Life

Memanfaatkan Libur yang (Terlalu) Panjang

Sharing bisnis online di SBM ITB. Nggak kesampaian kuliah di ITB, diundang sharing pun jadilah…

Silaturahmi dengan TDA Bandung. “Bandung ini gudangnya ide dan kreativitas bisnis”, kata saya.
“Makna sukses sesungguhnya itu ada 3, yaitu SBB”, kata Ustadz Reza M. Syarief. Apa itu? Insya Allah, nanti saya sharing…
Vito dan Mama di Rumah Stoberi. Ternyata ownernya adalah seorang dokter lho…
Maaf, ini bukan foto narsis. Tapi saya ingin memperlihatkan tulisan “Manet” di kaos itu. He he… Katanya, kita harus bangga dan menggunakan produk sendiri. Bukankah begitu?

“Wah, target kita bulan ini bisa tambah berat nih, Da”, komentar Mas Sugeng, marketing Manet sehari sebelum liburan panjang kemarin.

“Jadi, mau masuk kerja aja nih?” tantang saya sambil bercanda.

Saya memahami pernyataan Mas Sugeng yang merasa targetnya menjadi semakin berat dengan begitu banyaknya hari libur di bulan Maret ini.

Padahal, dia lagi semangat-semangatnya mengejar target penjualan Manet yang baru saja hadir dengan koleksi terbarunya.

Habis, mau diapain lagi? Pemerintah sudah menetapkan demikian. Ya, kita harus libur panjang 4 hari.

Yang penting, bukan libur panjangnya. Tapi “arti” apa yang ingin kita berikan terhadap liburan itu.

Liburan panjang kali ini harus bermanfaat, menyenangkan dan sekaligus bermakna.

Saya menetapkan tema liburan kali ini adalah sharing, silaturahmi, men-charge ruhiyah sambil menyenangkan keluarga. Maka saya ajaklah ibu, Ely dan Vito jalan-jalan ke Bandung dan menginap di Daarut Tauhiid.

Kebetulan tanggal 22 saya diundang oleh Alumni ITB untuk sharing tentang bisnis online Manet. Saya hadir di kampus ITB bersama Pak Nukman Luthfie.

Wah, gila bener. Bandung macet di mana-mana. Rupanya orang Jakarta tumpah ruah di Bandung. Duit dari Jakarta mengalir ke Bandung.

Factory outlet dan tempat-tempat makan di Bandung seperti panen raya. Rumah Mode di jalan Setiabudi yang biasa saya kunjungi begitu padat dan sumpek oleh pengunjung yang berbelanja seperti kesetanan, takut kehabisan barang.

Rencana mau mencicipi makan malam di Sapu Lidi (Lembang) akhirnya batal. Order sudah tutup ketika kami datang jam 19.30.

Akhirnya kami memutuskan untuk terus naik ke Kampung Daun. Alhamdulillah, masih buka. Tapi di sana lebih parah lagi. Kami harus menunggu antrian panjang. Jam 22 malam kami baru bisa menikmati makan malam yang sudah tidak lagi nikmat karena terlanjur kenyang menunggu.

Hari Sabtu, setelah dari kampus ITB, saya dijemput oleh Mas Agah yang membawa saya ke Republik Kuliner, restoran yang baru dibukanya beberapa pekan ini.

Di sana berkumpul sekitar 10 orang member TDA yang ingin bersilaturahmi dengan saya sambil mencicipi hidangan. Saya salut dengan member TDA Bandung yang sudah mulai terlihat kompak dan siap dengan action-action berikutnya.

Ibu saya sendiri begitu menikmati perjalanan ini. Terutama tempat menginap di Cottage Daarut Tauhid yang memungkinkan beliau untuk shalat berjamaah di masjid dan mendengarkan tausiyah selepas shalat.

Kebetulan di Minggu pagi hadir ustadz Reza M. Syarief dari Majlis An Nubuwwah yang sharing kiat menuju sukses sejati berdasarkan buku best seller-nya Life Excellence.

“Tadi Mama duduk dekat Teh Ninih”, kata beliau sepulang dari masjid.

Saya senang melihat ibu begitu menikmati wisata rohani ini. Beliau juga begitu antusias menikmati aneka hidangan yang terhidang di meja di beberapa restoran berbeda yang kami sambangi.

“Tapi yang paling enak ya waktu makan udang lada hitam”, kata Ibu. Tempat itu adalah restoran seafood D’Cost yang lokasinya tidak jauh dari Paris van Java. Kami sampai dua kali ke sana.

Minggu sore, kami pun pulang dengan segudang kenangan manis dan sekeranjang oleh-oleh untuk keluarga dan para cucu.

Bagaimana dengan libur panjang anda? Mudah-mudahan juga bermakna dan menyenangkan.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim


NB: Bos Iim, sori ya. Judul postingannya saya pinjam… Hehe…

NB 2: Alhamdulillah, sudah hampir 100 orang peminat buku Marketing Revolution yang mendaftar melalui TDA Management. Siapa menyusul? Ini buku wajib member TDA lho…

Iklan
Standar

One thought on “Memanfaatkan Libur yang (Terlalu) Panjang

  1. WURYANANO berkata:

    Anaknya lucu banget pak Roni.

    Lho… wajahnya kok bisa persis pak Roni ya? hwakakak…Emang anaknya siapa…hahaha..

    Semoga sukses selalu.
    Salam Luar Biasa Prima!
    Wuryanano

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s