Life, Renungan

2007, Tahun untuk Keluarga

We are family…

Ibu dan Ihsan, adik saya bersama putranya “ustad cilik” Fahri Asykar Abdillah, calon pemimpin ummat masa depan. Insya Allah…

Bersama Ibu sebelum berangkat ke tanah suci

Sekedar flash back ke belakang, saya mengingat-ingat kembali apa yang telah saya lakukan atau alami secara signifikan selama setahun ini.

Setelah saya renungkan, ternyata selama 2007 ini tema sentral saya ternyata bukanlah bisnis, juga bukan yang terkait dengannya seperti aktivitas saya dengan Komunitas TDA.

Hal ini memang tidak tercermin secara jelas dalam setiap postingan saya di blog ini.

Tema sentral saya tahun ini sebenarnya adalah tentang KELUARGA. Ya, keluarga.

Dua hal penting yang terjadi tahun ini di keluarga saya adalah dengan lahirnya Vito setelah lebih 6 tahun dinantikan dan keberangkatan ibu saya ke tanah suci.

Lahirnya Vito sebenarnya di luar dugaan. Istri saya hamil di bulan Januari, setelah kami pasrah dan berencana menghentikan proses pengobatan yang melelahkan dan mahal itu.

Proses kehamilan dan kelahiran itu mempengaruhi dan mengubah semua aspek kehidupan keluarga kami, termasuk bisnis.

Selama proses kehamilan dan setelah melahirkan, istri saya tidak lagi terlibat dalam aktivitas sehari-hari di kantor.

Dampaknya, saya harus berjibaku mengurus bisnis sendirian dan menggantikan posisi istri saya selama ini di bidang keuangan yang saya kurang suka. Ya, saya kurang suka mengurus detil soal keuangan.

Alhamdulillah, semua itu berjalan lancar. Saya selalu berada di samping istri di setiap proses itu. It’s priceless, seperti kata sebuah iklan kartu kredit.

Sekarang kami sangat menikmati kehadiran si kecil itu. Terus terang, perhatian saya di bisnis menjadi berkurang karena tersedot untuk si Vito yang semakin lucu dan menggemaskan ini.

Kadang, seharian saya tidak ngantor. Di rumah saja.

Belakangan, Vito sering diajak ke kantor menemani saya. Vito menjadi “penggembira” dan “sumber inspirasi” saya di kantor.

Kami berdua sepakat bahwa Vito harus diurus berdua secara penuh. Setahu saya, di usia 0 sampai 5 tahun, orang tua harus selalu berada di samping sang anak. Itulah masa-masa kritis bagi proses pengembangan dirinya.

Hal lain yang juga menjadi fokus saya di tahun 2007 ini adalah keberangkatan ibunda ke tanah suci.

Kami sepakat bahwa yang menemani beliau adalah adik bungsu saya dengan pertimbangan karena pemahaman agamanya yang lebih baik dibandingkan saya.

Sebagai penggantinya, saya dapat tugas menemani ibu dalam proses pembekalannya. Terutama dalam hal spiritual dan kesehatan.

Maka, sekali seminggu adalah jadwal saya menemani ibunda untuk ikut pengajian di Masjid Sunda Kelapa. Di selingi dengan pengajian Qolbun Salim sekali sebulan di Masjid Bank Indonesia.

Rutinis ini tidak mudah dilakukan, mengingat kesibukan saya dan macetnya kota Jakarta.

Aktivitas bisnis pun saya kesampingkan bila berbenturan dengan jadwal pengajian ini. Ini juga tidak mudah dilakukan. Tapi itu adalah sebuah komitmen untuk keluarga yang bagi saya jauh lebih penting ketimbang bisnis.

Kendala lain adalah kesehatan ibunda yang mengidap rematik akut. Kakinya bengkak dan tidak bisa ditekuk. Shalat pun harus duduk di kursi.

Dokter pun sempat memvonis beliau agar menggunakan tongkat untuk mencegah penyakit menjalar ke kaki yang lain.

Berkat saran salah satu famili, kami pun akhirnya mencari solusi pengobatan di sebuah rumah sakit di Malaka, Malaysia.

Maka, sepanjang tahun 2005 saya menemani beliau berobat beberapa kali di sana. Alhamdulillah, di tahun 2006 penyakit itu berangsur pulih dan ibunda pun bisa berangkat tanpa gangguan kesehatan yang berarti tahun ini.

