putri beliau, Bu Susi Darmawan adalah salah satu pebisnis wanita yang saya kagumi saat ini. Nampaknya Bu Susilah yang mampu mewarisi nilai-nilai entrepreneur dan manajemen bisnis ayahnya.

Bu Susi adalah owner jaringan Body Shop di Indonesia, owner merek fashion PS dan M2 yang terkenal itu. Sekarang beliau tengah membangun bisnis jaringan ritel Centro yang tengah gencar membuka jaringan di mana-mana. Kabarnya, saat ini Centro telah bikin “gerah” Matahari. Mirip film Cina atau India, orang tuanya dikalahkan, kemudian anaknya yang balas dendam.

Lain lagi dengan sosok Leo Chandra yang saya kenal dari Pak Tung Desem Waringin. Ketika itu Pak Tung tengah mengisi pelatihan bagi karyawan Columbia dari berbagai cabang.

Sama sepuhnya dengan Pak Hari, Pak Leo juga adalah seorang yang bergelora semangatnya. Terlihat dari cara beliau menyemangati para karyawan untuk memberikan prestari terbaik bagi perusahaan.

Dari Pak Tunglah saya baru ‘ngeh kalau omzet Columbia begitu fantastis. Sekitar Rp. 1,3 trilyun omzetnya diraih ketika itu, tahun 2003. Pak Leo juga adalah orang yang berjasa membantu Pak Tung ketika ingin mengikuti seminar Anthony Robbins pertama kali namun tidak cukup uang.

Dari luar negeri, SWA juga menampilkan 2 tokoh yang juga saya kagumi dan menjadi inspirasi saya selama ini. Mereka adalah Sam Walton (WalMart) dan Anita Roddick (founder The Body Shop) yang baru saja wafat beberapa hari lalu.

Nilai-nilai bisnis dari Sam Walton banyak mempengaruhi saya dalam berbisnis ritel sampai sekarang. Buku biografinya adalah salah satu buku yang membuat saya serius menekuni bisnis ritel dan tetap di jalur entrepreneur sampai sekarang.

Begitu juga Anita Roddick. Sosoknya begitu inspiratif. Idenya bertolak belakang dengan pasar dan kecendrungan bisnis ketika itu. Tapi, ia telah membuktikannya dengan sukses, meski pun menjelang hayatnya ia terpaksa menyerah dengan kekuatan kapital dan menjual Body Shop.

Orang-orang tersebut di atas bisa saya sebut sebagai “mentor virtual” saya. Melalui buku dan kisahnya saya banyak belajar dan mempraktekkan wisdom dan legacy mereka yang luhur itu.

Cita-cita saya sih, inginnya seperti mereka. Meninggalkan dunia ini dengan warisan luhur bagi anak cucu seperti yang telah mereka contohkan. Insya Allah.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni,
Owner, Manet Busana Muslim

NB – Baca juga laporan lanjutan Pak Agus Ali tentang buka puasa TDA bersama anak yatim yang bertemakan “Bersama TDA Memberi dan Melayani. Ada foto-fotonya juga. Silakan simak di sini.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s