Komunitas TDA

Dari Pertemuan Founder: Segera Lahir Payung Organisasi TDA

Itulah salah satu kesepakatan penting yang dilahirkan dari pertemuan founder TDA tadi malam di Food Studio, Senayan City Jakarta.

Pertemuan yang sekaligus sebagai ajang temu kangen ini dihadiri para founder seperti: saya, Pak Hertanto, Pak Iim, Pak Agus, Pak Bambang Sugiharto, Pak Hasan Basri, Pak Abduh, Pak Hantiar, Pak Budi Rachmat, Bu Yulia, Bu Waru dan disaksikan oleh istri saya dan Vito.

Jadi, kesepakatan ini telah menggantikan kesepakatan sebelumnya yang memutuskan bahwa TDA tidak dijadikan organisasi. Kesepakatan terakhir itu dibuat ketika member TDA masih berjumlah ratusan.

Dalam pembukaan, saya menyampaikan bahwa jumlah member yang telah mendekati 2.000 orang dengan segala perkembangan dan dinamikanya tentu tidak mudah untuk dikelola tanpa adanya kejelasan payung resmi dari TDA.

Berdasarkan masukan yang saya terima, dengan adanya payung organisasi ini, TDA akan dapat bergerak lebih leluasa, bisa bekerja sama dengan pihak lain, ada kejelasan lingkup kerja dan tanggung jawab dari masing-masing pengurusnya nanti.

Saya pribadi, sejak awal adalah yang bersikukuh untuk tidak menjadikan TDA ini sebagai organisasi. TDA tetap menjadi komunitas yang tidak perlu ada pengurus, ketua dan segala tetek bengek urusan organisasi. Plus, ada komitmen lebih yang dituntut di dalam berorganisasi.

Saya ingin TDA ini sebagai tempat untuk “having fun” selepas kepenatan rutinitas bisnis. Saya tidak mau “pusing” di TDA ini. Komitmen saya adalah, ketika TDA masih enjoy dan fun, saya akan tetap bersamanya. He he…

Namun, saya menyadari bahwa “the future doesn’t equal the past”. Masa lalu TDA dengan member 400 jelas berbeda dengan sekarang yang sudah mendekati 2.000.

Kalau kebutuhan itu sifatnya urgent, maka saya pun dengan legowo menerimanya. TDA harus ada organisasi.

Kelanjutan dari kesepakatan semalam adalah mencari bentuk-bentuk organisasi yang pas untuk TDA. Pak Hertanto dan yang lainnya akan menyusun dfat rencana tersebut. Teman-teman di milis juga saya himbau untuk memberikan masukan mengenai hal ini.

Juga disepakati untuk merumuskan kembali visi misi dan nilai-nilai yang menjadi pengikat di TDA ini. Aturan main atau ground rule juga perlu dibuat.

Kami ingin kebersamaan di TDA ini membawa manfaat bagi banyak orang dan menjadi warisan atau legacy kita untuk ummat dan bangsa.

Oya, pertemuan ini terkesan serius ya. Ternyata sama sekali tidak. Selagi ada Pak Bambang Sugiharto, setiap pertemuan TDA selalu penuh dengan gelak tawa.

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Founder TDA

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s