Adik saya pernah mengkritik bahwa saya terlalu sibuk mengurus bisnis dan jarang meluangkan waktu dengan keluarga.

Saya tersentak mendengar kritikan itu. Ini sebuah “tamparan” halus buat saya ketika itu.

Ketika itu saya beralasan bahwa kualitas pertemuan lebih penting ketimbang kuantitas, seperti banyak dikatakan oleh orang-orang sukses yang super sibuk itu.

Alhamdulillah, saya akhirnya tersadar dan mulai memperbaiki diri. Ketimbang beralasan, saya lebih suka memperbaikinya dengan perbuatan.

Setelah saya alami sendiri, ternyata kualitas juga harus didukung dengan kuantitas. Kuantitas dulu, baru kualitas.

Beberapa hari lalu paman saya berkata kepada istri saya yang intinya adalah pujian dan penghargaan dari ibunda kepada saya. Sungguh, hal ini membuat saya sangat terharu dan bahagia. Biar pun ucapan itu tidak saya dengar langsung dari mulut beliau.

Kita harus menjaga “keseimbangan antar peran” kata Stephen Covey. Semua peran yang kita jalani itu harus seimbang proposinya.

Saat ini saya berperan sebagai suami, ayah, anak tertua, kakak, pemimpin bisnis, anggota masyarakat, founder TDA. Semua peran itu harus dijalani dengan seimbang. Masing-masing peran itu ada haknya yang harus ditunaikan.

Mudah-mudahan kita semua bisa memainkan peran itu dengan seimbang.

Salam FUUUNtastic!
Selamat Tahun Baru 2008

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas Tangan Di Atas



Iklan
Standar

3 thoughts on “2007, Tahun untuk Keluarga

  1. WURYANANO berkata:

    Semoga menjadi Keluarga Sakinah..Mawadah wa Rohmah..

    Memang Tiada Seindah dan sehangat Rumah Kita. Rumahku…Surgaku..

    Sukses Pak Roni!
    Selamat berlibur tahun baru.

    Suka

  2. tutekx berkata:

    Cara cari duit gampang tanpa modal. Tidak percaya silahkan coba, tunggu apalagi !!!!.
    Caranya sebagai berikut :
    1. Registrasi account pada http://www.AWSurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=tutekx. Untuk setiap survey anda akan dibayar 4$ s.d 6$ per survey dan 1.25$ untuk setiap orang yang anda referensikan anda akan dibayar 1.25$. Disamping itu anda akan mendapat bonus bulanan dan undian.
    2. Mentransfer uangnya buat akun PREMIUM pada http://www.paypal.com . Ketika ditanya credit card details jawab Cancel.
    3. Uang tersebut dapat anda transfer atau anda belanjakan pada ebay atau situs belanja.
    4. Silahkan mencoba pikir apalagi klik disininanti anda terlambat
    ======================
    Cara cari duit gampang tanpa modal. Tidak percaya silahkan coba, tunggu apalagi !!!!.
    Caranya sebagai berikut :
    1. Registrasi account pada http://www.AWSurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=tutekx. Untuk setiap survey anda akan dibayar 4$ s.d 6$ per survey dan 1.25$ untuk setiap orang yang anda referensikan anda akan dibayar 1.25$. Disamping itu anda akan mendapat bonus bulanan dan undian.
    2. Mentransfer uangnya buat akun PREMIUM pada http://www.paypal.com . Ketika ditanya credit card details jawab Cancel.
    3. Uang tersebut dapat anda transfer atau anda belanjakan pada ebay atau situs belanja.
    4. Silahkan mencoba pikir apalagi klik disininanti anda terlambat

    Suka

  3. Pushkar berkata:

    !!!Easy Get Money!!!
    1. go to the following link; Welcome $6 Registration Free Join this site. It is also free. You get paid for completing surveys over there 6$ to 4$ dollars per survey and 1.25$ per referral . have a 1 year premium account and now i am collecting some exta cash .
    2. Then create a paypal PREMIUM Account at this address. It is free; ; http://www.paypal.com . When asked for credit card details simply say cancel. You do not need to fill it . Another thing you can also use paypal money to buy stuff on ebay and other shopping sites.
    3. Thats is it. So Simple and I swear it works.
    4. I learnt this from another friend and i thought it will be good for my friends here. So I thought of helping
    5. Try Now Click here

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s