Komunitas TDA

TDA Adalah Akselerator Pembelajaran Bisnis. Terbukti!

Kemarin saya chatting dengan Bu Doris Nasution, salah satu member TDA yang cukup aktif.

Awalnya ia membuka pembicaraan dengan menyampaikan selamat ulang tahun untuk istri saya.

“Ternyata nggak beda jauh ya, dengan saya”, tulis Bu Doris yang saat ini tengah sibuk persiapan cabang tokonya yang kedua.

“Apanya? Umurnya?”, tanya saya penasaran.

“Iya”, jawab Bu Doris.

“Tapi hebatnya, usia segitu sudah punya bisnis sebesar Manet“, lanjutnya.

“Iya laah, kami memulainya jauh lebih dulu. Dan kami tidak pernah menjadi TDB, langsung terjun jadi TDA”, jawab saya.

“Iya, sih. He he”, tulis Bu Doris yang telah melepas status TDB-nya tahun lalu.

“Tapi, saya justru iri dengan teman-teman TDA. Mereka dapat pembelajaran bisnis dengan cepat”, lanjut saya. “Beda dibandingkan kami dulu. Kami babak belur dulu dalam waktu cukup lama, sendirian tanpa dukungan teman-teman seperti di TDA ini”.

“Iya, saya dapat pembelajaran banyak dari TDA”, jawab Bu Doris.

Membaca pernyataan Bu Doris ini saya penasaran dan ingin konfirmasi lebih lanjut. “Benar nggak sih pernyataan saya selama ini bahwa TDA adalah AKSELERATOR pembelajaran bisnis?”

“Benar, Pak. Saya setuju”, jawabnya tegas.

“Jadi, omongan saya selama ini bukan omong kosong ya? Terbukti kan?”, saya mencecarnya ingin lebih diyakinkan.

‘Iya Pak. Terbukti. Saya sudah merasakannya”, jawab Bu Doris.

Pembaca, saya selalu penasaran dan ingin tahu sejauh mana manfaat konkrit yang diperoleh oleh member TDA selama ia bergabung.

Bu Doris adalah salah satu contoh konkrit yang bisa saya sebutkan.

Saya memperhatikan Bu Doris sejak awal bergabung. Ia termasuk aktif mengikuti semua kegiatan TDA. Kegiatan pertama yang diikutinya adalah Tour UKM ke Bandung yang diikuti sekitar 80 member bulan Maret 2006 lalu.

Setelah itu saya dengar ia membuka kios voucher di JaCC dengan nekat dan akhirnya berdarah-darah. Ya, ia langsung membeli kios tanpa perhitungan bisnis yang akan membiayai cicilan kios itu.

Setelah itu ia mengganti dagangan dengan membuka bisnis makanan. Kalau tidak salah namanya “Preman Fried Chicken”. Hehe… Yang jualan preman ya?

Namun, untung masih belum diraih. Hanya beberapa bulan bisnis ini dapat bertahan.

Bu Doris memutuskan untuk cut loss. Namun tidak semudah itu. Kios yang sudah dicicil tidak dapat dijual dengan mudah. Itu sebuah pelajaran berharga.

Meski pun bisnisnya masih dirundung masalah, Bu Doris tetap TERLIBAT mengikuti kegiatan-kegiatan TDA. Tetap mengikuti “kurikulum” TDA yang mewajibkan membernya untuk saling BERSILATURAHMI.

Tidak lama setelah mendapat pembelajaran berharga itu Bu Doris yang mantan profesional di bidang IT ini bangkit lagi. Akhirnya ia menemukan pintu rezekinya dengan membuka outlet busana muslim dan kerudung Shakiraa di daerah Tebet.

Suksesnya dapat diukur dengan keputusannya untuk resign dari pekerjaan setelah beberapa bulan membuka bisnis ini. Bahkan beberapa hari lagi ia akan membuka outlet yang kedua.

Beberapa hari ini Bu Doris banyak berkomunikasi dengan saya terkait dengan keinginannya untuk mengisi sebagian besar toko barunya dengan produk Manet.

Ia melihat produk Manet sesuai dengan segmen menengah atas yang dibidiknya di daerah itu.

Saya tentu saja menyambut gembira dan mendukung sepenuhnya rencana itu.

Maka, kami pun berdiskusi panjang lebar mengenai kerja sama ini, terkait dengan dukungan yang dapat diberikan Manet nantinya.

“Insya Allah, Manet akan mendukung Shakiraa”, kata saya.

Saya senang sekali menyaksikan satu per satu member TDA sudah menemukan “MIRACLE-nya”.

Meski pun datanya tidak ada, saya yakin banyak Doris-Doris lain yang juga telah menemukan “miracle-nya” selama bergabung di TDA.

Tapi ingat, miracle itu terjadi setelah anda “TAKE INSPIRED AND MASSIVE ACTION”. Dan maaf, no action nothing happen.

Salam FUUUNtastic TDA!

TDA adalah akselerator pembelajaran bisnis. Terbukti!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Hari ini saya mendapat undangan untuk menjajal All New Corolla Altis baru di Senayan City. Mantaap!

Iklan
Standar

2 thoughts on “TDA Adalah Akselerator Pembelajaran Bisnis. Terbukti!

  1. eka berkata:

    Dear Pak Roni dan TDA-ers …
    Saya salah satu member TDA yang merasakan bagaimana biz yang saya mulai denga suatu keisengan belaka mengalami lompatan quantum yang menurut saya sangat funtastiiicc …

    Kadang seperti Miracle … setelah disadari yeah it happens on me.

    Sebagai member daerah yang jauh dari kemampuan untuk aktif dalam kegiatan offline – saya selalu mengacu pada kurikulum awal BDSA .. dan kini saya semakin merasakan bahwa satu-satu mimpi saya mulai teraih.

    SEcara sadar saya bisa ungkap-kan … semua dimulai dari sebuah komunitas dimana saya masih bersandar didalamnya TDA.

    Terima kasih Pak Roni blog-nya selalu inspiring dan provokatif … mari kita bersama menebar rahmat.

    Salam dari Bali,
    Eka
    http://www.pernik-unikdiary.blogspot.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s