Komunitas TDA

TDA Diliput Lima Media Berbeda Sekaligus

“Wah, TDA diliput Kontan Edisi Khusus Pak. Hebat nih”, demikian bunyi SMS Pak Try Atmojo.

Saya yang ketika itu sedang berada di ATM kompleks ruko Permata Hijau segera mencari tabloid tersebut di sekitar situ.

Ternyata tidak ada. Maka saya pun segera meluncur ke kios majalah yang lumayan lengkap di Carrefour Permata Hijau. Alhamdulillah, dapat.

Tulisan satu halaman di Tabloid Kontan Edisi khusus itu mengungkap sedikit kiprah TDA di ranah entrepreneur Indonesia.

Munculnya TDA di Tabloid Kontan ini sekaligus menutup tahun 2007 dengan sebuah rekor baru: TDA diliput oleh lima media yang berbeda secara hampir bersamaan!

Selain Kontan, di tangan saya juga sudah ada media yang memuat artikel terkait dengan TDA yaitu: majalah Wirausaha dan Keuangan (WK), majalah DUIT! dan majalah wanita Islam Alia.

Bahkan majalah Alia menampilkan liputan sampai empat halaman. Liputannya termasuk lengkap. Cukup komprehensif bagi yang ingin mengetahui apa dan bagaimana itu TDA. Juga ada foto besar saya yang lagi bergaya duduk di atas meja kantor.

Yang kelima adalah liputan TDA di Astro TV. Menurut saya ini bukan sekedar liputan biasa, melainkan semacam film dokumenter mengenai TDA.

Awalnya, produser acara tertarik dengan kiprah saya membangun Manet. Tapi kemudian ia melihat TDA juga tak kalah menarik untuk diliput.

Dari sisi berita, TDA memang membawa sesuatu yang baru.

Contohnya, istilah Tangan Di Atas itu sendiri yang diberi perspektif baru sebagai “pemberi gaji” dan Tangan Di Bawah sebagai “penerima gaji”.

Perspektif baru yang “nyeleneh” itu mengagetkan sebagian orang yang mendengarnya. Bahkan belakangan istilah TDA sendiri telah menjadi akronim yang digunakan oleh orang di luar anggota TDA.

Kalau mengacu kepada unsur “sticky” (melekat), TDA hampir memenuhi kriteria yang diungkap di buku Made to Stick yaitu: sederhana, tak terduga, konkret, kredibel, emosional dan mengandung cerita.

Satu lagi, TDA menggunakan prinsip “law of attraction” (LoA). Tapi bukan dengan cara mengkampanyekan TDA secara masif. Bukan. Bahkan milis TDA sendiri dibuat tertutup dan tidak dapat dicari di yahoogroups.

LoA dari TDA itu adalah dengan “action”. Action speaks louder than words. Itulah yang kemudian menjadi attraction sendiri bagi TDA.

Selain itu TDA dikampanyekan oleh para membernya sendiri melalui interaksinya dengan berbagai pihak, termasuk melalui blog para member. Word of mouth mengenai TDA menyebar ke mana-mana.

Menutup tulisan ini, saya sendiri tidak ingin membanggakan diri dengan prestasi ini.

Saya selalu memegang prinsip “under promise over deliver”.

Pemberitaan mengenai TDA di berbagai media itu bisa menjebak juga. Masyarakat bisa melihat TDA itu sebagai sesuatu yang “wah” atau hebat. Padahal, masih biasa-biasa saja.

TDA yang diurus secara sambilan ini pun belum berbentuk organisasi. TDA masih berbentuk paguyuban, tanpa ada pengurus, tanpa ada ketua. TDA lebih cocok disebut Organisasi Tanpa Bentuk (OTB). Pak Fauzi Rachmanto pernah menyebut TDA sebagai “gerakan underground”.

Saya sering mengatakan bahwa TDA ini ibarat orang (maaf) kentut. Baunya ada tapi sumbernya tidak ketahuan.

Pak Haji Ali sebagai sesepuh TDA berpesan kepada saya agar TDA itu lebih baik sibuk dengan “action” dan bersikap independen.

“Kita tidak perlu meminta bantuan kepada pemerintah. Kita bekerja saja dengan apa yang kita punya. Kita adalah orang lapangan. Biarlah orang-orang pintar itu yang membuat konsep. Kita sebagai pelaksana saja di lapangan”, demikan wejangan beliau kepada saya saat awal berdirinya TDA.

Awalnya, Pak Haji sendiri keberatan dengan pemberitaan TDA di berbagai media.

Tapi belakangan beliau bisa menerimanya. “Yang penting cerita itu adalah benar apa adanya. Bukan tong kosong yang nyaring bunyinya”, pesan beliau.

“Insya Allah, Da” jawab saya kepada beliau yang juga adalah kakak sepupu dari istri saya ini.

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Founder Komunitas TDA


NB: Ada postingan dahsyat dan sayang untuk dilewatkan di blognya Pak Agus. Tentang refleksi 2007 dan resolusi 2008. Saya sendiri sampai merinding saat membacanya. Coba deh baca di sini, di sini dan di sini.

Iklan
Standar

3 thoughts on “TDA Diliput Lima Media Berbeda Sekaligus

  1. U_me berkata:

    has realis in TDA_JOGLO

    Date:: Wed Jan 2, 2008 8:49 pm

    Subject: Re: Penerbitan Berkala TDA?

    Dear TDA-ers & Mods,
    Lama tidak membuka e-mail, jadi ketinggalan info nih 😦
    Maklum saya masih amfibi & emak2 yang sibuk ngurusi anak πŸ™‚
    Baru baca e-mail2 & reply2 tentang penerbitan TDA nih. Moga2 belum
    telat replynya.

    Kebetulan, usaha saya di bidang percetakan dan fotokopi.
    Setuju banget klo ilmu2, ketrampilan. pengalaman dan semangat
    wirausaha, serta sosialisasi & komunikasi antar anggota TDA kita
    visualisasikan dalam bentuk media cetak. Pasti jangkauan pembacanya
    lebih luas karena tidak perlu buka internet untuk membaca blog2
    inspiratif dari member TDA.
    Bila TDA-JOGLO akan membuat edisi cetak dari komunitas TDA, saya
    dengan senang hati mendukung rencana ini πŸ™‚

    Nah, untuk rekan2 TDA yang ingin mencetakkan brosur2, kop surat,
    amplop, nota2, kartu2, dan aneka barang2 cetakan lainnya, monggo..
    silahkan hubungi saya.

    wassalam

    widya
    cv kusuma utama offset
    0812 273 2671

    — In tda_joglo@yahoogroups.
    wrote:
    >
    > 8. Adakah member TDA yang bergerak dalam bidang percetakan,
    fotografi,
    > editing dan tata letak, penerbitan, pendistribusian media dan
    > pengelolaan jasa periklanan media?
    > Ini pasti kunci suksesnya ya mas…Tapi, dengan dukungan
    > komunitas kita, rasanya faktor-faktor ini bukan kendala berarti.
    > Bahkan, bila boleh lebih
    >
    > optimis dikit, ini kan bukan kendala. Bagi saya, ini malah peluang
    > yang menarik untuk kita tangkap. ”Membalik kendala menjadi
    peluang”
    > gitu kan…?
    >

    more detail: http://newumi.blogspot.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s