Books and Learning, Komunitas TDA

Belajar dari Bu Ning



Saya mendapatkan pelajaran berharga dari Bu Ning Harmanto, sosok ibu pengusaha yang fenomenal dan unik, sebagaimana diangkat dalam headline majalah Wirausaha dan Keuangan edisi terbaru.

Sosok Ning Harmanto ini dikenal sebagai seorang pengembang warisan herbal leluhur Mahkota Dewa. Dari tangannya juga telah lahir belasan buku terlaris tentang khasiat berbagai tanaman herbal terhadap kesehatan.

Tak pelak berbagai lembaga menghargai upaya dan prestasinya itu termasuk majalah SWA yang memberinya penghargaan Enterprise 50 dan Majalah Wirausaha dan Keuangan dengan gelar ISMBEA.

Setelah berbincang cukup lama, ternyata sosok Bu Ning ini punya banyak dimensi dan semuanya patut menjadi pelajaran bagi kita semua.

Mulai dari bicara bisnis herbal Mahkota Dewa-nya yang semakin menggurita. Mengenai dahsyatnya filosofi memberi dan melayani. Dan ternyata Bu Ning juga punya ilmu lain yang dahsyat, hypnoterapi.

Anda ingin memprogram anak anda seperti keinginan anda?

Anda ingin agar anak anda menghilangkan kebiasaan buruknya?

Anda ingin agar pasangan anda mengijinkan anda untuk melepas status TDB dan menjadi TDA?

Semuanya bisa diwujudkan dengan mempraktekkan ilmu yang ternyata sangat sederhana ini.

Makanya, kami semua yang hadir sepakat untuk menggali lebih dalam lagi ilmu dari Bu Ning ini dalam satu kesempatan khusus di TDA.

Dari segi usia, Bu Ning adalah senior bagi kami semua. Tapi, kalau mendengar beliau bicara, niscaya kita semua akan terpesona dan kagum dengan semangat dan antusiasmenya. Luar biasa. Ibarat berbicara dengan anak muda usia 20-an yang penuh dengan ide dan semangat untuk mewujudkan keinginannya.

Bu Ning juga sempat mengkritik tulisan saya tentang TDA yang digugat itu sebagai sebuah tulisan yang bernada negatif dan tidak baik bagi suasana positif dan kondusif yang ada di TDA selama ini.

Rupanya Bu Ning paham sekali kekuatan kata-kata negatif itu akan menarik komunitas ini ke arah yang negatif. Komunitas ini harus selalu dijaga dari hal-hal yang negatif seperti ini. Ini akan menciptakan law of attraction yang negatif pula nantinya.

Saya mengakui hal itu dan berkilah bahwa hal itu ‘harus’ saya lakukan meskipun dengan berat hati. Kenyataan itu memang ada di TDA dan jangan ditutup-tutupi. Tapi saya juga menyadari bahwa hal negatif seperti ini akan berdampak negatif terhadap member secara keseluruhan.

Kritik Bu Ning ini saya anggap teguran dari orang yang begitu peduli dengan terbangunnya suasana yang selalu positif di komunitas yang kita cintai ini.

Sebagai anggota keluarga baru di Komunitas TDA, Bu Ning telah menangkap esensi dan spririt dari TDA ini.

Bu Ning langsung terlibat dengan kegiatan-kegiatan TDA tak lama setelah bergabung. Saya mencatat beberapa di antaranya adalah TDA Conference, menjadi nara sumber TDA Conference, pertemuan mastermind, melakukan kontak-kontak pribadi dengan para member TDA, termasuk yang terakhir tadi malam dengan menjadi nyonya rumah dalam rangka menyambut kedatangan Duta Besar Keliling TDA di Jakarta, Pak Adib Munajib.

Acara tadi malam memang digagas mendadak. Pak Adib sendiri memberi informasi setelah tiba di Jakarta. Bu Ning berpendapat bahwa kehadiran Pak Adib ini perlu disambut dengan acara khusus. Kami semua setuju, makanya meskipun mendadak yang hadir di kediaman Bu Ning tadi malam cukup banyak.

Selain saya ada Bu Yulia, Bu Ina, Pak Rosihan dan Bu Ines, Pak Agus, Pak Hasan, Pak Eko, Pak Herizali, Pak Yanto, Pak Faif, Pak Ade Aan, Pak Aris dan istri dan Pak Khairul Yanis.

Acara ini juga diisi dengan perkenalan dan sharing dari yang hadir. Memang, terbukti bahwa TDA itu lebih kuat di offline-nya ketimbang online. Pertemuan dan kontak-kontak secara offline ini membuktikan bahwa TDA bukanlah milis, melainkan jaringan kerja yang menekankan kepada intensitas pertemuan di antara para anggotanya.

Bu Ning pun menyatakan apresiasi dan rasa senangnya setelah bergabung di TDA. Dalam berbagai kesempatan pun, Bu Ning kerap memperkenalkan TDA kepada orang-orang yang ditemuinya.

Terima kasih Bu Ning dan Pak Harmanto atas penerimaannya tadi malam. Insya Allah kebersamaan kita ini bisa menghasilkan sesuatu yang bermakna dan berdampak positif bagi kita semua. Amin…

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

NB – Tadi malam saya mendapat kepastian dari Pak Hasan tentang kepastian pelaksanaan Halal Bi Halal TDA, yaitu tanggal 4 November.

NB 2 – Saya baru membeli buku karya Pak Henky Eko (Bakso Malang Cak Eko) yang berjudul Resep Paling Manjur Menjadi Karyawan Kaya Raya. Sekilas outline buku ini sangat bermanfaat dibaca oleh para member TDA yang tengah berusaha di dua kuadran ini. Kapan-kapan Pak Eko akan kita minta sharing juga mengenai hal ini, karena kebetulan ia juga adalah member TDA.

NB 3 – Baca juga rekomendasi tulisan hari ini: Road Map untuk Menjadi Kaya

NB 4 – Seorang member TDA mengisahkan kakaknya yang telah melepas status TDBnya dan sekarang menjadi miliarder. Baca kisah menariknya di sini.

NB 5 – Simak juga kisah seorang anak muda berusia 25 tahun yang memberi mas kawin kepada istrinya senilai 6 miliar. Siapa dia? Simak kisahnya di blog milik member baru TDA ini.

NB 6 – Menarik dan bikin iri. Perjalanan 14 jam member TDA Joglo menuju Semarang untuk menghadiri halal bihalal. Silakan simak di sini.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s