Business

Virtual Consulting: Kantor Baru Semangat Baru

“Saya ingin kantor yang bersuasana seperti di rumah”, kata Pak Nukman Luthfie saat memberikan sambutan dalam syukuran pindah kantor barunya kemarin.

Ya, memang kantor baru Pak Nukman di Gedung Kindo di bilangan Duren Tiga ini berbeda dengan kantor sebelumnya di Gedung Cyber.

Di samping lebih besar, kantor ini suasananya terasa begitu hommy. Arsitektur dan interiornya terkesan lebih seperti galery.

“Para karyawan yang 60% adalah wanita ini nantinya bisa membawa dan menyusui bayinya di kantor”, lanjut Pak Nukman yang di tahun kelima perusahaannya ini telah melepas sepenuhnya manajemen perusahaannya kepada profesional.

Saya lihat di salah satu ruangan terbentang kasur merah dan di atasnya ada seperti perlak untuk menidurkan bayi. Mungkin ini yang dimaksud Pak Nukman.

“Impian saya selanjutnya adalah kantor yang benar-benar bersuasana seperti rumah lengkap dengan taman yang menjadi tempat bermain sekaligus bekerja. Kantor di mana para karyawan bebas keluar masuk dan bekerja kapan saja, tanpa dibatasi waktu kerja yang ketat”, kata mantan eksekutif Detik.com ini.

“Wah, ide Pak Nukman ini mirip dengan ide buku dari Ricardo Semler yang saya posting di blog saya pagi ini”, ujar saya di sela-sela perbincangan selepas makan siang.

Dalam 5 tahun perjalanan Virtual Consulting, perusahaan ini terbilang sukses meniti jenjang pertumbuhannya.

Unit bisnisnya sudah melebar ke mana-mana. Beberapa portal mapan seperti Bisnis.com, SWA, PortalHR, Niriah dan Selular lahir dari perusahaan yang dipimpin oleh jebolan Teknik Nuklir UGM ini.

“Kami banyak mengakuisisi portal-portal yang tidak terurus, kemudian menyehatkannya dan menghasilkan profit”, tutur CEO yang selalu tampil kasual yang juga tengah membantu mengembangkan portal TDA ini.

Pola pertumbuhan seperti Google dan Microsoft pun mulai diadopsinya dengan mengakuisisi beberapa bisnis terkait.

“Kalau membangun dari awal mahal dan lama, Mas” jelas Pak Nukman beralasan. Dengan melepaskan rutinitas manajemen harian kepada profesional membebaskannya untuk bergerak di luar perusahaan dan mengekplorasi peluang-peluang yang menghampirinya.

Saya mulai menghitung-hitung kapan saya bisa melepaskan Manet kepada profesional.

“Kapan nih, mau ninggalin 400 Education?” tantang saya kepada Pak Iim dan Pak Agus yang juga hadir bersama saya.

Mereka semua tertawa. Namun ide itu menarik buat mereka. Saya yakin mereka juga sepakat bahwa suatu saat bisnis yang kita bangun ini harus kita lepaskan kepada profesional.

Kami belajar banyak dari perbincangan singkat dengan Pak Nukman ini. Bisnisnya yang serius ini bisa dikelola dengan gayanya yang santai dan penuh senda gurau.

Selamat dan sukses dengan kantor barunya, Pak. Semoga semakin sukses dan menghasilkan profit dan benefit lebih besar lagi.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

NB: Di acara ini saya bertemu dengan Pak Jamil Azzaini dan Bu Amalia Maulana yang menyatakan minatnya bergabung dengan TDA. Alhamdulillah, makin banyak orang hebat yang bergabung dengan komunitas ini. Pak Jamil adalah seorang trainer dan penulis buku best seller Kubik Leadership. Bu Amalia adalah seorang konsultan merek dan Head of MM Strategic Marketing Binus Business School.

NB 2: Saya juga berkenalan dengan Bu Iim Fahima dari Virus Communication yang menyatakan minatnya memasang iklan di blog untuk kliennya, sebuah perusahaan multinasional yang ingin melakukan online campaign.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s