Komunitas TDA, Life

Blogger Sebagai Penggerak Perubahan di Masyarakat

Saya bersama teman-teman TDA dan kenalan baru. Beberapa di antaranya dari luar daerah.

Pak Jonru, saya, Pak Nukman Lutfie dan Pak Agung, member TDA dari Malang

Suasana talkshow yang dimoderatori oleh Wimar Witoelar

“Ron, foto-foto Pesta Blogger 2007 share dong di blog elu”, demikian bunyi SMS Pak Iim. Kebetulan Pak Iim tidak jadi datang kemarin.

“Oke”, jawab saya.

Setelah saya periksa foto-foto tersebut, ternyata hasilnya mengecewakan. Banyak foto yang diambil di ruang pertemuan tidak layak ditampilkan karena gambarnya goyang atau kabur. Jumlah foto pun terbatas sekali karena memory card-nya ternyata ketinggalan di rumah.

Ya sudah, fotonya cuma sedikit. Itu pun yang bagus hanya waktu acara ramah tamah sesama member TDA sebelum masuk ke ruangan.

Sebagaimana pembaca sudah ketahui di berbagai media online dan blog-blog yang ada, seperti itulah Pesta Blogger itu adanya. Jadi saya merasa tidak perlu lagi menambahkan informasi itu.

Satu hal yang saya lihat dari acara itu adalah potensi blogger itu untuk membuat perubahan di dalam masyarakat.

Hal itu sudah saya buktikan sendiri dari blog ini.

Ketika itu saya sedang resah. Saya diberi amanat sebagai ketua bidang kewirausahaan di sebuah organisasi sosial para perantau yang berasal dari kampung saya di Magek, Bukittinggi.

Saya bingung bagaimana caranya menggerakkan para wirausahawan atau TDA ini dengan cara tradisional, yaitu offline.

Pengalaman saya sebelumnya membuat saya kapok melakukan hal seperti ini karena begitu menyita waktu, tenaga dan pikiran. Setiap pertemuan harus membuat undangan, menelepon atau minimal SMS. Repot sekali. Saya ini orang bisnis. Maunya yang mudah, praktis dan cepat.

Akhirnya ketemulah solusi itu. Melalui internet. Melalui mailing list yang kemudian menggiring saya kepada dunia baru, yaitu dunia blog.

Dari blog inilah saya mulai menjajakan ide-ide itu. Alhamdulillah, responnya sangat baik, sehingga berdirilah TDA yang kata beberapa orang adalah sebuah gerakan yang cukup fenomenal.

Saya bukanlah seorang akademisi yang pintar mengolah kata dengan setumpuk argumen dan data yang canggih. Saya ini orang pasar. Saya mencari nafkah dengan tetesan keringat di tengah-tengah pasar yang hiruk pikuk dan pengap. Makanya gaya penulisan saya seperti ini. To the point dan kadang-kadang norak. Maklum, gaya orang pasar.Tapi saya bisa menangkap potensi dari sesuatu yang namanya blog ini.

Saya memang mengamati perkembangan internet sejak kuliah. Sempat terpukau dengan booming dotcom yang terjadi saat itu.

Akhirnya ditemukanlah kata kunci yang mengoreksi bisnis dotcom sarat teknologi itu. “High Tech, High Touch”, kata John Naisbitt si penjaja ide-ide futuristik.

Blog adalah salah satu wujud dari high tech high touch itu, menurut saya. Seorang blogger bebas mengungkapkan ide-idenya tanpa sensor dari otoritas mana pun kecuali nurani dan khalayak pembacanya. Di sinilah teknologi bertemu human touch. Teknologi yang mengerti anda, kata Nokia. Sekarang ada lagi mahluk baru yang namanya Web 2.0 yang semakin memperkuat argumen itu.

Roy Suryo, pakar telematika itu mengatakan bahwa blog adalah sebuah tren sesaat yang akan segera sirna. Kenapa Roy Suryo tidak menyadari hal ini ya? Mungkin beliau belum sempat baca bukunya Naisbitt itu. Saya memang pengagum Naisbitt sejak buku Megatrend 2000 diluncurkan.

Blog adalah sebuah media yang tidak hanya memberikan informasi dan inspirasi. Tapi blog juga punya potensni untuk menggerakkan dan membawa perubahan.

Blog saya mengambil diferensiasi dan positioning sebagai blog pergerakan. Blog yang action oriented. Blog yang cenderung mengajak pembacanya melakukan sesuatu ketimbang membuat pembacanya mengangguk paham sambil mengatakan, ” O, I see…”

Tulisan-tulisan yang hampir setiap hari saya posting ini hanyalah sarana untuk “menjaring korban” saja. Kalau pembacanya sudah terkena virus yang saya tawarkan, sebenarnya ia tidak perlu lagi baca blog ini, karena isinya cenderung pengulangan saja.

Bagi yang sudah terkena “virus” itu, saya sudah siapkan wadahnya, yaitu Komunitas TDA. Di mana komunitas ini adalah jaringan kerja yang orang-orangnya bergerak bersama untuk meraih prestasi menjadi insan TDA atau pebisnis sukses yang gemar memberi, berbagi dan melayani.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

NB – Kemarin saya diwawancara oleh panitia sebuah ajang penghargaan kepada orang-orang yang berprestasi dalam pemberdayaan masyarakat. Lho, dari mana lembaga ini mengenal saya? Nah, itulah salah satu keajaiban dari blog.

NB 2 – Satu lagi blog bergizi tinggi dari member TDA. Tulisannya bermutu dan layak untuk di-save as. Silakan dinikmati di sini.

Iklan
Standar

2 thoughts on “Blogger Sebagai Penggerak Perubahan di Masyarakat

  1. manager berkata:

    Thanks Ron for your funtastic spirit that have inspired so many people to move on the right track. We need more people like you.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s