Books and Learning, Life

To Live, To Learn, To Love and To Leave A Legacy

Siapakah saya?

Apa tujuan hidup saya?

Ke mana saya menuju?

Apa sih tujuan penciptaan saya?

Apa maksudnya Tuhan menciptakan saya?

Apa yang diinginkan Tuhan dari saya?

Apa sih peran saya di dunia ini?

Selepas kehidupan nanti, saya ingin meninggalkan apa?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu mengaduk-aduk pikiran saya di sebagian besar sesi pelatihan yang saya ikuti kemarin.

Saya mendapat undangan menghadiri pelatihan “U-LEAD : Self Transformation & Spiritual Leadership” dibawakan oleh Jhody Prabawa dari Zynergy Leadership Center di Hotel Atlet Century Park.

Kenapa saya tertarik untuk hadir?

Kalimat-kalimat di bawah ini adalah asalannya…

Training ini ditujukan untuk membantu peserta dalam mengatasi masalah-masalah kehidupannya dengan cara melihat akar masalah secara jernih, menemukan misi pribadinya dalam kehidupan ini (Inner Voice), dan mengembangkan diri berdasarkan prinsip hukum-hukum alam (Spiritualitas).

Melalui pendekatan sederhana, praktis dan filosofis. Di mana pola yang dikembangkan berusaha mengedepankan Spiritualitas sebagai wahana pemecahan masalah, yakni melihat permasalahan sebagai proses pendewasaan individu dan bukan sebaliknya.

Permasalahan tidak lagi dipandang sebagai proses mekanis semata dan menempatkan diri kita sebagai “korban”, tetapi lebih dari itu. Permasalahan adalah proses pencerahan diri dan pemecahannya hanya bisa dicapai apabila kita mampu berfikir secara menyeluruh (Holistik)”.

Saya memang tertarik dengan topik-topik seperti ini: spiritualitas, how to find your inner voice, dan semacamnya.

Dan pas betul, Mas Jhody dengan cerdas berhasil mengupas topik berat ini sehingga menjadi ringan “dikunyah”.

Di akhir sesi Mas Jhody mengingatkan kembali agar kami semua memprioritaskan perjuangan hidup untuk mencari kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang sebenarnya.

Kami juga diajak untuk merenung, memikirkan dan menemukan “inner voice” di dalam diri kami. Untuk menemukan jati diri kami sebenarnya dan selanjutnya untuk menciptakan masa depan kita sendiri dengan segenap potensi yang dimiliki seperti kata Covey: “to live, to learn, to love and to leave a legacy”.

Warisan apa yang akan kita tinggalkan di dunia ini? Mari sama-sama kita renungkan….

Terima kasih kepada Mas Dade atas kesempatan tak ternilai yang telah diberikan kepada saya.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

NB – Mas Jhody juga pernah hadir sebagai pembicara di acara buka puasa TDA tahun 2006. Masih ingat? Ini ceritanya..

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s