Books and Learning, Business, Komunitas TDA

Menjadi Kaya, Penuh Berkah dan Bermakna

Saya suka sekali dengan tag line buku bersampul orange ngejreng yang baru berpindah ke tangan saya kemarin sore ini.

Saya yakin kita semua menginginkan kekayaan berlimpah namun juga penuh berkah dan bermakna bagi sesama.

Itulah bisnis yang sebenarnya bisnis menurut saya. Menjadi kaya, penuh berkah dan bermakna.

Maka saya pun antusias sekali menerima buku berjudul “Bisnis Syariah dari Nol”, buah tangan dari Siti Najma terbitan Hikmah ini.

Saya buka lembar demi lembar halaman buku itu untuk sekedar browsing awal mencari tahu apa yang ditawarkan oleh buku ini.

Mata saya tertuju kepada bab akhir yang berjudul Membesarkan Bisnis dengan Berbagi.

Aha! Ini yang paling menarik buat saya.

Ide inilah yang saya terapkan di bisnis saya dengan mendirikan Komunitas TDA yang berprinsip berbagi sambil membesarkan bisnis.

Ini berbeda dengan perusahaan mapan yang berbagi ketika dia sudah besar.

Perusahaan saya belumlah besar dan mapan. Tapi, apakah harus menunggu besar dulu untuk berbagi?

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah berbagi itu harus dengan materi atau uang?

Dengan tepat penulis mencontohkan Anita Roddick, pemilik The Body Shop sebagai salah satu contohnya. Meski pun ia seorang non muslim, namun ia merupakan contoh pengusaha yang punya passion untuk berbagi sambil membesarkan bisnisnya.

Maka, saya pun setuju dengan komentar Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec yang memberi pujian terhadap buku ini sebagai buku yang sangat aplikatif dan inspiratif sekaligus memandu pembaca untuk membangun bisnis secara syariah dari awal.

Buku yang renyah dibaca ini juga kaya dengan rujukan terkini yang komprehensif dan lengkap.

“Saya suka buku seperti ini Bu,” komentar saya kepada Bu Siti Najma yang khusus mengantarkan buku itu untuk saya.

“Pebisnis lapangan seperti saya ini butuh rujukan-rujukan yang sederhana dan aplikatif, tanpa perlu mengunyah berulang-ulang untuk mendapatkan inti sarinya”.

Rupanya, dalam proses penulisannya ide buku yang sudah cukup lama mengendap di dalam pikiran dosen UIN Syarif Hidayatullah. Ia merasa tertahan karena adanya polemik dalam batinnya. Ia khawatir, jangan-jangan buku ini hanya sekedar omdo (omong doang) dari seorang dosen yang tidak terlibat langsung berbisnis.

Namun polemik itu akhirnya menemukan solusinya. Hal inidiungkapkan oleh lulusan S-2 dari UHAMKA ini dalam pengantar bukunya.

“Polemik itu terjawab lagi dengan kuasa Sang Maha Mengabulkan. Pertemuan saya dengan Pak Badroni Yuzirman pengusaha busana muslim Manet menginspirasi untuk memulai langkah menjadi pebisnis syariah”.

“Terima kasih Pak Badroni atas spiritnya. Dengan bermodalkan uang Rp. 569.600 mulailah dengan semangat 45 menjadi pedagang baju muslimah Manet. Dalam kurun waktu 1 bulan menghasilkan angka keuntungan yang cukup fantastis, Rp. 524.500, atau 92% keuntungan dari modal. Bandingkan dengan deposito yang hanya 0,0 sekian persen per bulan”.

Terus terang, saya cukup surprise dengan testimoni Bu Najma ini.

Kenapa? Karena pertemuan saya dengannya cukup singkat.

Kala itu Bu Najma mewawancarai saya untuk Majalah Ekonomi Syariah terbitan Fakultas Ekonomi Trisakti.

Saya tertarik untuk diwawacara oleh majalah yang oplahnya hanya 5.000 ini sebagai bentuk kontribusi saya kepada almamater.

Tidak berhenti di situ, Bu Najma pun akhirnya tertarik dengan konsep bisnis Manet dan juga bergabung di Komunitas Tangan Di Atas.

Kepada Bu Najma saya juga berpesan untuk terus aktif menawarkan prinsip-prinsip berbisnis secara syariah ini melalui media blog, milis dan sebagainya. Saya yakin, banyak orang yang butuh pencerahan seperti ini.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s