Business

Perfeksionis, Penyakit Kronis Para TDA

Terus terang, saya kena sentil oleh bukunya Andy Birol yang sedang saya baca ini.

Saya tersenyum kecut dan berpikir mendalam, merenungi kata-kata dari konsultan small bisnis ternama ini.

” Many owners strive to produce a “perfect plan”. These people are used to cloistered experience of corporations or academia, and they tend to analyze problem forever. By tweaking every detail they end up delaying (or preventing) toward progress. This isn’t procrastination, however, but perfectionism. Their greatest desire is to perfect so that someone will bestow an A plus.”

Sebagai business owner, saya mengakui sering terjebak dalam keinginan untuk melakukan segalanya secara sempurna.

Saya ingin website yang sempurna.

Saya ingin disain produk yang sempurna

Saya ingin kualitas pelayanan yang sempurna.

Pokoknya ingin semuanya sempurna deh.

Tapi, dibalik keinginan itu tersimpan masalah kronis yang berakibat penundaan yang juga bisa menimbulkan masalah kronis lain.

Hal seperti ini juga diakui oleh beberapa teman TDA.

Seorang teman bahkan punya cerita lucu.

Ia menyarankan kepada teman lain yang ingin meluncurkan website agar segera memulai tanpa harus menunggu sempurna dulu.

Singkat cerita, websitenya pun telah online seminggu kemudian. Padahal, teman yang memberi saran ini juga tengah membuat website yang berbulan-bulan belum diluncurkan juga.

“Saya ingin yang perfect Pak”, ujarnya.

“Tapi keinginan itu malah membuat websitenya nggak jadi-jadi sampai sekarang”, lanjutnya tergelak.

Keinginan untuk segala sesuatunya serba perfect ini merupakan gejala umum dialami oleh seorang business owner atau TDA, termasuk saya.

Tapi, saran konsultan yang telah 30 tahun menangani masalah small business ini patut jadi renungan dan otokritik buat kita.

Masihkah kita ingin menjadi “Mr. Perfect”?

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Iklan
Standar

One thought on “Perfeksionis, Penyakit Kronis Para TDA

  1. Ikhwan Sopa berkata:

    Setuju banget boss. Sempurna itu malah “keterbatasan”, toh sesudai sempurna adanya hanya “nothing”.

    Ketidaksempurnaanlah yang membuat dunia ini indah dan tetap berjalan. Makanya adalah Windows 98, Windows XP, dan Windows Vista. Makanya ada kijang kotak, ada kijang kapsul, dan ada Innova. Itu semua lahir dari ketidaksempurnaan.

    Kalo dunia ini berorientasi pada kesempurnaan, maka HP kita sampe sekarang tetap N5510!

    Bravo,
    FuunTastic!

    Ikhwan Sopa
    Trainer E.D.A.N.
    http://milis-bicara.blogspot.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s