Life

Cooling Down…

“Ma, besok Roni mau ke rumah”, kata saya kepada ibu di telepon kemarin.

Ibu saya sempat bingung. Biasanya saya datang selalu di akhir pekan, waktu yang selalu saya alokasikan untuk keluarga.

Namun, 2 pekan belakangan ini saya tidak dapat memenuhi komitmen itu. Pekan lalu saya sibuk dengan workshop TDA Entrepreneur Makers (TDA EM).

Akhir pekan ini pun saya tidak bisa ke rumah ibunda di Pademangan karena sudah beli tiket Java Jazz 2008 untuk 3 hari. Menonton Java Jazz adalah agenda rutin saya setiap tahun. Selain itu juga ada pertemuan dengan alumni TDA EM dan seminar properti di siang harinya.

Maka, saya memutuskan untuk memilih hari Rabu ini untuk meliburkan diri, cooling down dan bersilaturahmi bersama keluarga. Saya juga rindu ingin bermain dengan para keponakan di sana.

Dua pekan terakhir ini jadwal saya terbilang cukup padat. Mulai dari aktivitas di Manet yang memang sedang sibuk mengejar produksi dan menambah kapasitas. Karyawan baru pun ditambah dan harus ditraining. Belum lagi target launching website Manet versi baru sudah semakin mepet.

Penyusunan buku saya pun sudah dimulai prosesnya. Ini tentunya perlu perhatian dan waktu ekstra juga.

Di TDA pun, aktivitas saya tidak sedikit. Mulai dari pembuatan portal TDA, mengurus TDA E-Makers dan para alumninya, menindaklanjuti beberapa tawaran kerja sama, rencana regenerasi pengurus TDA Manajemen dan sebagainya.

Maka, hari ini saya putuskan untuk cooling down dulu. Take a day off. Berhenti sejenak, kata Bayu Gautama.

Berhentilah sejenak. Perhatikan “kompas hidup” anda. Apakah masih sesuai dengan arah tujuan hidup anda? Ataukah sudah mulai bergeser? Demikian nasihat Stephen Covey yang saya ingat. Kita perlu waktu khusus untuk merenung dan memikirkan kembali “kompas” hidup kita ini.

Hidup itu harus seimbang. Ada siang ada malam. Ada yin ada yang. Ada laki-laki ada perempuan. Ada masanya kita sangat sibuk, ada masanya kita cooling down dan doing nothing.

Kalau keseimbangan itu sudah mulai terlanggar, maka masalah mulai timbul. Keluarga mulai protes. Kritikan mulai datang.

Saya pernah mengalami itu. Saya baru tersadar setelah dikiritik oleh adik saya. “Uda terlalu sibuk. Mama butuh waktu dan perhatian dari Uda”, katanya suatu ketika.

Keluarga adalah kompas hidup saya. Mereka adalah “reason why” mengapa saya melakukan ini dan itu. Apakah aktivitas saya saat ini sudah sesuai dengan semua itu? Memang sulit dijawab. Dan memang tidak untuk dijawab, melainkan dilakukan, dibuktikan.

Keluarga kadang tidak peduli dengan segala kesibukan kita. Mereka tidak terpukau dengan segala kehebatan kita di luar. Mereka hanya ingin duduk bersama, bermain bercengkrama bersama, makan bersama. Mereka ingin waktu bersama kita.

Pak Agus dan Pak Iim pun setuju dengan saya saat makan siang sebelum meeting Portal TDA dengan Pak Nukman kemarin. Kesibukan mereka kurang lebih sama dengan saya. Hari ini pun mereka sepakat untuk cooling down.

Maka, hari ini saya libur. Take a day off. Cooling down. Doing nothing. Recharging…

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s