Books and Learning, Business, Life

Berlibur Setiap Hari? Kenapa Tidak!

Bayangkan sebuah perusahaan yang:

– karyawannya menentukan sendiri jam kerjanya dan atasannya;

– karyawannya punya akses tak terbatas ke semua laporan korporat dan mengatur sendiri pendapatan dan kuota produksinya;

– tak ada anggaran kerja jangka panjang, bagan organisasi atau pun fasilitas kerja pribadi;

– CEO-nya membiarkan karyawan mengambil keputusan.

Walaupun sekilas tampak kacau, perusahaan ini betul-betul berhasil! Semco, berbasis di Brazil, kini telah mempekerjakan 3.000 orang yang tersebar di tiga negara. Dengan rata-rata pertumbuhan tahunan di atas 40%, pendapatan per tahun Semco mencapai $ 212 juta pada tahun 2003.

Ricardo Semler, sang CEO, mendobrak semua aturan tradisional umum dalam bisnis. Semler menghilangkan semua hal yang ia sebut “penindasan korporat” di perusahaannya. Hasilnya, tingkat keluar masuk karyawan hampir tidak ada dan tak ada tanda-tanda bahwa pertumbuhan perusahaannya akan berhenti.

Revolusi Binsis Abad Ke-21: Dengan Jiwa Merdeka Meningkatkan Profit dan Produktivitas, demikian judul buku provokatif yang memancing perhatian saya saat sedang mencari peta kota Bandung di toko buku Daarut Tauhid minggu lalu.

Berulang kali saya timbang buku tebal bersegel plastik yang begitu menggelitik rasa penasaran saya. Buku itu begitu tebal. Akankah saya bisa menamatkannya di tengah antrian puluhan buku yang belum dibaca di ruang perpustakaan saya?

Saya putuskan untuk tidak membelinya. Nanti saja di Jakarta, batin saya.

Ternyata saya salah beli peta. Yang terbeli adalah peta Kabupaten Bandung, bukannya Kota Bandung. Alhamdulillah, penjaga tokonya mengijinkan saya untuk menukarkannya. Namun, ternyata tidak ada peta Kota Bandung.

Akhirnya buku itu pindah juga ke tangan saya dengan cara tukar tambah.

Bab pertama dibuka dengan beberapa pertanyaan menantang dan mengusik saya.

Salah satunya adalah: Mengapa kita tidak boleh membawa anak ke tempat kerja apabila kita bisa membawa pekerjaan ke rumah?

Aha! Ternyata ada yang se-ide dengan saya. Selama ini saya memang membawa anak ke kantor.

Judul asli buku ini sebenarnya adalah The Seven Day Weekend: A Better Way to Work in the 21st Century. Ya, bekerja baginya seperti menikmati liburan. Kenapa liburan hanya dibatasi hari-hari tertentu saja, tantangnya. Kenapa kita tidak bisa berlibur setiap hari di tempat kerja? Kenapa tempat kerja kita tidak diubah saja seperti tempat berlibur?

Semler menutup kata pengantar bukunya dengan menulis kalimat ini di bawah namanya, “tengah berbaring di hammock dengan sebuah laptop dan putra cilikku, seusai memberi makan bebek-bebek di kolam terdekat, pada Senin, Mei 2002”.

Gila ni orang! Tapi ia berhasil mewujudkan impiannya

Semco telah menjadi studi kasus di 76 universitas dan menjadi bacaan wajib di 271 sekolah lain. Enam belas kandidat doktor dan master telah mengangkat Semco sebagai subjek disertasi dan tesis mereka.

Ratusan artikel koran dan majalah mengulas perusahaan itu. BBC, CNN dan lusinan program televisi lain mengangkat profil Semco ini.

Lebih dari 300 pidato telah disampaikannnya di hadapan kelompok bisnis, sosial, pemuda, dan universitas ternama seperti Stanford, Harvard, MIT dan sebagainya.

Menarik ya!

Beberapa ide dari buku ini menggelitik saya untuk menerapkannya di bisnis saya.

Imajinasi saya melayang ke teras terbuka di lantai 4 kantor saya, Manet. Kenapa tidak saya ubah jadi taman saja ya? Di sana nanti saya bisa duduk-duduk santai sambil baca buku atau menerima tamu. Karyawan saya juga tentunya senang bila ada tempat istirahat dan melepas kepenatan kerja.

Menarik. Menarik.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

NB: Wah, saya jadi ge-er deh. Profil blog saya ditulis Pak Nukman lagi di sini.

NB 2: Aktivitas TDA Bandung dimuat di Detik Bandung. Silakan baca di sini.

NB 3: Hari ini saya diundang menghadiri syukuran pindah kantornya Pak Nukman.Virtual kini punya alamat baru di Gedung Kindo. Selamat ya Pak. Semoga makin sukses dan tentu saja, semakin berkah.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s