Uncategorized

Maaf Ya Mas, Kantornya Saya Obrak-Abrik…

Saya lagi cerita panjang lebar tentang Manet dan Komunitas TDA

Istri saya juga diambil gambarnya sebagai pendukung cerita saya. Bahkan si kecil Vito pun ikutan.

Bu Ines bercerita tentang kesan menjadi pelanggan Manet

Tim artis pendukung sinetron Manet

Makan malam di restoran favorit yang ueeenak tenan. Pak Agus dan Pak Iim pasti tahu lokasinya…

Demikian kata Mas Rizki, sang sutradara saat melakukan pengambilan gambar di kantor Manet kemarin. Dan memang, kantor Manet ibarat “kapal pecah”.

Peralatan film seperti lampu, kamera dan kabel bertebaran di berbagai sudut.

Lay out kantor pun dibuat sedemikian rupa sehingga membuat efek gambar di film menjadi lebih dramatis. Kantor Manet yang tadinya biasa-biasa saja, jadi terlihat begitu keren dilayar.

Ooo… seperti ini rupanya proses pembuatan film itu. Ada proses manipulasi dan make over sehingga kelihatan bagus di mata penonton.

Saya sendiri sempat kaget dengan proses pengambilan gambar kemarin.

Tadinya, saya menyangka yang datang hanya satu orang reporter dan satu kamerawan saja.

Tapi ternyata yang datang adalah satu tim penuh lengkap dengan peralatan genset segala.

“Ini semacam film semi dokumenter, mas”, demikian penjelasan pihak Astro kepada saya.

“Nanti hasilnya akan seperti film biografi seperti di Discovery Channel atau National Geographic itu”, jelas sutradara jebolan seni rupa ITB itu. “Film ini juga akan diputar di jaringan Astro TV di Malaysia dan Thailand”, lanjutnya.

Maka, proses pengambilan gambar pun berjalan tidak secepat yang saya kira sebelumnya. Shooting yang dimulai sekitar jam 15 itu, berakhir sekitar jam 19 malam.

Pengambilan gambar dimulai dari saya yang bercerita mengenai ihwal perjalanan Manet, mengenai saya dan keluarga, dan berdirinya Komunitas TDA.

Setelah itu menyusul pengambilan gambar istri saya, Bu Ines (istri Pak Rosihan) mewakili pelanggan Manet, Bu Doris (mewakili anggota TDA yang sudah lumayan sukses), situasi kantor Manet dan segala aktivitasnya. Setiap detil yang penting, tak luput disambar kamera.

Konsep dari program acara Agenda Syariah ini menarik. Ia tidak berusaha menggambarkan apa itu ekonomi syariah dengan segala keunggulannya. Tapi lebih meneropong dari sisi pelakunya. Misalnya ketika menayangkan topik asuransi syariah, yang diangkat adalah figur salah satu agen asuransi itu.

Saya sendiri penasaran, dari mana tim Astro TV ini mengetahui saya dan komunitas TDA ini?

“Kami melakukan riset dan browsing di internet. Lantas ketemu blog bapak. Dan ternyata selain bisnisnya sendiri, kiprah komunitas TDA juga menarik untuk diangkat”, jawab Bu Eka, presenter sekaligus anggota tim riset program ini.

Film dokumenter ini sendiri akan ditayangkan di Astro TV sekitar bulan Maret 2008 nanti.

Yang jelas, proses shooting kemarin adalah pengalaman tersendiri buat saya khususnya. Melihat prosesnya, saya jadi teringat proses “behind the scene” film The Secret, mirip sekali. Saya jadi merasa seperti Joe Vitale. Hehe…

Oya, ada satu lagi kejutan buat TDA. Insya Allah acara Milad kedua TDA nanti akan diliput oleh Astro TV.

Terima kasih kepada semua yang terlibat dalam pengambilan kemarin. Kepada tim Manet, Bu Doris dan Pak Yassir, Pak Rosihan dan Bu Ines. Maaf ya, pulangnya jadi larut malam….

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni (Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA)

NB: Cerita lain seputar shooting kemarin juga bisa dibaca di blognya Bu Doris.

Iklan
Standar

One thought on “Maaf Ya Mas, Kantornya Saya Obrak-Abrik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s