Business, Life

Menanam, Menumbuhkan Harapan

Vicky Sianipar

Kayon The Tree of Life (Pra Budidarma, Indra Lesmana, Gilang Ramadhan)

Akhirnya kesampaian juga foto bareng Balawan. Saya bersama teman TDA, Mas Abdurrahim (baju putih) dan Pak Ali Akbar (berjaket)

Ini adalah tema dari World Music* Festival di Pasar Seni Ancol tadi malam. Festival ini kebetulan bertepatan dengan konferensi Climate Change di Bali saat ini.

Menurut Shahnaz Haque – pembawa acara -, kita harus menghargai proses alam atau sunnatullah itu.

Pohon harus ditanam dari kecil dan perlu waktu untuk menunggunya berbuah atau dimanfaatkan hasilnya.

Tema inilah yang menarik perhatian saya dikaitkan dengan bisnis.

Bisnis juga harus mengikuti hukum alam ini: ditanam, dirawat, bertumbuh dan dipanen.

Tidak ada yang instan.

“Kalau kita memangkas proses ini, sama dengan mengingkari hukum alam”, kata Shahnaz. Setuju saya…

Kebetulan menjelang Milad ke-2 TDA nanti, kami para founder dan panitia tengah mencari tema yang tepat untuk acara tersebut.

Di milis dan blog-blog para member banyak beredar cerita sukses yang memukau pembacanya.

Padahal, sukses itu ibarat puncak dari sebuah gunung es saja. Di dalamnya ada proses jatuh bangun yang panjang, perjuangan, isak tangis, ujian mental yang sebagian kita kurang perhatikan.

Si A kok suksesnya cepat ya? Ya, bisa jadi untuk bisnis ini dia sukses cepat. Tapi itu mungkin adalah bisnisnya yang ke sepuluh.

Pak Masbukhin (raja voucher) kabarnya pernah gagal 11 kali. Pak Hadi, pernah bangkrut dan tokonya terbakar. Cak Eko juga ternyata banyak gagal juga. Pak Perry (raja FO Bandung) baru sukses di tokonya yang ke 35. Saya pun termasuk panjang daftar gagalnya.

Nah, pesan atau tema itulah yang ingin kita sampaikan di milad nanti. Menanam, memelihara, menumbuhkan harapan. I like these words….

Salam FUUUNtastic!
Have a great day with your beloved ones….

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim (insya Allah, 1 Januari re-launching web dengan konsep baru)

* World Music adalah istilah baru untuk jenis musik di luar mainstream musik barat yang mengekplorasi musik-musik etnik lokal.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s