Business, Komunitas TDA

Sepenggal Kisah dari Blok D ITC Mangga Dua Sepeninggal TDA

Pak Nusyirwan, satu-satunya member TDA yang tersisa

Pelataran kosong ini dulunya diisi oleh konter-konter milik member TDA Seluler

Dari sinilah TDA berawal

Hari Sabtu kemarin saya dan keluarga main-main ke ITC Mangga Dua, sekalian ingin mencari mainan yang cocok buat si kecil Vito.

Seperti biasa, setiap ke sana saya selalu mampir di Blok D, lokasi bersejarah di mana TDA berawal dengan berdirinya TDA Garment dan TDA Seluler yang kemudian tepaksa ditutup karena dianggap tidak sukses itu.

Sepeninggal member TDA, hanya tinggal satu orang yang saat ini masih setia menggelar dagangan di sana, yaitu Pak Nusyirwan dengan konter vouchernya.

Pak Nusyirwan yang biasa saya panggil Uda In inilah sisa member TDA yang menjadi “Mbah Marijannya” alias juru kunci di sana.

“Bagaimana omzet sekarang Da In?”, tanya saya penasaran.

“Lumayan lah”, jawabnya dengan senyuman lebar.

Senyum lebar itu menurut saya menandakan kegembiraan dan optimisme.

“Ada peningkatan”, lanjutnya.

Ternyata, dengan berjalannya waktu kios voucher Da In ini semakin dikenal oleh para pelanggan. Pelanggannya ternyata bukanlah para pengunjung, tapi para karyawan dan pemilik kios dan ruko di sekitar konter itu.

“Yang enak kalau ada langganan yang lagi asyik pacaran. Kadang tengah malam dia SMS saya minta dikirimin pulsa elektrik. Mungkin lagi asyik ngobrol, pulsanya habis”, ujar Da In yang gaya bicaranya selalu bersemangat ini.

Saya perhatikan Da In ini memang sudah dikenal di sana. Setiap pelanggan yang datang selalu memanggilnya dengan sapaan akrab “Be”, maksudnya “Babe”.

Kemudian saya berusaha memberi beberapa pandangan kepada Da In agar mengembangkan bisnisnya.

“Pertumbuhan bisnis kita jangan hanya 10-20 persen saja. Kalau bisa, di atas itu. Sebab kalau di bawah itu, sama saja jalan di tempat, karena profit akan tergerus oleh kenaikan harga inflasi”, ujar saya.

“Kalau bisa, jangan keluar dari Mangga Dua ini. Di sini adalah pusat perputaran barang yang beredar ke seluruh Indonesia”.

“Produk apa pun ada di sini dan semua rata-rata dari tangan pertama”.

Da In mengangguk mengiyakan.

“Roni ingat nggak si Enci tempat Roni belanja taplak dari Cina dulu?” tanya Da In.

“Ya, masih”, jawab saya.

“Sekarang dia juga jualan baju muslim. Bajunya dijahit di sini, kemudian dibuat aplikasinya di Cina. Larisnya seperti kacang goreng. Keuntungan per potong bisa 50 ribu. Padahal itu harga grosir. Satu kodi aja dia bisa untung 1 juta!” lanjutnya.

Demikian sepenggal kisah dari Blok D ITC Mangga Dua yang sangat bersejarah bagi TDA itu.

Dari sanalah TDA berawal. Meskipun gagal (baca: belajar), saya katakan TDA ini tidak akan seperti sekarang tanpa adanya teman-teman yang mulai take action di sana.

Dari sana jugalah bertemunya dua sejoli TDA yang kemudian mengikat hati dalam tali perkawinan, Pak Hantiar dan Bu Waru.

Dari sana jugalah segala romantika dan dinamika TDA ini berawal.

Satu hal yang membedakan TDA adalah: TDA tidak berawal dari konsep atau idealisme yang tinggi dan canggih. TDA berawal dari “action”, bukan sekedar wacana kosong tanpa realisasi.

Meski pun semua itu harus dibayar mahal dengan rentetan kegagalan, tapi kami tetap yakin bahwa “action speaks louder than words”.

Komunitas TDA adalah tempatnya para member yang siap action, siap bekerja keras, punya daya tahan yang tinggi, tidak gampang mengeluh dan menyerah dan tentunya siap juga untuk menjadi pemenang!

Sampai jumpa di Milad II TDA, 27 Januari 2008!

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Founder Komunitas TDA

NB: Tulisan ini saya buat dalam rangka Road to Milad Kedua TDA dan mengenang sejarah perjalanan TDA.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s