Business, Mindset

Mindset Seorang TDA (Entrepreneur)

Dalam sesi refleksi 2 tahun TDA di milad kemarin saya sempat menyampaikan mindset atau sikap yang harus dimiliki oleh seorang TDA, yaitu suka bersilaturahmi dan terbuka terhadap hal-hal atau ide baru (open minded).

Sebenarnya masih kurang. Masih ada beberapa sikap atau mindset lagi yang harus dimiliki oleh seorang TDA dalam menjalankan bisnisnya, di antaranya:

Action oriented. Ini yang selalu didengung-dengungkan di TDA. TDA = Take Double Action, take action miracle happen. Jadilah orang yang action oriented, early starter dan jangan jadi reaction oriented.

– Bertanggungjawablah sepenuhnya terhadap diri dan bisnis anda. Jadilah nakhoda dari kapal anda. Jangan suka menyalahkan orang lain, mencari alasan dan pembenaran atau istilahnya BEJ (Blame, Excuse dan Justification). Itu adalah sikap seorang yang tidak bertanggung jawab. “Take ownership”, kata Brad Sugars. Ownership berasal dari kata own a ship, nakhoda.

– Milikilah dreams yang tinggi dan jelas. All begin and end in mind, kata Stephen Covey. Dan memang benar, para entrepreneur sukses selalu punya impian yang jelas. “Saya ingin membangun pusat outdoor equipment terbesar di Asia Pacific”, kata paman saya Alfi beberapa hari lalu.

– Selalu berorientasi kepada solusi, solusi dan solusi. Bukan berorientasi kepada masalah dan memperdalam masalah itu jadi lebih ruwet. Entrepreneur sukses tidak suka berlama-lama larut dalam masalah yang akan menariknya ke dalam jurang yang lebih dalam. It is better to light a candle than to curse to the darkness.

– Selalu berpikiran win – win dengan semua pihak. Kecurangan dan keuntungan jangka pendek dihindarinya. Ia lebih suka membangun reputasi dan nama baik dalam jangka panjang. Dari pola berpikir win – win inilah para entrepreneur atau TDA sukses itu seolah-olah menjadi money magnet. Ya, karena reputasi baiknya selama ini, ia pun dipercaya oleh banyak pihak. Usahanya selalu dimudahkan dan seolah-olah seperti effortless.

– Lebih suka bekerja sama ketimbang bekerja sendirian. Ia suka beramal jama’i ketimbang menjadi lone ranger. Ia percaya kepada orang lain. Paul Getty bilang, “I’d rather have 1% from effort of 100 people than having 100% from my own effort”.

Apakah kita semua sudah punya kualitas seperti di atas?

Salam FUUUNtastic TDA!

Bersama Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s