Life

Java Jazz 2008: Ron King Keren!

Ron King Big Band yang memukau
Westcoast Allstar feat Greg Adams, Jeff Kashiwa, Michael Paulo, Gregg Karukas
Ron King Quartet
Bersama Pak Try Atmojo dan Pak Ramli
Bersama drummer gaek legendaris, Steve Gadd

“Ron King keren”, demikian bunyi SMS dari Pak Prijono saat saya dan Pak Try Atmojo tengah menonton Joe Sample di Plenary Hall JCC tadi malam. Maka, kami pun segera beranjak ke Assembly Hall 3. Kebetulan malam sebelumnya saya juga telah menonton Joe Sample bersama Pak Ramli.

Dan memang luar biasa. Dahsyat. Penampilan big band bergaya swing jazz ini benar-benar memukau. Pak Try yang saya “culik” tanpa sengaja untuk nonton Java Jazz ini pun mengaku menikmati permainan trumpetis, komposer dan arranger terbaik dunia ini.

Malam sebelumnya saya pun telah menyaksikan permainan Ron King Big Band ini ketika mengirimi penyanyi Renee Olstead, penyanyi ABG besutan David Foster yang lagi naik daun.

Tidak puas sampai di situ, saya pun mengejar permainan selanjutnya dari Ron King Quartet di panggung Femina Lounge.

Ron King adalah salah satu favorit saya selama 2 hari perhelatan Java Jazz 2008 ini.

Selain itu saya juga menikmati penampilan dari Jeff Lorber feat Eric Darius, Dwiki Dharmawan World Peace Project, Lee Ritenour, Westcoast Allstar feat Greg Adams, Jeff Kashiwa , Greg Kaukas.

Di dua hari pergelaran ini saya memang tidak sempat menikmati banyak musisi dari Indonesia. Soalnya, saya pikir kalau yang dari luar kan nggak sekali setahun datangnya. Kalau musisi Indonesia bisa saya saksikan kapan saja.

Tapi saya tetap berencana menyaksikan Geliga, salah satu grup jazz dari Pekanbaru yang musiknya bergaya Melayu, dan Bhaskara 2008 yang merupakan reborn dari Bhaskara 86. Dari grup Bhaskara inilah saya pertama kali mengenal dan menikmati musik jazz saat saya masih SMP kelas 2.

Untuk penyelenggaraannya sendiri, saya mengacungkan dua jempol kepada panitia di bawah pimpinan Peter Gontha, dedengkot jazz Indonesia. Luar biasa. Ini perhelatan hebat kelas dunia. Tidak gampang mengelola event seperti ini. Bayangkan, musisi yang tampil mencapai 1.600 orang dengan 18 panggung berbeda.

Saya sendiri mengakui bingung untuk memilih mana yang mau ditonton. Yang ini bagus, yang itu juga bagus dan sayang untuk dilewatkan. Meskipun sudah beli tiket multipass untuk tiga hari, tetap saja banyak yang missed.

Hari ini adalah hari terakhir. Biar pun lelah dan ngantuk karena tiap malam pulang lewat jam 12, saya tetap fit dan terus menikmati pesta jazz sekali setahun ini.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s