Books and Learning, Business, Komunitas TDA

Dari TDA Retail Focus Group Discussion



Tadi malam saya hadir di acara Focus Group Disscussion (FGD) khusus bidang ritel di kantornya Pak Rosihan, di daerah Duren Tiga.

Acara yang digagas oleh Pak Rosihan dan Bu Doris ini bertujuan untuk membahas masalah-masalah, solusi sekaligus peluang-peluang di bidang ritel selama dan setelah bulan puasa ini.

Selain saya, hadir juga Pak Eko, Pak Hadi, Pak Abduh, Pak Anto, Pak Ruli, Pak Faif, Pak Ryad, Pak Nur Alam dan tentu saja Bu Doris dan suaminya Pak Yassir.

Bulan puasa kali ini adalah momentum pertama bagi teman-teman yang sebagian besar baru pertama kali mengalaminya. Ya, kebanyakan dari teman-teman ini adalah baru memulai bisnisnya beberapa bulan ini.

Setiap yang hadir diminta untuk sharing pengalaman yang dialaminya selama peak season itu dan kendala-kendala yang dihadapi. Beberapa solusi dan ide juga muncul dari diskusi yang santai namun penuh pencerahan ini.

Ada ide mau bikin sentral kulakan atas nama satu bendera TDA. Ada ide untuk mengembangkan peluang-peluang bisnis a la franchise seperti yang dikisahkan Pak Hadi dengan jilbab Rabbaninya. Saya sendiri menawarkan ide “TDA Marketplace” di mana segala kebutuhan bisnis para member disediakan di sini.

Saya memandang kegiatan FGD atau mastermind yang terfokus seperti ini patut digalakkan di TDA. Saya pernah mengatakan bahwa mastermind dan FGD ini adalah salah satu kegiatan di TDA yang sifatnya lebih mendalam dan berdampak langsung kepada anggotanya.

Rintisan Pak Rosihan ini patut ditiru oleh member lain di bidang bisnis yang sama. Kenapa tidak buat FGD di bidang TDA IT, TDA Food, TDA Property, TDA Internet Marketing, TDA Agro, dan bidang bisnis TDA lainnya?

Saya teringat dengan pedagang elektronik di Glodok yang membuat semacam asosiasi. Asosiasi ini dibentuk dengan tujuan pragmatis: supaya bisa membeli produk ke prinsipal di luar negeri secara patungan, supaya harganya lebih murah. Dengan adanya asosiasi ini tentu posisi tawar menawar ini juga lebih baik.

Asosiasi ini kemudian bergulir dan bahkan telah membesar. Kabarnya proyek properti Mega Glodok Kemayoran adalah salah satu hasil dari paguyuban pedagang elektronik Glodok ini.

Terbukti, kebersamaan atau persatuan itu membuat segalanya lebih mudah, menjadi pengungkit (leverage) sekaligus menjadi faktor percepatan (akselerator) bisnis.

Hal ini telah dibuktikan oleh teman-teman TDA yang secara bisnis masih bisa di bilang “bau kencur” ini. Mereka rata-rata saling belajar dan menginspirasi satu sama lain.

Contohnya, Pak Ruli yang begitu memanfaatkan blog-blog para member TDA sebagai sumber ilmu dan pembelajarannya. Bahkan ia menyimpan dan mencetak tulisan-tulisan para member yang menurutnya patut diikuti dalam menjalankan bisnisnya.

Hasilnya, saya sendiri tercengang dengan percepatan pembelajaran yang dialaminya. Ia tahu bagaimana trik berpromosi yang cerdas. Di mana membeli barang dagangan yang murah di Tanah Abang dan sebagainya.

Kenapa saya tercengang? Karena ilmu itu tidak banyak orang yang mengetahuinya. orang yang sudah sepuh di bisnis itu pun belum tentu tahu semua itu.

Belum lama ini saya bertemu dengan seorang teman yang juga pedagang ritel. Ia mengeluhan bisnisnya mandek dan sebagainya. Ia seperti kebingungan. Padahal jam terbangnya sudah cukup tinggi.

Terlihat jelas perbedaannya dengan para member TDA yang saya beri istilah “enlightened start-up” atau para pebisnis pemula yang tercerahkan ini. Dari segi jam terbang mereka masih bayi. Tapi dari segi ilmu, pembelajaran dan cara berpikir, saya yakin member TDA lebih unggul. Mereka telah membuktikan bahwa TDA telah menjadi akselerator bagi percepatan bisnisnya.

Inilah priviledge yang dimiliki oleh para member TDA dari sharing di milis dan blog-blog itu, dari pertemuan-pertemuan offline sesama member dan tentu saja dari “massive action” yang mereka lakukan itu.

Dan sebagaiman pernah saya sampaikan bahwa TDA ini ke depannya akan lebih banyak mengadakan forum-forum seperti ini ketimbang kegiatan yang sifatnya umum dan massal. Inilah pilar dan tulang punggung dari TDA, yang efektivitas jauh lebih tinggi dalam memperkuat dan mengembangkan bisnis para membernya.

Kelompok-kelompok mastermind yang telah berjalan dan tersebar di beberapa lokasi itu juga telah membuktikan efektivitasnya.

So, kapan saya mau diundang di FGD TDA IT, TDA Food, TDA Property dan lain-lain?

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

One thought on “Dari TDA Retail Focus Group Discussion

  1. eka berkata:

    Pak Roni,
    Saya salah satu yang merasakan bahwa TDA adalah akselator bisnis saya. Sebagai pasif member yang hanya bisa banyak membaca sharing di blog-blog member TDA, secara nyata saya aplikasikan dalam menjalankan bisnis dan merintis peluang bisnis baru.

    Percepatan bisnis “triple jump” telah saya rasakan, dan secara sadar dan penuh keyakinan saya bisa katakan : besar karena pengaruh komunitas TDA.

    Trims Pak Roni dan TDA,
    Eka
    http://www.pernik-unikdiary.blogspot.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s