Business, Komunitas TDA, Mindset, Motivasi

TDA, The Miracle Maker Community

Kenapa saya dengan pede berani menulis judul seperti ini?

Ya, karena saya telah menyaksikan berulang kali miracle-miracle atau keajaiban itu terjadi pada member TDA.

Hal ini terjadi karena runtutan “miracle-miracle kecil” yang dialami oleh para member yang berawal dari miracle kecil lainnya seperti: the miracle of sharing, the miracle of taking inspired action, the miracle of silaturahmi, the miracle of empowering each other, the miracle of positive feeling dan lainnya.

Coba simak cerita di bawah ini. Sebuah kisah “sangat sederhana” dari seorang member yang baru bergabung beberapa bulan lalu.

Bu Yessi Warrie, seorang ibu pekerja yang memulai bisnis memproduksi bantal latex. Setelah beberapa bulan bergabung di TDA, beberapa hari lalu ia dan suaminya mengikuti acara halal bi halal TDA dan membawa produk bantal itu sebagai sumbangan door prize. Beberapa hadirin mendapat door prize bantal empuk ini, termasuk saya.

Tidak berhenti di situ, Bu Warrie ingin pemakai produknya itu memberikan kesan dan masukan terhadap produknya. Mulailah ia mengambil langkah menghubungi orang-orang yang dirasa bisa membantu mewujudkan keinginannya itu.

Cerita lengkapnya, silakan baca saja di bawah ini.

Membaca cerita ini membuat saya teringat dengan novel The Alchemist karya Paulo Cuelho. Sebuah novel pencerahan yang telah menginspirasi jutaan pembacanya, termasuk saya.

Ikuti kata hatimu, ayunkan langkahmu, kenali dan ikuti sinyal-sinyal yang diberikan Tuhan dalam perjalanan itu dan keajaiban akan terjadi dalam hidupmu. Kira-kira begitu kesimpulan sederhana saya dari novel terlaris ini.

Salam FUUUNtastic!
Take Inspired Action with TDA and Miracle Will Happen. Believe Me…

Wassalam,

Roni

NB – Ini ada cerita menarik mengenai winning dari seorang member TDA yang mendapatkan miracle kredit Rp. 1 miliar. Silakan baca di sini.

———————

Saya tidak jago untuk menulis, gak tau juga ya… selalu bingung sekali tiap mau menulis. Nggak tau harus mulai dari mana dan bagaimana… Ughh…. Padahal di rumah saya ada satu buku yang aku sebut “Blue Book” yang selalu update hal2 yang aku alami… meski setelah dibaca juga tulisannya kacau balau susunannya…

Anyway, saya coba untuk share perjalanan saya di hari sabtu (10 November 2007).

Saya menjadi angota TDA memang belum lama, dan saya juga baru 2 kali mengikuti acara offline di TDA. Yang pertama kali ketika ikut hadir dalam TDA 11 digit pertemuan yang pertama di Café Primavera, dan yang kedua acara Halal Bi Halal di Omah Sendok. Maklum saya masih TDB, dan sedang bikin plan untuk ancang-ancang jadi TDA. At least ya jadi Ibu Rumah Tangga yang berpenghasilan, itu cita-cita saya yang saya yakin dapat terwujud.

Awal saya join, memang sedikit tidak Pe De mengingat saya belum juga kenal dan akrab dengan member TDA. Ketika TDA 11 digit, saya modal nekat mengikutkan suami untuk join TDA 11 Digit. Karena awalnya Mas Warri suami, saya belum mengetahui kalau saya sudah join ke milis TDA meski beliau sudah mengetahui TDA dari teman2nya. Setelah pertemuan itu, beberapa saat suami sempet vacuum dari kegiatan pertemuan TDA 11 digits karena berbagai kesibukan yang terkadang bagi beliau waktu 24 jam kurang rasanya.

Dan acara kedua yang saya ikuti adalah Halal Bi Halal di Omah Sendok. Bayangan saya, kalau saya akan canggung disana. Tapi ternyata ya memang beberapa orang ada yang belum pernah datang ke acara offline TDA. Dan ternyata para member disini orangnya ramah2 dan akrab. Padahal kalau dipikir2 pernah ketemu saja belum JJ Namun sayangnya saya tidak bisa mengikuti acara ini sampai selesai. Karena buah hati saya sudah rewel sekali, maklum sudah jamnya tidur siang (sekitar jam 1.30pm). akhirnya saya pamit pulang duluan.

Dalam acara HBH ini saya dan suami sepakat untuk memberikan de Bloomen Super Pillow sebagai doorprice untuk peserta. Dan ternyata bantal produksi de Bloomen diberikan kepada Pak Haji Alay, Pak Haryo, Pak Rony dan Pak Fauzan. Saya sangat surprise, karena bantal de Bloomen malah dijadikan buah tangan (istilah saya). Dan dapat komentar yang bagus dari semua yang mendapatkannya. Alhamdulillah. Namun sangat disayangkan saya kehilangan momen itu karena pulang lebih awal. Tapi ya… apa mau dikata. Dan tidak ada foto pas penyerahan bantal saya duhh duhh… kasihan deh saya ….. (Sambil berpikir gimana ya…. bisa foto dengan pak Haji Alay).

