Business

Fenomena Bisnis di Balik Isu Anti Kemapanan

Berada di tengah-tengah crowd anak muda ini membuat saya canggung juga. Saya merasa tua sendiri di sini. Celingak-celinguk kiri kanan, semuanya ABG dengan tingkah dan gaya berpakaian unik.

Ya, saya kemarin berada di ajang pameran Distro dan Clothing di Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

Saya mengetahui informasi ini dari Pak Try Atmojo, yang kebetulan ikutan pameran di sana.

Dari Pak Try yang mengelola 4 distro di Tangerang inilah mata saya terbuka melihat besarnya potensi bisnis di balik bisnis distro yang menjamur beberapa tahun belakangan ini.

“Kita sebagai reseller dijatah Pak, untuk mendapatkan produk merek-merek tertentu”, ujar Pak Try. “Dan kita harus bayar cash di depan. Harga pun seenaknya mereka. Kita cuma dikasih margin 30%”, tambahnya sambil menyebutkan merek-merek papan atas seperti Eat, Ouval, Skaters dan Black Id.

“Makanya sejak 3 bulan lalu saya membuat brand sendiri dengan nama Raxzel. Alhamdulillah, responnya bagus” lanjutnya bersemangat.

Saya sendiri terkagum-kagum melihat fenomena ini. Rata-rata produsen kaos distro ini adalah anak-anak muda.

“Sekarang banyak anak muda yang kaya mendadak dari bisnis distro ini di Bandung, Pak”, imbuh Pak Try.

Pak Rosihan yang datang belakangan juga menyatakan keheranan sekaligus kebingunannya dengan fenomena yang dilihatnya ini.

“Saya heran, apa istimewanya kaos-kaos itu? Harganya dibandrol 80 ribuan, tapi laku kayak kacang goreng”, ujar Pak Rosihan sambil geleng-geleng.

Seorang teman yang bekerja di perusahaan garment kaos anak muda mengakui bahwa “serangan” bisnis distro ini membuat perusahaan garment sejenis kalang kabut juga menghadapinya. Distro-distro telah menggerogoti sebagian pasar mereka.

Saya sendiri berusaha memahami logika di balik bisnis ini. Terus terang, perlu perubahan mindset dalam melihatnya. Kalau di bisnis saya, harga jual itu dikaitkan dengan harga bahan baku, disain, teknik produksi, tingkat kesulitan dalam menjahit dan sebagainya.

Kalau di bisnis distro ini, semua logika itu tidak dipakai. Kaos dengan disain minimalis dan harga pokok sangat minim pun bisa dijual dengan harga selangit. Di situ lah misteri “value” yang membuat para anak muda ini begitu gandrung dengan gaya anti kemapanan ini.

Menurut saya, tren anak muda yang ingin tampil beda dan anti kemapanan ini akan terus hidup. Mungkin tema dan isunya saja yang berbeda.

Di tahun 70-an ada gaya hidup hippies, konser Woodstock yang merupakan wujud dari protes anak muda yang anti kemapanan dan anti perang Vietnam. Sekarang pun masih seperti itu. Lihat saja, bagaimana tumbuhnya band-band indie dan segala sesuatu yang ingin mendobrak struktur mainstream yang tengah berlangsung.

Fenomena ini terjadi di mana-mana. Di dunia music recording juga terjadi perubahan besar. Recording company sekarang ini kalang kabut diserang oleh indie-indie label yang memasarkan lagu-lagunya secara sporadis, terutama melalui internet.

Di dunia seni rupa juga begitu. Pak Yassir, bercerita bahwa hegemoni galeri-galeri besar saat ini sudah mulai sirna dengan munculnya galeri-galeri amatir yang dibuat secara kolaboratif antara beberapa pelukis. Di Paris, banyak flat atau apartemen disulap menjadi galeri lukisan.

Fenomena blog juga merupakan bentuk pemberontakan terhadap mainstream media-media besar. Tulisan-tulisan yang tak layak tayang banyak yang akhirnya tersebar luas di blog. Bahkan, di antara 100 situs terkemuka di dunia, 20%nya adalah blog.

So, bagaimana sikap kita sebagai pebisnis melihat fenomena dan kecenderungan ini? Menurut saya ini adalah tantangan sekaligus peluang. Pak Try telah memetik hasilnya dengan sebuah Mitsubishi Strada yang diperolehnya dari hasil panen raya selama bulan puasa kemarin.

Salam FUUUNtastic!
Have a nice weeekend

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Tulisan Terkait:

NB – Besok saya akan bertemu dengan Pak Valentino Dinsi untuk membicarakan kerja sama penyaluran dana untuk TDA Finance. Insya Allah, ini adalah langkah awal yang baik bagi TDA Finance.

Iklan
Standar

One thought on “Fenomena Bisnis di Balik Isu Anti Kemapanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s