Books and Learning, Business, Komunitas TDA

Akhirnya Berdiri, Sekolah Entrepreneur A la TDA

Beberapa hari lalu saya mengikuti pertemuan dengan beberapa teman seperti Pak Rosihan, Pak Try Atmojo, Pak Iim, Pak Agus, Pak Wasis, Pak Hasan dan Pak James.

Pertemuan tersebut intinya adalah ingin menggagas ide pendirian sekolah entrepreneur a la TDA.

Setelah menerima masukan dari berbagai pihak, akhirnya saya setuju dengan berdirinya lembaga pembelajaran entrepreneur dengan mengacu kepada kurikulum TDA.

Pertimbangan saya adalah sebagai berikut:

Pertama, member TDA semakin banyak. Data terakhir sudah mencapai 1.600 orang. Setiap hari bergabung anggota baru dengan latar belakang yang berbeda. Rata-rata mereka punya keinginan kuat untuk memulai bisnis.

Kendalanya, di TDA yang sudah berusia 2 tahun ini terus berkembang dengan dinamis, sehingga terkesan member baru kurang diperhatikan. Kegiatan-kegiatan TDA pun terlihat lebih “advance” sifatnya mengikuti kebutuhan member yang lebih “senior”.

Timbul pertanyaan: bagaimana dengan kegiatan khusus untuk member baru yang masih pemula?

Member baru seperti “ditinggalkan” dan “dipaksa” mengikuti lalu lintas milis yang sangat ramai dan membingungkan mereka.

Seharusnya, memang disiapkan semacam “road map” atau arahan bagi para member baru itu.

Kedua, di TDA ini begitu banyak member yang punya kemampuan dan pengalaman yang layak untuk dibagikan kepada member lainnya.

Mereka semua adalah para praktisi yang ahli di bidang bisnisnya masing-masing.

Rata-rata mereka punya “passion” dan keinginan untuk berbagi ilmu dan pengalaman di TDA.

Nah, keinginan itu seharusnya dibuatkan wadahnya di TDA ini.

Ketiga, selain dari teman-teman TDA saya juga menerima masukan serupa dari tokoh-tokoh senior seperti Pak Haji Ali yang begitu bersemangat mendorong saya untuk membuat sekolah entrepreneur ini. Bahkan saya pernah diultimatum untuk mendirikannya dalam waktu satu bulan saja.

Selain itu, Pak Wasis juga pernah menyampaikan minat dari seorang investor kakap yang punya passion untuk memajukan kewirausahaan di Indonesia. Jadi, kalau rencana ini jalan, beliau berminat untuk menjadi penyandang dananya. Insya Allah beliau juga akan hadir di Milad nanti.

Keempat, saat ini marak berdiri sekolah-sekolah entrepreneurship dengan berbagai metodenya. TDA yang nota bene bukanlah sekolah tapi menurut pengakuan sebagian membernya telah berhasil menjadi salah satu kontributor meningkatnya jumlah entrepreneur di Indonesia. Padahal, TDA hanyalah sebuah komunitas.

Ternyata, ada satu hal yang dimiliki oleh TDA yang tidak ada di tempat lain, yaitu “after sales service-nya”. Maksudnya, setelah peserta selesai pembelajaran tidak ditinggal begitu saja, melainkan di-maintain, dirawat dan dimotivasi terus dengan atmosfir yang kondusif di TDA ini.

Di tempat lain, biasanya alumni dilepas begitu saja. Akhirnya, banyak di antara mereka yang justru “berlabuh” di TDA untuk mendapatkan lingkungan yang kondusif baginya. Artinya, TDA-lah yang melakukan “after sales service-nya”.

Selain itu, TDA juga punya keunggulan dalam hal kurikulum. TDA memiliki kurikulum yang namanya BDSA, kepanjangan dari Belief, Dreams, Strategi dan Action.

Keempat komponen kurikulum itulah yang selama ini menjadi acuan kegiatan TDA selama ini. Keempat hal itu harus berjalan seimbang. Tidak boleh cuma sebagian saja.

Nah, dari semua pertimbangan itu, akhirnya saya mengiyakan permintaan dari teman-teman untuk mendirikan sekolah entrepreneur a la TDA. Namanya sendiri masih digodok.

Insya Allah, program ini akan dilaunching saat milad nanti.

Sekolah atau kursus ini akan dikelola secara profesional dan tentu saja profit oriented. Hasil dari pemasukannya, tentu saja untuk manajemen, para pengajar dan sebagiannya untuk TDA.

Bagi anda yang berminat, mengenai teknis dan biayanya, mohon nantikan informasi selanjutnya.

Mudah-mudahan ini jadi salah satu awal bagi TDA untuk “bermimpi” lebih tinggi lagi. Mungkin saja suatu saat nanti akan ada yang namanya “TDA Building”. Why not?

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Kemarin saya mendapat email dari salah satu peserta Milad II TDA yang datang dari Manado. Wow, ini adalah peserta yang datang paling jauh sampai hari ini. Tahun lalu, peserta paling jauh adalah dari Sawahlunto, Sumatera Barat. Masih ada yang lebih jauh?

NB: Alhamdulillah, akhirnya confirm. Exelcomindo akan menjadi salah satu sponsor Milad TDA. Nanti akan dibagikan “hadiah khusus” dari XL bagi para peserta Milad. Apa hadiahnya? Pasti heboh. Nantikan saja…

Iklan
Standar

2 thoughts on “Akhirnya Berdiri, Sekolah Entrepreneur A la TDA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s