Komunitas TDA

Omzet Pak Edi Sudah 8 Juta Per Hari

Demikian informasi yang saya terima dari Pak Hasan Basri tadi siang.

Alhamdulillah. Saya sangat senang mendengar kabar ini.

Pak Edi Kurniawan adalah alumni TDA Apprentice yang kemudian dimodali oleh Pak Haji Ali dengan membuka toko di Blok F Tanah Abang. Sistimnya adalah bagi hasil.

Terus terang, saya sempat under estimate dengan program yang digagas Pak Haji Ali ini.

Dari awal program ini memang kurang jelas. Bayangkan, para member TDA yang ikut harus bersedia bekerja tanpa digaji selama 3 bulan.

Bagaimana dengan ongkos dan uang makan mereka? Pak Haji tidak mempedulikannya.

Sekitar 10 orang bergabung. Hari ketiga sudah ada yang mundur. Kemudian disusul dengan tumbangnya member lain.

Banyak hal yang dikeluhkan para peserta yang memaksa saya memfasilitasi dialog dengan Pak Haji.

Bahkan saya memutuskan untuk tidak membuka gelombang kedua TDA Apprentice. Saya khawatir akan menjadi bumerang buat TDA.

Akhirnya hanya 4 orang yang menamatkan program ini. Kepada mereka Pak Haji menawarkan option: mau kerja sama atau jalan sendiri-sendiri?

Pak Edi dan Pak Enon termasuk yang memilih option pertama.

“Omsetnya sekarang sudah mencapai 8 juta sehari. Pak Edi sekarang sudah gemukan. Senyumnya makin lebar”, kata Pak Hasan.

“Berapa nilai stok barang yang disediakan Pak Haji?”, tanya saya penasaran.

“Katanya sampai 800 juta”, jawab Pak Hasan.

“Woow, Pak Haji memang seperti itu dari dulu. Kalau ngasih modal nggak tanggung-tanggung”, kata saya.

Ternyata saya salah sangka dengan Pak Haji. Saya terlalu khawatir dengan “keselamatan” member TDA.

Memang, kita tidak bisa menilai sesuatu hanya dari permulaannya saja. Sesuatu yang di awal kita perkirakan buruk, ternyata berakhir dengan kebalikannya.

Pak Haji adalah seorang social entrepreneur. Ada banyak risiko terkandung di balik tindakan-tindakannya.

Saya belajar banyak dari beliau. Dulu saya juga sangat khawatir dengan dampak gagalnya seluruh member di ITC Mangga Dua. Saya sempat menyalahkan Pak Haji yang telah “menjerumuskan” kami. Saya khawatir ini akan menjadi bumerang bagi TDA.

Tapi yang terjadi malah tidak. Teman-teman yang rugi secara materil dan moril di sana itu justru menjadi teman-teman dekat saya sampai sekarang. Tidak ada yang kemudian menggugat saya. TDA malah hidup dari kegagalan dan kesalahan-kesalahan itu.

Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita bersama.

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Owner Manet Moslem Fashion, Founder Komunitas TDA

NB: Cerita yang lebih seru dan mengharukan tentang Pak Edi ini bisa dibaca di sini.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s