Komunitas TDA

Febby Rudiana: Hari Ini, Dua Tahun yang Lalu

Yang hadir sekitar 30 orang ketika itu. RM Sederhana Rawamangun jadi saksinya. Duduk di depan dari kiri: Pak Bambang Sugiharto, Mas Purwoko, Mas Khairul Yanis dan Pak Nas Jamalludin (Surabaya)

Langsung take action hari itu juga meninjau lokasi ITC Mangga Dua. Dari kiri: Pak Joseph Hartanto, Pak Fadjar, Bu Yulia (berjilbab) Pak Bambang (berkacamata), Pak Abduh (bertopi) dan Pak Joko Purwanto.

Pak Haji Ali dikerubuti “penggemar”. “Ayo, siapa yang mau kios gratis?”. Per 1 Februari 2006, seminggu setelah talkshow 22 Januari, 12 orang peserta langsung take action buka toko di ITC Mangga Dua. Berdirilah TDA…

Hari ini 22 Januari 2008, adalah ulang tahun ke-2 berdirinya komunitas Tangan Di Atas (TDA). Menyambut MILAD ke-2, TDA akan menyelenggarakan sebuah acara gathering bagi membernya yang insya’allah akan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2008. Insya’allah saya juga akan hadir disana.

Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin mengenang kembali cerita 2 tahun lalu saat saya membantu menggorganisir sebuah acara sederhana, kumpul-kumpul teman-teman entrepreneur bersama H. Nuzli Arismal, yang lebih dikenal dengan H. Alay. Saya juga tidak pernah menyangka kalau dari pertemuan ini akan berkembang menjadi sebuah komunitas dahsyat yang bernama TDA.

Tanggal 22 Januari 2006 di rumah makan Sederhana, Rawamangun, saya bersama beberapa rekan, Pak Roni, Pak Hantiar, Pak Hasan Basri, Pak Iim Rusyamsi, dan Pak Purwantiko Yunaryo, menyelenggarakan sebuah acara yang selanjutnya dikemas menjadi sebuah acara Talk Show. Acara ini bertajuk Talkshow Kiat Sukses H. Alay. Lucunya kami (khususnya saya) sama-sama belum pernah bertemu muka sebelumnya, kecuali Pak Roni & Pak Iim tentunya yang memang sudah bersahabat dari kecil πŸ™‚

Mungkin ada yang penasaran kenapa kami menyelenggarakan acara ini. Ya…saya sendiri terus terang saat itu sangat penasaran dengan cerita Pak Roni di sebuah milis entrepreneur yang juga saya ikuti, tentang H. Alay. Saya sudah membaca beberapa tulisan Pak Roni yang inspiratif di milis itu. Beberapa tulisannya saat itu antara lain: “Hati-Hati Dengan Jebakan Biaya Tetap“, “Uang Berserakan di Mana-mana“, dan “Silaturahmi (Terbukti) Membawa Rejeki“. Nah…di dua tulisan terakhir inilah, Pak Roni bercerita tentang H. Alay. Ternyata, nggak cuma saya yang penasaran. Beberapa rekan di milis itupun banyak yang penasaran dan akhirnya meminta Pak Roni untuk dipertemukan dengan H. Alay ini.

Pada awalnya, Pak Roni ragu, apakah H. Alay bersedia berbicara dalam forum. Oleh karena itu awalnya, Pak Roni berencana hanya akan mengadakan pertemuan informal dengan mengundang 10 orang saja yang tertarik. Di bawah ini kutipan dari email Pak Roni.

Tulisan saya berjudul “Uang Berserakan di Mana-mana” dan “Silaturahmi (Terbukti) Membawa Rejeki” banyak mendapat tanggapan dari pembaca. Terima kasih atas apresiasinya. Sebagian ada yang penasaran ingin diperkenalkan dengan tokoh Pak Haji A yang saya ceritakan, ada juga yang ingin dibuat semacam seminar atau talkshow dengan beliau, bahkan ada juga yang curiga kalau Pak Haji yang bernama Haji Nuzli atau Haji Ali tersebut adalah tokoh rekaan saya seperti Rich Dad-nya Robert Kiyosaki. Tokoh tersebut adalah benar adanya. Real person.

