Komunitas TDA

Berpelukan…

Moment yang sering kita lihat di Teletubbies ini sangat mengharukan.

Terjadi begitu saja, spontan saat acara silaturahmi TDA kemarin belum di mulai. Di saat masih banyak yang belum datang.

Akhirnya semua kebekuan mencair sudah. Pintu maaf sudah saling dibukakan. Pak Ikhwan Sopa dan Pak Eddy adalah orang-orang yang berjiwa besar dan berhati tulus.

Mereka tutup semuanya dengan sebuah kata mulia, MAAF.

Sungguh mulia dan besar pahalanya bagi orang yang menyambungkan silaturahmi saudaranya yang ingin memutuskannya, kata Pak Haji Ali dalam sambutannya.

Dan orang yang berperan besar di balik itu adalah Pak Isdiyanto. Semoga Allah meridhoi semua upaya ishlah yang anda prakarsai ini.

Bacakak badunsanak (bertengkar sesama saudara) adalah biasa di dalam keluarga”, Pak Haji menyitir sebuah ungkapan dari Minang. Di dalam keluarga, setelah anak-anaknya bertengkar, tidak lama kemudian sudah bermain bersama kembali.

Seekor induk ayam justru khawatir kalau anak-anaknya tidak berkelahi dan saling mematok. Ia khawatir dengan keselamatan anak-anaknya selepas dari dekapannya nanti. Jika mereka terbiasa bertengkar di dalam, insya Allah di luar mereka akan lebih kuat dan berani menghadapi tantangan, demikian Pak Haji memberikan perumpamaan.

Banyak tausiyah menarik disampaikan oleh Pak Haji di hadapan kurang lebih 40 hadirin member TDA ini. Beliau dengan fasih menyitir ayat-ayat Al Quran terkait dengan silaturahmi dan memaafkan.

Maafkanlah saudara kita sebelum ia menyampaikannya. Itu lebih mulia, lanjut Pak Haji yang diamini oleh seluruh kami yang hadir dari Jabodetabek dan Bandung ini.

Simbol yang ditampilkan oleh Pak Sopa dan Pak Eddy ini juga sekaligus menandai era baru di TDA. Era baru di mana membernya saling merasa bersaudara satu sama lain. TDA dengan member hampir 2.000 ini harus dibangun dengan budaya kebersamaan, silaturahmi, saling memahami dan saling memaafkan sesama membernya.

Riak-riak kecil, tidak ada artinya dibandingkan dengan kuatnya jalinan hati sesama penghuni rumah besar TDA ini.

Di akhir acara saya atas nama yang hadir menyampaikan bahwa kita semua sepakat untuk “forgive and forget” memaafkan dan melupakan semua kesalahpahaman yang ada. Kita harus bangun sistim komunikasi terbuka untuk menyampaikan kritik dan saran produktif untuk kemanfaatan member TDA.

“Lupakanlah kebaikan-kebaikan yang telah kamu berikan kepada orang lain, dan ingatlah selalu kebaikan orang lain kepada kamu”, demikian Pak Dwi Wahyono dari TDA Management.

Kemarin, seperti saya ungkapkan sebelumnya adalah momentum bersejarah bagi TDA ke depannya. Itu adalah modal yang kuat bagi masa depan TDA.

Semoga Allah meridhoi ikthiar kita ini . Amiiin…

Wassalam,

Roni, Founder Komunitas TDA

Iklan
Standar

One thought on “Berpelukan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s