Business

Negotiate Everything!

Secara alami, saya bukanlah seorang negosiator atau penawar yang gigih.

Saya tidak suka melakukan tawar menawar yang lama dan berbelit-belit. Saya lebih suka transaksi yang cepat selesai.

Tapi, karena saya menyadari bahwa negosiasi itu salah satu aspek penting dalam bisnis, maka saya pun mulai sering mempraktekkannya dengan serius.

Apalagi, Donald Trump dalam pesan awal tahunnya menyebutkan bahwa salah satu kunci sukses di tahun 2008 ini adalah negosiasi. “Learn to negotiate, because everything you want demands it”, katanya.

Sam Walton (founder Wal Mart) adalah seorang negosiator yang gigih. Dalam biografinya berjudul “Sam Walton, Made In America, My Story”, ia mengatakan bahwa satu sen pemborosan akan membebani pelanggan sekian dollar. Maka tak heran Wal Mart punya tag line “Everyday Low Prices”.

Terus terang, saya belajar banyak soal tawar menawar ini dari para perempuan. Ibu saya, adik perempuan saya dan istri saya.

Mereka adalah para negosiator ulung. Lihat aja di pasar-pasar. Ibu-ibu adalah para penawar yang gigih. Saya sering heran melihat adik saya pulang dari pasar dan mendapatkan belanjaan dengan harga yang bikin geleng kepala.

Istri saya pun begitu. Ia adalah seorang penawar ulung juga.

Maklum, sejak kuliah di Jakarta ia membantu toko keluarganya di Palembang sebagai purchaser di Tanah Abang. Apalagi persaingan harga di Palembang itu sangat ketat. Maka ia pun harus mencari produk dengan harga semurah mungkin.

Alhamdulillah “warisan” ilmu itu dibawanya saat bersama saya mendirikan Manet. Jadi, soal tawar menawar saya serahkan ke istri saya. Dijamin sukses lah.

Hampir semua hal bisa dinegosiasikan. Bisa ditawar. Hasilnya sering membuat kita heran. Kok, bisa ya?

Kemarin, saya baru saja melakukan negosiasi dengan bankir saya. Iseng aja. Sebenarnya nggak dikasih juga nggak apa-apa. Eh, kok malah dikasih.

Saya pernah ada kejadian lucu dengan salah satu supplier saya yang kekurangan uang. Ia pun mengajukan pinjaman ke saya Rp. 50 juta. “Sebulan akan saya kembalikan dengan bunga 2,5%”, katanya. Itu senilai kira-kira Rp. 1, 25 juta.

“Saya nggak biasa membungakan uang”, kata saya.

“Sebaiknya order saya yang sedang diproses itu saya bayar lunas aja. Sebagai kompensasinya, saya minta diskon 3% aja”, jawab saya.

Karena kepepet, permintaan saya itu diluluskanya. Setelah dihitung-hitung penghematan yang saya dapatkan mencapai Rp. 4 jutaan. Satu unit PC saya dapatkan dari hasil negosiasi ini.

Terakhir, kemarin saya juga melakukan negosiasi harga dengan sahabat saya, Pak Iim yang baru saja memasang beberapa unit PC di kantor saya. Thanks ya bro…. hehe….

Salam FUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Wow, tinggal 40 seat lagi di Milad II TDA, kata Pak Faif, ketua Panitianya. So, bagi yang berminat, buruan ya. Sebelum kehabisan….

NB 2: Profil Pak Iim dan Pak Wuryanano ada di majalah DUIT! edisi terbaru. Jangan ketinggalan informasi. Segera dapatkan majalahnya.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s