Tadi siang (7/1/06) saya bertemu lagi dengan beliau membicarakan kelanjutan kerja sama di antara kami. Saat makan siang, saya nyatakan keinginan dari pembaca blog saya khususnya teman-teman dari milis yang ingin bertemu beliau. Alhamdulillah, beliau menyanggupi untuk memberikan sharing ceritanya kepada kita semua.

Adapun format acaranya adalah model talkshow santai yang mungkin diadakan di sebuah tempat, misalnya di restoran atau ruang pertemuan lain yang cocok. Rencananya akan diadakan hari Minggu 22 Januari 2006. Untuk sementara, jumlah peserta dibatasi hanya 10 orang saja, mengingat saya belum terbiasa mengorganisasi acara seperti ini.

Dari sinilah kemudian saya berpikir akan sayang sekali kalau hanya dibatasi untuk 10 orang saja. Akhirnya, saya mengajukan diri untuk membantu menyelenggarakan acara ini. Kebetulan saya punya sedikit background event organizer saat bekerja dulu, khususnya dalam mengadakan seminar-seminar. Di acara talkshow ini, saya bertugas untuk mendaftar rekan-rekan yang akan ikut dan menyelesaikan administrasi tempat.

Singkatnya, acara yang dimulai dari pukul 10.00 dan direncanakan berakhir pukul 12.00 WIB sampai harus molor. Peserta sangat antusias mendengarkan kisah Pak Haji Alay. Apalagi dengan tawarannya saat itu yang sangat fantastis, yaitu menyediakan kios gratis di Tanah Abang dan Mangga Dua. Plus Pak Haji juga membagi-bagikan beberapa buku karya ayahanda Pak Haji untuk peserta talkshow. Sayang karena terbatas, tidak semua peserta dapat, termasuk saya yang tidak dapat πŸ˜‰ Talkshow ini juga didokumentasikan oleh Pak Andry Andika dari Wira Media Selaras, sehingga kami punya kenang-kenangannya saat ini πŸ™‚ Peserta yang hadir saat itu sekitar 30 orang.

Meski pada akhirnya saya tidak ikut bergabung dengan rekan-rekan untuk membuka kios di Tanah Abang dan Mangga Dua, tapi saya selalu bisa mengikuti perkembangannya karena kami selalu berkomunikasi via milis yang dibentuk untuk saling sharing & support di antara rekan-rekan alumni talkshow Haji Alay. Milis di yahoogroups ini diberi nama “tangandiatas” seperti istilah yang selalu dipakai Haji Alay dalam talkshow. Untuk mempersingkat, selanjutnya menjadi TDA. Para alumni talkshow H. Alay ini selanjutnya oleh Pak Roni disebut TDA Founders. Karena aktifitas TDA yang lebih banyak secara offline, maka TDA disebut sebagai jaringan kerja, bukan sekedar milis.

Setelah acara talkshow ini, saya masih membantu mengorganisir beberapa acara, seperti kunjungan ke UKM Bandung yang diikuti oleh sekitar 80 peserta. Kemudian, seminar internet marketing bersama Anne Ahira & Eddy Aji (JPG Tech). Namun, karena keterbatasan fisik dan waktu (baru melahirkan anak ke-2) akhirnya saya hanya aktif di online saja & sesekali ikut kegiatan offline TDA sebagai peserta selama tahun 2007.

Mengikuti perkembangan TDA ini saya melihat antusias yang tinggi dari sesama member untuk sharing, support, memberi, dan sinergi. Karena itulah TDA bisa seperti ini. Sekaligus juga menjadi khawatir karena tentunya akan ada harapan yang berlebihan dari member sendiri terhadap komunitas ini, apalagi semenjak TDA banyak diliput media. Namun dengan kebiasaan yang selalu diterapkan yaitu siapa yang mengusulkan, maka itu yang melaksanakan, insya’allah semua akan berjalan dengan dukungan penuh dari member. Karena milis ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita.

Salam,

Febby Rudiana

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s