Akhirnya saya minta saran untuk masalah foto ke Pak Iim. Setelah itu chat dengan Pak Hadi dan Pak Rony. Akhirnya saya bikin janji nih dengan pak Hadi ke Tanah Abang pada hari Sabtu jam 9am untuk minta pendapat dari Pak Haji Alay. Maklum karena juga baru pertama kali begitu, saya Tanya ke Pak Hadi jam berapa ketemu? harus tanya ke Pak Haji dulu tidak? Sampai Pak Hadi bilang: “Kalau mau ketemu Pak Haji gak seperti ketemu mentri, ya datang aja, kalau gak ada besoknya datang lagi” Hehehehe saya geli juga, maklum saya terbiasa buat appointment dengan birokrasi yang cukup rumit.

Finally, Sabtu saya dan suami tiba di TA jam 10am kurang, saya sms Pak Hadi, ternyata Pak Hadi tidak bisa hadir karena ada saudaranya kecelakan dan akhirnya beliau harus pulang ke Wonosobo (saya turut prihatin ya pak..). Karena sudah di TA, ya saya ajak suami saya aja untuk ke tempat Pak Haji yang sebelumnya alamatnya saya sudah dapat dari Pak Rony. Wah saya bener2 malu juga sebenernya karena “Blank” masalah Tanah Abang ini dan tempat Pak Haji. Harus saya akui saya ke Tanah Abang bisa dihitung dengan jari, dan kalaupun ke Tanah Abang palingan saya ke Blok A. Saya jarang dan bisa dibilang belum sampai 5 kali ke TA apalagi sampai ke Blok F. Kalau suami saya sih mungkin lebih familiar daripada saya. Karena saya sudah “parno” duluan.

Sesampai di tempat Pak Haji, beliau langsung menyambut dengan hangat… wah beyond on my expectation. Karena beliau sungguh low profile sekali dan ramah banget.. banget dey.. Katanlah saya yang masih bau kencur di TDA, dan beliau juga tidak kenal saya tapi beliau sambut kami dengan positif. Beliau ajak kami berdua untuk melihat ruko Pak Haji (baju muslim, jeans, kerudung, pecidan sajadah). Dan beliau tunjukkan peci dan sarung dengan merk Pak Haji Alay. Trus kita diajaknya ke toko Pak Ainun dan Pak Edy yang menjual perlengkapan bayi plus selimut pak Hadi. Dan juga ruko Mbak Ade dan suami yang menjual sandal dan tas, serta ruko pak Haji yang diisi oleh beberapa member TDA. Pak Haji bilang supaya kami ada inspirasi.

Terus terang saya masih kayak orang bingung bin linglung, karena Pak Haji minta saya untuk taruh bantal saya disana dan coba untuk membuat bantal dengan harga yang lebih murah dan kuantiti yang besar apalagi kalau mau bersaing di Tanah Abang. Masukan dan tantangan yang bagus sekali buat saya dan suami. Hanya saja karena saya juga baru pertama kali, wah… seperti yang saya bilang tadi kayak orang linglung.

Pertama, saya selalu takut buat ke Tanah Abang terutama ke Blok F dan baru kali kedua saya ke Blok F (norak ya) tapi kenyataannya kemarin tak seseram yang saya bayangkan. Kedua, bertemu dengan sesepuh TDA, dan beliau sangat welcome sekali dan jauhhhhh dari bayangan saya, sampai beliau antar kamu untuk keliling seputar ruko blok F, (terima kasih Pak Haji). Jadinya ya saya keliling seputaran Blok F yang saya anggap serem sebelumnya. Ketiga, beliau meminta agar bantal saya di display di toko beliau yang jual perlengkapan rumah tangga (taplak meja, bed cover) yang diisi oleh member TDA. Keempat, akhirnya saya foto juga dengan pak Haji Alay JJ di toko beliau pula, dalam foto gak seperti sedang berada di Tanah Abang bayangan saya yang seram oiii…. JJ jadi akhirnya saya dapet fotonya dengan Pak Haji buat saya pasang di website J

Mungkin pengalaman ini bagi orang lain adalah pegalaman biasa tapi buat saya luar biasa karena bagi saya Tanah Abang bukan tempat yang menyenangkan bahkan cenderung mengerikan, maklum saya paranoid sekali dengan tempat2 yang over crowded. Bahkan saya sempet malu juga bertanya ke Pak Rony, alamat tokonya Pak Haji secara beliau adalah sesepuh TDA. Sampai rumah, saya masih aja bilang ke suami: “Pak Haji baik banget ya mas” Dan kita juga sedang mikirin saran-saran dan masukan dari Pak Haji. Semoga bisa terwujud. Karena cita-cita saya mau jadi Ibu RT berpenghasilan. Ganbatte Yesi!!!!!!!

Special thanks to: Mas Warri, Pak Haji Alay, Pak Iim, Pak Rony dan Pak Hadi.

Cheers,

Yesi
http://www.debloomen.com/
YM: yesi7903
Blog: Underconstraction :):)

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s