Books and Learning, Life, Motivasi

Wahai Para Perantau, Ini Bekal Untukmu!

Pagi ini saya membuka-buka buku Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau karya H. Idrus Hakimy Dt. Pangulu Rajo.

Saya terpukau dengan pepatah-petitih yang menurut saya begitu tinggi nilai filosofis dan dibingkai dengan untaian kata-kata yang indah.

Di antaranya saya menemukan pepatah yang terkait dengan menumbuhkan semangat kemandirian dan keberanian, terutama bagi anak muda yang saat ini berjuang di rantau orang.

Terjemahannya kurang lebih seperti ini:

Kalau pergi anak merantau, mengambil air di hilir-hilir, berkata merendah diri, tetapi kalau diajak orang bandar sawah, diubah orang pasupadan, diubah orang kata pusaka, diajak orang berkata benar, busungkan dadamu wahai buyung, lihatlah tanda laki-laki, jangan takut jiwa melayang, jangan cemas darah tertumpah

Esa hilang dua terbilang, ternama anak laki-laki, sebelum ajal berpantang mati, beribu sebab mendatang, namun mati hanya sekali, namun di dalam kebenaran, walau dipancung leher putus, setapak jangan surut, kata kebenaran jangan diubah.

Wahai teman-teman para perantau, taklukkanlah dunia di hadapanmu.

Jangan surut walau sejengkal.

Jangan pulang sebelum berhasil.

Berkatalah yang benar. Bertindaklah dengan gagah berani.

Jangan pernah menyerah.

Taklukkan dunia.

Salam FUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

* Pepatah ini saya dedikasikan bagi siapa saja yang saat ini menjadi perantau mandiri di mana saja.

Iklan
Standar

3 thoughts on “Wahai Para Perantau, Ini Bekal Untukmu!

  1. gula aren berkata:

    Angku Roni,

    Posting yang satu ini membuat saya rindu marapi, singgalang dan tandikek.

    Sekalipun budaya merantau dilakoni hampir oleh setiap suku bangsa di dunia, namun di Minangkabau marantau mempunyai arti khusus. Merantau menyangkut etos kerja yang dimaknai secara lebih spritual. Makna itu lewat dari sekedar petitih ” maratau madang ka ulu, ba buah babungo malun, marantau bujang dahulu, dek di rumah paguno balun.” Anak-anak muda lelaki minangkabau bukannya tidak berguna,tapi agak aib bagi keluarga jika mereka berkubang saja di kampung halaman. Soalnya selain memperluas wawasan, pergi merantau dianggap bisa menempa jiwa, mengasah keuletan dalam memperbaiki taraf hidup anak kemenakan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s