Books and Learning, Business

Berguru Kepada Raja Factory Outlet Bandung

Saya, Pak Try, Pak Rosihan di depan distro Ian’s Reports, milik Ryan (putra Pak Perry)

Salah satu sudut 18th Park, di sini ini Pak Perry merangkul distro-distro dalam satu kawasan

Foto bersama Pak Perry Tristianto

“Pak, boleh nggak saya dan teman-teman berkunjung ke tempat bapak?”, tanya saya straight to the point kepada Pak Perry Tristianto selepas seminar yang diadakan oleh milis IYE! beberapa waktu lalu.

“Boleh, datang aja”, jawabnya, dan langsung memberikan nomor kontak dan waktu yang tepat untuk berkunjung.

“Saya lebih suka ketemu malam hari aja di rumah saya”, lanjutnya. Sip, berarti lebih leluasa dan tanpa gangguan.

Maka, hari Jumat kemarin saya, Pak Try Atmojo dan Pak Rosihan yang kebetulan sama-sama berbisnis di garmen meluncur menumpang Mitsubishi Strada Pak Try menuju Bandung. Kebetulan, Pak Try juga memang punya urusan bisnis di sana.

Setelah berkeliling beberapa factory outlet, akhirnya tepat jam 21 malam kami sampai di rumah raja FO yang memiliki 20 toko ini.

Rumahnya? Wooow, luar bisa. Besar sekali dengan disain minimalis natural menggunakan batu alam dan unsur kayu.

“Maaf saya sampai setengah jam lagi”, demikian bunyi telepon Pak Perry. Salut, saya. Orang besar ini begitu menghargai tamunya. Padahal tamunya sendiri baru dikenalnya.

Demikian juga istrinya, yang meminta maaf karena kami harus menunggu beberapa menit.

Luar biasa. Kami belajar banyak dari hal kecil seperti ini. Menghormati dan menghargai tamu.

Jam 21 lewat sedikit terdengar pintu garasi otomatis dibuka. Pak Perry datang dengan…. wow mobilnya: Hummer berwarna hitam, yang besar dan gahar.

Melihat rumah dan mobil itu, impian kami melayang….

Di balik sosok suksesnya, Pak Perry adalah sosok yang mudah bergaul dengan siapa saja, supel dan tidak pelit ilmu.

Ia terbuka begitu saja kepada kami mengenai rahasia bisnisnya. Ide-ide baru pun ditawarkan kepada kami.

Bisnis kami seperti “ditelanjangi” oleh pandangannya yang menurut saya begitu original dan out of the box. Ya, banyak ide yang ditawarkannya yang sama sekali tak terpikirkan oleh kami. Luar biasa.

Contohnya: “kenapa anda tidak berjualan piyama di rumah-rumah sakit sebagai pengganti buah-buahan atau karangan bunga saat menjenguk orang sakit?” Kami pun bengong, mengangguk dan nyengir saja dengan tawaran idenya yang aneh tapi brilian ini.

Demikianlah sekelumit perjalanan kami akhir minggu ini dengan memanfaatkan waktu berguru kepada maestro di bidang garmen ini. Sebuah pembelajaran tak ternilai.

Oya, maaf pagi ini saya buru-buru, mau hadir jam 8 di sebuah pelatihan kepemimpinan di Hotel Atlet Century Park.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

3 thoughts on “Berguru Kepada Raja Factory Outlet Bandung

  1. Didin Razani berkata:

    jadi inget pas buat acara solusi renald kasali di tv dulu salah satu tamunya pak ferry dan kita suting di bandung terus ke fo nya.

    kompetitornya pak henry husada yg punya korek api jeans group.

    Suka

  2. Forum Investor berkata:

    idenya benar-benar kreatif. Bagaimana ya bisa mendapatkan ide-ide seperti itu ? mungkin kita harus banyak jalan-jalan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s