Books and Learning, Business, Komunitas TDA

Sekolah Entrepreneurnya Jangan Mahal-Mahal Pak…

Demikian bunyi shoutbox di blog saya pagi ini.

Saya coba jawab dengan berandai-andai saja.

Seandainya setelah lulus dari kursus entrepreneur TDA ini, dalam setahun kemudian anda mendapat profit 10 juta, atau 30 juta, atau 50 juta atau 100 juta per bulan dari bisnis anda.

Berapa harga atau nilai investasi yang akan anda berikan kepada kursus ini?

Sekali lagi, ini adalah investasi, bukan biaya. Kalau biaya, ia habis menguap. Kalau investasi, ia akan kembali di masa mendatang dalam jumlah yang mungkin saja tidak terbatas, unlimited.

Jadi, kalau bicara harga investasi, akan sangat relatif jawabannya. Tergantung “value” apa yang ditawarkan di balik harga itu.

Ketika ide ini juga ditawarkan oleh Pak Haji Ali (sesepuh TDA), ia mengatakan bahwa ia akan memberikan ilmu dan pengalaman berbisnisnya selama 40 tahun jatuh bangun itu. Kerugian miliaran rupiah sudah ditelannya selama perjalanan itu.

Ia akan memberikan “intisari” dari semua pengalaman itu kepada peserta nantinya.

Pertanyaannya, berapa harga yang layak kita berikan kepada pengalaman 40 tahun itu?

Tentu juga sulit dijawab.

Ada sebuah cerita menarik mengenai tukang paku.

Si A yang putus asa karena telah berulang kali mencoba memaku tembok, akhirnya meminta bantuan seorang tukang paku. Ia putus asa karena setiap kali memukulkan palu selalu saja meleset, pakunya miring atau bengkok.

Oleh tukang paku profesional itu, dalam beberapa pukulan saja paku itu pun masuk dengan lurus dan mulus tepat di sasarannya.

Sebagai bayarannya, ia meminta ongkos Rp. 20.000.

“Dua puluh ribu hanya untuk memukul paku beberapa kali? Mahal sekali?” seru si A.

“Ya, ongkos memukul pakunya sebenarnya murah, cuma seribu saja. Tapi ongkos untuk menentukan titik mana yang harus di pukul dan bagaimana cara memukul itu yang lebih mahal, sembilan belas ribu”, jawab si tukang paku.

“Untuk menentukan titik mana yang harus dipukul dan cara memukul yang tepat itu saya telah menghabiskan waktu puluhan tahun”, lanjut si tukang paku.

Kira-kira seperti itulah jawaban saya terhadap pertanyaan soal harga ini.

Sebagai gambaran, harga yang akan dipatok tidak akan jauh berbeda dengan kursus entrepreneur yang sudah ada selama ini. Bahkan mungkin harga di TDA akan lebih mahal, karena ada komitmen “after sales service” dan kurikulum yang insya Allah lebih baik itu. Apalagi, kursus ini nantinya akan dikelola secara serius dan profesional.

So, untuk kepastian harganya, nantikan saja pengumuman selanjutnya, karena masih digodok oleh tim.

Demikian jawaban dari saya.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Saya baru saja membeli tiket multi pass 3 hari untuk event Java Jazz 2008 bulan Maret nanti. Harganya Rp. 850 ribu. Mahal atau murah? Kalau menurut saya murah. Soalnya dengan harga segitu saya dapat menonton ratusan musisi kelas dunia. Coba, kalau mereka datang sendiri-sendiri, berapa harganya? Mungkin untuk satu grup saja bisa ratusan ribu. Di samping itu, pertunjukan kelas dunia sekelas North Sea Jazz Festival yang legendaris itu adanya di Jakarta. Saya tidak perlu keluar ongkos lagi untuk ke Belanda. So, menurut saya harganya murah jika dibandingkan “value” yang diberikan. Makanya dari tahun ke tahun event ini semakin membludak pengunjungnya.

Iklan
Standar

2 thoughts on “Sekolah Entrepreneurnya Jangan Mahal-Mahal Pak…

  1. jilbab-smoothie berkata:

    Assalammualaikum Pak Roni….Saya mantan mahasiswa kemarin…saya sudah mulai bisnis sejak kuliah…dan sekarang sedikit demi sedikit sudah terlihat arahnya….saya di bandung, saya ingin gabung dengan komunitas TDA bandung…gimana caranya ya Pak?? klo di Jkt..ribet juga saya harus bolak balik. boleh minta Yahoo messenger Pak Roni?? saya senang sekali bisa ngobrol dengan bpk seputar bisnis garmen. trims, Arul_jahrul@yahoo.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s