Business

Billy Tjong Itu Ternyata Adalah Kawan Sebangku Saya

Majalah SWA terbaru menampilkan headline “Bintang-Bintang Creative Industries”, yaitu profil para pelaku bisnis di industri kreatif seperti musik, film, arsitek, disainer fashion, penata rambut, fotografi, barang seni, televisi, software, penerbitan, periklanan dan sebagainya.

Yoris Sebastian, Rudy Hadisuwarno, Riri Riza, Ananda Sukarlan, Anggun C. Sasmi, Band Samsons, adalah beberapa nama yang diangkat SWA sebagai orang-orang yang sukses meretas jalan di bisnis yang kreativitas adalah mata dagangan utamanya ini.

Saat membalik-balik halaman, mata saya terpaku kepada gambar di halaman 56. Sepertinya saya kenal dengan gambar ini. Ia adalah Billy Tjong yang saat ini dikenal sebagai perancang busana pesta, pengantin, gaun malam.

Billy Tjong bukanlah nama sebenarnya. Nama aslinya adalah Bui Liat. Ia ini adalah teman sebangku saya di kelas 1 SMP 42 Pademangan Timur.

Saat ini ia punya 3 label untuk pasar yang berbeda, yaitu Dress Code untuk kalangan B dan C, Crystallist untuk kelas C dan Billy Tjong untuk kalangan A dan B+. Hebat.

Jumlah produk yang dijual serta harganya pun berbeda. Label Billy Tjong, produksinya terbatas. Hanya 1-2 potong saja. Harganya pun selangit. Rata-rata Rp. 5 juta ke atas per potong.

Dress Code lebih murah, antara Rp. 500 ribu sampai jutaan rupiah. Crystalist tentu lebih murah lagi.

Saya salut dengan teman lama saya ini. Sebagai kawan sebangku, saya memperhatikan minatnya dalam bidang seni merancang busana ini sudah terlihat sejak kecil. Dari situlah maka saya tidak heran kalau sekarang ia sukses sebagai perancang busana.

Setiap hari ia selalu menggambar busana wanita dengan berbagai model dan gaya. Gambarnya itu bagus sekali. Kami berdua memang hobby menggambar. Tapi saya lebih suka menggambar kartun.

Saya selalu mengatakan bahwa orang-orang yang sudah menemukan passionnya sejak usia dini dan mengejar mimpi berdasarkan passion itu adalah orang-orang yang beruntung. Semakin awal semakin baik.

Saya sendiri termasuk terlambat. Selepas kuliah, saya masih bingung mau ngapain. Tapi orang-orang inilah yang tidak tercemar oleh pendidikan yang “menyesatkan”. Maksud saya pendidikan yang menyesatkan itu adalah pendidikan yang mencabut peserta didik itu dari mengenal dirinya sendiri dan arah tujuan hidupnya. Sehingga banyak jebolan pendidikan tinggi yang tidak tahu siapa dirinya dan apa yang ingin ia lakukan dalam hidup ini.

Billy Tjong alias Bui Liat ini pun sempat mengalami masa itu. Dari kisahnya, ia sempat “tersesat” menjadi TDB di sebuah perusahaan perbankan. Jelas, pekerjaan ini tidak sesuai dengan panggilan jiwa dan passionnya.

Follow your heart, follow your dream kata Paulo Cuelho dalam buku inspiratif dan monumentalnya, The Alchemist. Ikuti kata hati anda. Ayunkan langkahmu. Ikuti anak tangga satu per satu. Dengan begitu, Allah akan membukakan satu per satu anak tangga menuju kemenangan itu.

Saya berniat ingin mengontak kawan lama saya ini. Ia pasti masih mengenal saya. Tentunya banyak cerita menarik yang bisa kita sharing jika kami bertemu nanti. Semoga.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

NB – Simak, liputan mengenai Komunitas TDA di Tabloid Nova dalam 2 tulisan ini: TDA, TDA Srikandi dan TDA 11 Digit Club

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s