Business, Komunitas TDA, Life

Roni: Berhenti Berjualan di Toko Fisik, Membuka Toko Online

Pembaca, ini adalah wawancara saya yang dimuat di blog Media Ide. Semoga bermanfaat.

———–

Nah, berikutnya adalah wawancara dengan pemilik ManetVision.com, yaitu Mas Roni Yuzirman. Blogger ini selain aktif berbisnis online melalui tokonya, ia juga pendiri dan masih aktif di komunitas Tangan di Atas (TDA). Apa itu ManetVision.com dan apa itu TDA, simak saja wawancara berikut ini.

(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)

Boleh diceritain nggak, ManetVision.com itu tentang apa? Berjualan apa saja?

ManetVision itu adalah perusahaan yang membawahi bisnis saya, Manet Busana Muslim yang bergerak di bidang fashion.

Kenapa Mas Roni memilih berjualan busana muslim secara online? Prospeknya seberapa menarik sih? Katanya dulu pernah punya toko (fisik) sendiri?

Karena kepepet, waktu itu (2004) 3 toko saya di Tanah Abang nyaris bangkrut dan karena satu dan lain hal saya diusir keluar dari toko oleh PD Pasar Jaya. Ya, terpaksa angkat kaki dari sana dan memulai bisnis seadanya dari garasi rumah.

Waktu itu saya memulainya tanpa melihat prospeknya. Terus terang sekali lagi karena kepepet, modal nyaris habis dan tidak punya pilihan. Jadi, saya berpikir dengan memulai secara online dari rumah akan jauh menghemat dan murah dibandingkan buka toko di Tanah Abang yang sewa per kiosnya antar Rp. 50-100 juta per tahun.

Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan ManetVision.com? Pasarnya kemana saja?

Waktu itu saya mengawalinya dengan memasang iklan baris gratis di internet, mengirim press release ke media-media massa, dan mendapat promosi gratis di setiap seminar dan talkshow Pak Tung Desem Waringin, yang membimbing saya secara pribadi ketika itu.

Pasarnya saat ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia, dan sedikit di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong.

Menurut Mas Roni sendiri, ukuran sukses ManetVision.com ini seperti apa? Kira-kira akan tercapai dalam berapa tahun? Atau malah jangan-jangan sudah tercapai?

Ukuran sukses buat saya relatif ya. Tidak hanya terkait dengan finansial. Tapi juga kebebasan dan memberi manfaat bagi orang lain. Memang, pengakuan juga perlu. Alhamdulillah, tahun 2006 lalu Manet menerima penghargaan Enterprise 50 dari Majalah SWA. Soal pencapaian, itu juga relatif. Yang jelas saya masih terus mengembangkan bisnis saya dengan membuka segala kemungkinan yang bisa diraih.

Websitenya sepertinya masih dalam proses redesain ya? Selain mendapatkan revenue dari penjualan, ada rencana untuk mencari revenue tambahan lain melalui website ini?

Ya, saat ini memang dalam proses re-design dengan konsep baru. Kalau tadinya hanya khusus grosir, sekarang juga melayani ritel. Untuk saat ini revenue utama di website masih dari penjualan.

Yang pasti akan jadi pertanyaan orang-orang, seberapa besar sih revenue dari ManetVision.com ini setiap bulannya? Berapa persen pembelian terjadi dari jumlah kunjungan setiap bulannya?

Sebenarnya website itu hanyalah salah satu dari beberapa marketing channel yang saya gunakan. Istilah yang saya gunakan adalah multichannel marketing. Website juga menjadi salah satu alat untuk mengkonversi prospek menjadi pembeli dan selanjutnya kami menggunakan sarana lain untuk me-retain customer menjadi pembeli loyal.

Lalu, rasanya pembangunan ManetVision.com ini tidak lepas dari aktivitas Mas Roni di Tangan Di Atas (TDA). Boleh cerita-cerita dong tentang TDA ini dan manfaat apa yang bisa diberikan melalui TDA?

Ya, TDA saya dirikan tanpa sengaja karena dampak dari sukses Manet juga, yaitu adanya kebebasan waktu. Saya punya banyak waktu luang sehingga suatu ketika saya mulai tertarik menulis blog di www.roniyuzirman.com, yang menjadi cikal bakal berdirinya TDA.

Isi blog saya pada awalnya adalah sharing pengalaman jatuh bangun membangun bisnis yang kemudian ternyata menarik minat pembaca yang rupanya juga bernasib sama dengan saya. Maka terbangunlah jaringan “orang-orang senasib” dan se-visi dengan saya, yaitu orang-orang yang butuh teman atau supporting group dalam menjalankan bisnis mereka. Jadi, manfaat TDA bagi membernya adalah menjadi supporting group. Membernya dihimbau untuk saling berbagi dan saling mendukung untuk kesuksesan bersama.

Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, dalam bayangan Mas Roni, ManetVision.com sudah akan melakukan hal apa saja?

Saya ingin membawa member Komunitas TDA ini menjadi pelaku-pelaku bisnis yang diperhitungkan di Indonesia, tidak hanya diperhitungkan dari sisi jumlah tapi juga kualitas dan kontribusinya terhadap perekonomian bangsa.

Dalam hal ini, peran saya dan Manet adalah melakukan fungsi “giving back to community” atau istilah kerennya CSR. Tapi saya melakukan pendekatan lain, bukan memberi secara materi, melainkan dalam bentuk lain seperti inspirasi, pembelajaran dan dukungan kepada para entrepreneur atau calon entrepreneur di Indonesia.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s